
Beberapa menit berlalu, setelah membeli beberapa buah di sebuah toko jualan buah, mereka langsung pergi ke rumah sakit. "Ken, ini rumah sakit, jadi, jaga sikap lu" Ujar Kenam ke Kenzo sambil berjalan. "Berisik lu!" Sahut Kenzo. Vanno pun dengan sedikit isengnya langsung merangkul Kenam dan Kenzo dan menyeret mereka berdua. Mereka pun berjalan menelusuri rumah sakit dan berjalan menaiki anak tangga hingga tiba di lantai 4 rumah sakit. "Ref.. Kita udah sampai belum sih..?!" Tanya Kenzo dengan mengeluh kelelahan. "Udah, kita udah sampai" Ujar Refta sambil melihat ke handphone nya. Setelah itu pun Raido bertanya ke Refta "Di kamar mana nenek mu, Ref?". "Di kamar.. Asoka nomor 10". Tanpa diperintahkan dan panjang lebar, Kenzo dengan gesit nya menemukan dimana kamar nenek nya Refta di rawat. "Itu kamarnya!" Pekik cempreng Kenzo. Kenzo berlari dan disusul dari Kenam menuju kamar neneknya Refta dirawat.
"Assalamualaikum!" Ucap salam Kenzo dengan bersemangat dan disusul dengan Kenam disampingnya. Saat sudah masuk dan mengucapkan salam, mereka berdua langsung terdiam, dan beberapa pasien yang berada di kasur mereka masing-masing, penjenguk, suster bahkan dokter yang sedang mengecek kondisi pasien yang berada disitu terdiam melongo melihat kehadiran mereka berdua. Satu ruangan hening dengan saling melongo. Tampak disitu tak ada neneknya Refta bahkan keluarga atau kerabat Refta yang berada disitu.
"Lah?"
*Grap!
__ADS_1
Raido langsung memegang kerah baju Kenzo dan Kenam bagian belakang dan menarik mereka berdua. Dengan cepat Raido membungkuk tubuhnya bersama Kenzo dan Kenam yang ikut dipaksa membungkuk dari Raido dengan tangannya. Vanno, Refta dan Fira hanya tertawa ngik-ngikan diluar dan tetap menjaga suara mereka agar tidak menganggu kenyamanan orang lain. "Mohon maaf, karena sudah mengganggu kenyamanan nya, kami salah alamat, permisi" Ujar Raido dan setelah itu langsung keluar dan menarik Kenzo dan Kenam keluar juga setelah itu ditutup lah pintu. Diluar mereka berenam tertawa ngik-ngikan bersama bahkan Kenzo sampai bersujud menutup wajahnya yang masih malu. "Itu kamar Asoka nomor 01, bukan nomor 10, blog!" Ujar pekik Raido yang masih cekikikan.
"Kenapa gak bilang?!"
"Lu nya yang blak-blakan!"
Setelah beberapa menit cekikikan di lorong ruangan rumah sakit, mereka pun berjalan dan menuju ke ruang kamar Asoka nomor 10. Setelah menemukannya, mereka pun masuk bersama dengan mengucapkan salam.
__ADS_1
"Assalamualaikum!"
Mereka masuk bersama-sama dan kedatangan mereka disambut dengan senyuman hangat dari ibunya Refta. "Eh? Refta sama temen-temennya". Mereka pun membalas dengan terkekeh dan menyalami tangan ibunya Refta. "Kalian baru pulang dari sekolah?" Tanya ibunya Refta. Refta pun menjawab dengan membawa sekantong buah "Iya, ma, dari sekolah kita langsung kesini". Setelah berbincang sebentar dengan ibunya, Refta datang menghampiri neneknya yang terbaring di kasur dan memberikan kecupan di pipi dan kening neneknya dan memberikan buah yang ia beli tadi. "Temen-temennya Refta udah pada makan belum? Kan baru pulang dari sekolah, ya? Pasti pada belum makan, mau roti, gak? Tadi Papanya Refta ada beli roti, lumayan banyak" Ujar mama nya Refta.
"Hahaha! Gak apa-apa, tante! Gak perlu repot-repot! Tapi, kalau boleh, mau kok"
"Kalau mau tuh bilang aja, Kenzo"
__ADS_1
Seisi ruangan pun tertawa dengan tingkah Kenzo tersebut.