
"Heh, mampus lu" Ujar Jekta. Setelah itu dilanjutkan dari Refta yang sudah tertawa hingga ngik ngik "Langsung di counter dari adiknya!" Masih ngik ngik ketawanya. Paling juga nanti ujungnya cegukan. "Udah ah! Gua mau lanjut berak! Belom selesai gara-gara kalian tadi" Ujar Zeran memasuki kamar mandi kembali dan menutup pintu kamar mandi nya. "Ok, balik ke permasalahan kita. Jadi, ini tikus mau di apain?" Tanya Sohan. "Pake nanya" Jawab Refta dengan sedikit jengkel. "Ya di buanglah mas!" Lanjut Raido. Setelah itu di lanjutkan lagi oleh Jekta "Ya, asalkan jangan lu buang disini, pokoknya buuuang sejauh-jauhnya!". Raido dan Refta pun mengangguk setuju. Sohan sempat melamun sebentar dan tak lama muncul lagi ide iseng nya. Kini dia mulai tersenyum mengesalkan ke Jekta, Raido dan Refta. Lagi-lagi mereka bertiga mulai panik dan merasakan feeling yang tak enak.
"Han, lu mau ngapain lagi, Han, kali ini?"
"Feeling ku dah gak enak lagi nih"
"Mas, buang tikusnya mas, buang sekarang, diluar, ok??"
Sohan masih saja tersenyum mengesalkan seperti sebelumnya, dan tak lama...
"HAH!"
"HHHHAAAAA?!"
Sohan pun menakuti mereka bertiga dengan tikus yang ia pegang dengan sengaja sedikit mendekati ke mereka bertiga. Akibatnya...
*Brukk!!
Jekta, Raido dan Refta pun terjatuh dari kursi yang sama. Sohan pun panik. "Mampus gua, bisa dikeroyok gua, kabur aja ah!". Sohan pun kabur lewat pintu belakang dengan membawa tikusnya juga. "SOHAN!!" Teriak Jekta, Raido dan Refta dengan bersamaan dan kesal karena Sohan lah yang membuat mereka bertiga jatuh dari kursi.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, kondisi sudah kembali seperti semula. Kini, Raido dan Refta sedang berada di kamar Raido dengan makanan dan minuman mereka. "Mau nonton apa ini?" Tanya Raido sambil menghidupkan televisi dengan remote televisinya.
"Hmm.. Gak tahu juga, tapi lu mau nya nonton apa?"
"Ya.. Gak tahu juga sih.."
Kondisi hening seketika. Raido dan Refta melamun sebentar memikirkan akan menonton apa. Tak lama.. "The Umbrella Academy!" Jawab mereka dengan serentak dan kompak. "HOOOOHH!!" Mereka berdua berteriak saling pandang karena jawaban yang sama lagi. Seketika..
*Brak!!
"Woi! Berisik! Kalo mau teriak-teriak, nih kamar dipasang sama dinding kedap suara aja! Tuh anak kecil bisa kebangun abis itu nangis-nangis karena kalian berisik! Nanti siapa yang susah?!" Ujar Jekta yang seketika mendobrak pintu kamar Raido yang membuat Raido dan Refta sempat kaget.
"Lu kalau mau, bilang aja, ntar gua yang beliin sama renov nya"
"Beneran mas?!" Tanya Raido dengan mata yang berkilau-kilau ke Jekta. Jekta pun membalas "Ya tapi lu tetap bayar gua karena udah mau nge-renov nya". Hilang lah harapan Raido dan Refta menahan tawanya.
"Udah, kalian gak usah berisik, ntar orang-orang pada marah ama kalian berdua"
"Ya"
__ADS_1
Setelah itu pun, Jekta pergi meninggalkan kamar Raido dan kembali menutup pintunya. Setelah Jekta pergi dan menutup kembali pintu kamar Raido, mereka berdua pun mulai menonton film yang ingin mereka tonton sambil menikmati makanan dan minuman mereka di kasur Raido. Disela-sela sedang menonton..
"Eh, Rai, besok jangan sampe bangun siang, kan besok mau latihan upacara buat hari Senin" Ujar Refta. Seketika terhentilah Raido yang sedang memakan mie samyang nya. Setelah itu Raido bertanya "Senin ini kita yang petugasnya memang?". Refta pun menjawabnya dengan menganggukan kepalanya.
"Udah, lu tenang aja, tinggal pasang alarm, beres!"
"Gua gak yakin ama lu, Rai. Gua takut nya lu dah pasang alarm banyak-banyak malah kagak kebangun juga"
"Tenang aja! Gua bakal pasang alarm nya jam 7, lu juga pasang alarm. Oh, ya, besok latihannya pagi, kan? Jam 8?"
"Iya"
"Ok dah! Beres!"
"Bener lu ya?"
"Iya!"
Setelah itu pun mereka lanjut menonton sambil menikmati makanan dan minuman mereka.
__ADS_1
...***...