Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 32


__ADS_3

Kini, mereka berada di bagian mainan kucing dan melihat-lihat mainan mana yang akan mereka beli. "Hm, Ref, ngomong-ngomong, anak kucing itu mau lu kasih nama apa?" Tanya Raido sambil memegang dan melihat-lihat sebuah mainan kucing. Refta pun menjawab "Nah, itu dia, Rai, gua.. Juga bingung mau kasih nama apa, seharian gua mikirin itu".


"Ohh.. Kalau pake nama yang itu?"


"Hah? Yang mana?"


"Usman Abdul Jalil Sisha"


Refta pun tertawa dengan terngik-ngik. "Dari meme itu, kan?" Tanya Refta yang masih tertawa. Raido pun menjawab dengan polos "Hmm.. Tapi cocok untuk kucing mu itu, heheh!". Mereka berdua pun tertawa. Disaat sedang melihat-lihat mainan dan berbincang-bincang, ada pelanggan lain juga yang sedang mencari keperluan kucing nya. Empat remaja perempuan, dan tanpa sengaja melihat Refta yang menggendong anak kucingnya yang mungil di dalam tas nya. Empat remaja perempuan tersebut menghampiri Refta dan mengelus-elus anak kucing milik Refta. Refta hanya bisa terdiam dan Raido hanya tertawa kecil hingga ngik-ngikan lagi. "Rai.." Panggil Refta ke Raido dengan ekspresi yang meminta tolong. Tetap saja, Raido hanya menanggapinya dengan tertawa kecil dengan ekspresi wajah mengesalkan. Setelah itu, perlahan-lahan Raido berjalan dan meninggalkan Refta dengan empat remaja perempuan tersebut dan anak kucing milik nya Refta.


Karena sudah panikan, Refta pun meminta izin kepada keempat remaja perempuan itu untuk pergi dan mereka berempat memberi izin dan meminta maaf karena merepotkan. Setelah itu, Refta pun segera menyusul Raido dan seketika..


*Bug!


Seketika Refta menghampiri Raido dan menendang pelan kaki Raido dari belakang. "Gitu ya lu, gak setia kawan!" Ujar kesal Refta dan akhirnya membuang pandang dari Raido. "Wey, gitu pun udah mau marah?" Tanya Raido sambil tertawa. Refta tak merespon, ia hanya fokus berjalan sambil memainkan handphone nya dan keranjang belanjanya. Disitu Raido seketika terdiam dan merasa bersalah. Ia berfikir jika hari ini Refta sedang bad mood dan tak seharusnya diganggu, tapi ia membuat kesalahan. Tetapi, seketika..

__ADS_1


*Gedebug!


"Eh?!"


"AHAHAHAHAHA!"


"REFTA!"


"SORRY MAS BRO!"


"Mau kemana, lu, hah?!"


"Udah napa, Rai?!"


"Ok"

__ADS_1


"Bjir"


Masalah mereka berdua pun selesai dengan begitu saja. Mereka pun naik ke motor mereka masing-masing. "Langsung pulang, kan?" Tanya Raido sambil memakai helm nya. Disaat Raido menanyakan itu, disaat itu lah Refta menghela nafasnya dan tak jadi memakai helm nya. Raido pun bingung dan bertanya ke Refta "Kenapa, Ref?". "Pengen nyemil, Rai" Jawab Refta. Raido pun terdiam pasrah, dikira kenapa ternyata kepengen nyemil. "Diluar prediksi BMKG" Gumam Raido. Refta pun menanggapinya dengan terkekeh. Tak lama setelah itu, handphone Refta pun berbunyi dan bergetar. Diambilnya handphone nya dari kantong nya dan ternyata sang adiknya, Runsa, menelpon nya.


"Siapa, Ref?"


"Adek gua, Rai"


Refta pun mengangkat telponnya. "Halo, Assalamualaikum, kenapa, dek?" Salam dan tanya Refta. "Bang.." Ujar lemas Runsa terdengar dari telpon. "Kenapa, dek?" Refta mulai panik. Terdengar suara Runsa yang tampak seperti nangis dan tak lama ia berkata "Pengen nyemil..". "Astaghfirullah.." Ujar Refta yang merasa sedikit jengkel, dikira kenapa, ternyata sama seperti abang nya, ingin nyemil.


"Yo dah, mau apa?"


"Terserah"


*Twett..

__ADS_1


Seketika Refta mematikan telpon dan langsung meletakkan kembali handphone nya ke kantong celananya.


__ADS_2