Persahabatan R

Persahabatan R
Chapter 19


__ADS_3

Mereka pun kini sudah berada di tempat makan makanan jepang. Raido, Refta, Fira, Runsa dan Zeran memesan ramen sedangkan Sohan dan Vanno memesan udon dengan minumnya mereka memesan lemon tea. Sambil menikmati makanan mereka, mereka juga sambil berbincang dan bercanda.


...***...


Beberapa menit berlalu, mereka sudah selesai menghabiskan makanan dan minuman mereka. Maka saat itu juga, Sohan, Vanno, Raido dan juga Refta saling lirik-melirik satu sama lain. "Apa pandang-pandang? Ada hutang ke?" Sahut Sohan. Setelah itu langsung dijawab lah dari Raido "Hutang lu sama gua, nyed. 30 Ribu".


"Kita kan keluarga, gak apa-apa kan lah, ya?"


"Gak, gak bisa, bapak lu aja minjam duit 100 ribu ama gua tetap dikembaliin ke gua"

__ADS_1


Sohan pun terdiam dan membuang pandangannya sambil menghela nafas yang dalam dan panjang. Setelah itu suasana kembali ke awalnya saat mereka lirik-melirik oleh pertanyaan Refta "Jadi, mau nya gimana? Salah satu yang bayar, atau kita patungan?". "Hompimpa, yang kalah, dia yang bayar" Sahut Vanno. Sempat terdiam sebentar dan akhirnya setuju untuk hompimpa untuk menentukan siapa yang akan membayarnya. Akhirnya pun mereka berempat hompimpa hingga..


"Van!!" Teriak Sohan, Raido dan Refta bersamaan ke Vanno karena Vanno kalah dalam hompimpa tersebut. Karena Vanno kalah, maka ia lah yang akan membayarnya. Vanno terdiam sejenak dengan tak bernafas sejenak juga. Setelah itu ia melirik ke Sohan, Raido dan Refta dan akhirnya juga bernafas. Vanno beranjak dari kursinya dan berjalan mundur menunjuk-nunjuk ke Sohan, Raido dan Refta. "Tunggu aja lu bertiga" Tunjuk Vanno ke Sohan, Raido dan Refta sambil berjalan mundur ke kasir. Hilang sudah harapan dan kesenangan Vanno yang awalnya senang dan bahagia karena tak jadi dikeringkan dan dikosongkan dompetnya oleh adiknya, ternyata dikeringkan dan dikosongkan oleh Sohan, Raido, Refta, Fira, Zeran dan Runsa. Sama saja dihabiskan oleh adiknya, hanya saja ada tambahan dari teman-temannya dan adik teman-temannya. Mereka pun tertawa melihat Vanno yang tampak tertekan dirinya dan juga dompetnya. Tetapi, disisi lain Vanno juga harus ikhlas tanpa ada rasa tak ikhlas dan paksaan karena jika tidak ikhlas maka percuma ia lakukan karena berdosa karena melakukannya dengan tidak ikhlas dan dengan paksaan.


Setelah selesai dari tempat makan, mereka pun lanjut berkeliling di mall tersebut. Entah ingin kemana, tapi mereka putuskan untuk berkeliling-keliling dulu. "Jadi, ini mau nya kemana lagi nih?" Tanya Vanno sambil berjalan. Sohan pun membalas sambil berjalan di sebelah Vanno "Ya kita keliling-keliling aja dulu, sambil lihat-lihat, siapa tahu ada yang mau dibeli setelah lihat-lihat". "Sepatu" Ujar Zeran yang menoleh ke Raido. "Hah?" Raido terhenti jalannya, begitu juga dengan yang lain. "Kau mau sepatu baru?" Tanya Raido memastikan. Zeran pun menjawabnya dengan menganggukan kepalanya setelah itu melanjutkan jawabannya "Buat latihan voli". "Lah? Sepatu yang biasa lu pake buat latihan? Kenapa?" Tanya Sohan. "Dah sempit sepatu itu, kaki gua jadi sakit setiap latihan, jadinya kalau kesakitan, gua bukalah sepatu nya" Jelas Zeran.


"Udah lama?"


"Kenapa lu gak bilang?"

__ADS_1


"Takut ntar enggak dikasih"


Mereka pun terdiam dengan alasan konyol Zeran. "Yo dah, sekarang kita beli" Ujar Raido. Zeran pun menatap ke Raido dengan mata yang bersinar-sinar "Beneran?!".


"Mau atau kagak lu?!"


"Mau mau!"


Mereka pun tertawa dengan tingkah laku dua kakak beradik itu. "Hahah! Sekalian gua juga mau cari sepatu buat latihan voli juga, soalnya yang lama udah mulai sempit juga. Lu juga pasti mau beli baru juga karena yang lama dah lepas alas nya, bukan?" Ujar Refta ke Raido. Sontak terbelalak lah mata Raido dan menatap ke Refta. "Ref! Ssttt! Jangan di bongkar tentang itu!" Ujar Raido dengan wajahnya yang memerah karena malu. Sedangkan Refta hanya meresponnya dengan tersenyum. Beberapa minggu sebelumnya, alas kaki sepatu Raido yang dipakai nya untuk latihan lepas dan tak mau ambil pusing, Raido pun menyambungkan kembali dengan lem. "Owalah, pantesan dikamar lu ada bau lem, ternyata bau dari sepatunya" Ujar Sohan. Mereka pun tertawa dan Raido masih dalam keadaan wajah memerah karena malu dan setelah itu mereka pun pergi ke toko sepatu sport.

__ADS_1


...***...


__ADS_2