Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
PESAN SINGKAT KAKAK KELAS


__ADS_3

STOPPP!!!!


Kalau belum like dan jadikan novelku Favorit, klik ikonnya dulu yukk!!🤗 Supaya ga ketinggalan bab lanjutannyaa😍


Dan supaya aku tambah semangat up Babnya❤️ Jangan lupa ajak teman kalian mampir untuk baca novelku yaaa😍


Happy Reading all🤗


______________________________________________


Setelah mendengarkan cerita dari ummi Marwah mengenai Zahra, Izzan pun berkata


"Bu, ibu tidak usah takut. Saya akan memperlakukan Zahra dengan sangat baik, dan saya tidak akan membiarkan seorangpun membentak Zahra" (Ucap Izzan dengan sungguh-sungguh)


"Aku janji Ra, aku akan membuatmu selalu bahagia. Mungkin, kamu bukan yang pertama untukku. Tapi, aku janji kamu adalah yang terakhir untukku" gumam Izzan dalam hati sambil menatap Zahra dengan tatapan yang hangat


Semua yang mendengar perkataan Izzan, menjadi tersenyum bangga. Ayah Abidzar, papa Irfan, dan yang lainnya yakin kalau Izzan adalah laki-laki yang tepat untuk Zahra begitu juga sebaliknya


Kini jam pukul 22.00 malam. papa Irfan dan Izzan pun memutuskan untuk pulang, setelah berpamitan dengan keluarga besar Zahra. Yaa, hanya papa Irfan dan Izzan. Karena, ibu Izzan sudah meninggal dua tahun lalu karena sebuah kecelakaan yang menewaskan ibunya dan juga kakek neneknya


Ketika setibanya dirumah, Izzan langsung melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dan setelahnya dia menuju ke walk in closet dengan memakai Bathrobenya


Setelah berpakaian, Izzan mengambil ponselnya yang ada diatas nakas lalu dia merebahkan dirinya ditempat tidurnya. Izzan menghela nafas panjang, sedaritadi dia terus memikirkan Zahra. Dia terus saja mengingat wajah cantik wanitanya itu, bahkan untuk beberapa kali dia tersenyum ketika mengingat betapa chubbynya pipi Zahra


"Aku penasaran sekali dengan tubuhnya, dia selalu menutupi tubuhnya dengan gamis dan juga kepalanya dengan hijab. Sepanjang apa rambutnya itu, pasti rambutnya sangat indah. Dann, Apakaahh..." gumam Izzan dalam hati sambil tersenyum. Tapi ketika dia membayangkan hal yang lebih dari Zahra, dengan cepat dia menepis fikiran kotornya itu


"Apa yang kamu fikirkan bodoh! haaahh.. kamu jadi membangunkan juniormu Izzan!" (Ucap Izzan sambil mengusap wajahnya dengan kasar, karena hanya dengan membayangkan wajah Zahra saja sudah dapat membangunkan Izzan junior yang ada dibawah sana)


Karena takut dirinya hilang kendali, Izzan pun memilih memejamkan matanya. Tapi, sudah cukup lama dia berusaha memejamkan matanya tetap saja dia tidak bisa tidur. Dia pun menatap ponselnya,


"Zahra, yaaa Zahra. Semoga dia belum tidur" gumamnya dalam hati sambil tersenyum menatap ponselnya


Izzan berniat mengirimkan pesan kepada Zahra. Karena meskipun baru beberapa jam dia pulang dari rumah Zahra, dia sudah sangat merindukan kelinci kecilnya itu. Izzan pun tampak mengetik pesan sambil terus tersenyum

__ADS_1


"Assalamualaikum, ra. Jangan tidur larut malam, jaga kesehatanmu" (Isi pesan Izzan pada Zahra)


Sementara diseberang sana, Zahra juga belum merasa mengantuk. Karena dia sedang membayangkan betapa canggungnya dia pada Izzan nanti saat disekolah. Saat ingin membalikkan tubuhnya kesamping, Zahra melihat ke arah ponselnya yang terdapat notif pesan


Tinggg


Zahra langsung mengambil ponselnya dan langsung menyipitkan matanya saat terdapat pesan dari 'Si Angkuh' , yang tak lain adalah Izzan


"Sudah jam segini, kenapa dia belum tidur? dan kenapa dia mengirimku pesan?" guman Zahra bertanya-tanya dalam hatinya, sambil terus menatap pesan yang dikirim oleh Izzan


"Waalaikumussalam warrahmatullah wabarokatuh, iyaa" (Balas Zahra singkat)


Dan Izzan yang mendapat balasan dari Zahra terlihat merekahkan senyum manis dipipinya. Sedangkan Zahra, sudah meletakkan kembali ponselnya itu ke atas nakas yang ada disamping tempat tidurnya dengan wajah dinginnya


Dan keduanya pun kini sudah terlelap, dua remaja itu sudah mulai masuk kedalam alam mimpinya masing-masing. Zahra tertidur dengan fikiran yang masih bingung dan perasaan yang canggung, sementara Izzan tertidur dengan perasaan yang sangat bahagia karena mendapati Zahra yang membalas pesannya dengan cepat


***


Malam pun kini sudah berganti pagi, membuat dua remaja yang tengah menyelami dunia mimpinya itu terjaga


Papa Irfan yang melihat putranya itu terus-menerus tersenyum pun, memutuskan untuk bertanya


"Zan, kenapa kamu tersenyum terus?" (Tanya papa Irfan yang menatap bingung pada anaknya)


"Akkhh papa, tidak apa pa. Izzan cuma merasa hari ini sangat indah" (Jawab Izzan yang tanpa sadar sudah membuat ayah dan para ART nya tertawa kecil)


"Tuan muda itu lagi kesambet setan opo yo? kok daritadi mesam mesem"


Tuan muda itu lagi kesambet setan apa ya? kok daritadi senyam-senyum (Ucap bi Surti bertanya pada bi Ijah)


"Iyo yo bi Surti, kok koyone tuan muda bahagia sekali"


Iya ya bi Surti, kok kayanya tuan muda bahagia sekali (Jawab bi Ijah sambil tersenyum geli)

__ADS_1


"Shhuut shuutt.. wess wess, nanti kita dimarahi tuan besar. Tuan besar kan ndak pernah mau pembantunya ngegosip, hihihi"


Shhuut shuutt.. sudahh sudahh, nanti kita dimarahi tuan besar. Tuan besar kan ga pernah mau pembantunya ngegosip, hihihi (Ucap bi Surti pada bi Ijah, dan keduanya pun tertawa kecil)


Kemudian bi Surti dan bi Ijah menoleh sekilas ke arah kedua pria beda umur itu, keduanya sedang menikmati sarapan paginya tanpa suara. Dan setelah selesai dengan sarapan paginya, Izzan pun pamit kepada sang ayah untuk berangkat kesekolah


***


Sesampainya disekolah Izzan langsung memarkirkan mobil mewahnya dan ketika dia hendak turun dari mobil, tiba-tiba ada tangan seorang wanita yang melingkar dilengan kekarnya


"Izzan... Kamu tuh yaa pindah kekota ini kok tidak bilang-bilang" (Ucap gadis itu dengan suara yang sangat manja)


"Lepas Naya! kita sudah tidak ada hubungan lagi" (Sarkas Izzan sambil menghempaskan tangan Naya, yang tak lain adalah mantan kekasihnya)


Dulu, Izzan sangat mencintai Naya. Bahkan, Izzan selalu memberikan barang-barang mewah yang Naya minta. Naya yang memanglah seorang penjilat, dengan sangat tidak malunya dia memperlihatkan kemolekan tubuhnya pada Izzan agar Izzan memberinya kemewahan yang lebih. Tapi, Izzan langsung memutuskan hubungannya dengan Naya saat dia tahu bahwa Naya adalah wanita yang siap memberikan tubuhnya pada pria manapun karena uang. Dan sejak saat itu, Izzan sudah membuang jauh perasaannya pada Naya. Lalu, bagaimana dengan Naya? Gadis itu terus saja mengejar Izzan


"Zan, ayolahhh.. aku sangat merindukanmu, ayo kita ke caffe" (Ucapnya pada Izzan sambil menarik tangan Izzan, namun dengan cepat Izzan hempaskan lagi dengan kasar)


"Cukup!! Kalau kamu tidak segera pergi dari hadapanku, akan ku patahkan kakimu agar tidak bisa mengejarku lagi" (Ancam Izzan pada Naya, yang membuat Naya langsung meninggalkannya)


"Hemmhh! dasar wanita penjilat" (Ucap Izzan seorang diri sambil menatap punggung Naya yang semakin menjauh)


Izzan pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang Rapat. Karena hari ini adalah hari perbaikan nilai para murid yang terkena Remidial, jadi Izzan hanya datang untuk rapat mengenai acara Pesta Pelajar yang kemarin diundurnya. Begitupun dengan Zahra juga kedua temannya, Dian dan Sissy. Mereka bertiga datang kesekolah hanya untuk rapat


Zahra juga kedua temannya, kini sudah ada diruang rapat. Dan disana juga sudah ada beberapa anggota Osis yang lainnya, sedangkan anggota yang lain sedang memperbaiki nilai mereka pada guru bidang studynya masing-masing


Sissy yang lupa membawa ponselnya, tampak kebingungan mencari benda itu didalam tasnya. Zahra dan juga Dian yang melihat Sissy mencari sesuatu pun, menaikkan salah satu alisnya kebingungan


"Ssy, kamu cari apa sih?" (Tanya Dian pada Sissy yang masih tampak sibuk mencari ponselnya)


"Ini Di, ponselku ga ada. Apa aku tadi lupa bawa ya?" (Jawab Sissy sambil mengingat-ingat)


"Ehh Ra, aku pinjem ponselmu dong. Aku mau memastikan aja. Ponselku ada dirumah atau engga" (Ucap Sissy pada Zahra, yang menbuat Zahra mengangguk dan langsung memberikan ponselnya pada Sissy)

__ADS_1


Ketika Sissy mencari kontaknya diponsel Zahra, dia melihat nama kontak 'Si Angkuh'. Sissy yang penasaran, langsung melihat foto profilnya dan mata Sissy terbelalak. Dia melihat foto pria pada profil, dan pria itu adalah Izzan yang menggunakan pakaian casual sambil memasukkan satu tangannya kedalam saku celana dan satu tangannya lagi tampak sedang membenarkan rambutnya. Sissy yang merasa penasarannya berkelanjutan, kini melihat-lihat isi pesan antara Izzan dan Zahra. Matanya pun semakin terbelalak, ketika mendapati pesan singkat kakak kelas mereka pada Zahra itu. Terlebih, Zahra yang membalas pesan Izzan membuat Sissy menganga. Karena selama ini, tidak satupun pria yang mendapat respon dari Zahra meski hanya sekedar membalas pesan


__ADS_2