
Ucap Izzan juga Zahra bersamaan sambil tersenyum pada penjual bakso
"Sama-sama mas, mbaa. Silahkan dinikmati" (Balas si penjual bakso, yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Izzan dan Zahra untuk membuat pesanan pembeli lainnya)
☘☘☘
Setelah selesai memakan bakso, Izzan dan Zahra memutuskan untuk pulang kerumah ayah Abidzar. Mereka berdua masih tetap tinggal serumah dengan keluarga Zahra, karena permintaan dari keluarga Zahra sendiri. Mereka merasa belum siap, kalau harus berjauhan dengan Zahra. Bagi mereka, Zahra adalah sebab keluarga itu hidup. Zahra selalu membawa Kedamaian juga ketentraman pada keluarganya.
Dan hal itu, tidak masalah bagi Izzan. Karena selama istrinya merasa nyaman dan bahagia, maka dia akan menurutinya. Lagipula, dia tidak ingin terburu-buru untuk mengajak istrinya pindah ke rumah yang sudah dia buatkan untuk Zahra itu. Dia ingin Zahra benar-benar sudah mempersiapkan dirinya, untuk mandiri mengurus rumah tangga dan juga suaminya.
"Assalamualaikum kak"
"Assalamualaikum"
Ucap Izzan dan Zahra memberi salam pada Aisyah yang sedang menyiram tanaman dihalaman rumah
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam dik. Cepatlah bersihkan tubuh kalian, sebentar lagi kita akan menghadiri pesta pernikahan keponakan ummi" (Ucap Aisyah sambil terus menyiram tanaman)
"Baiklah kak, kami masuk dulu" (Ucap Izzan, yang dianggukkan oleh Aisyah)
Kemudian Izzan dan Zahra berlalu pergi ke kamar mereka. Zahra memutuskan untuk mandi lebih dulu, karena dia tidak ingin Izzan menunggunya bersiap terlalu lama. Dan setelah Zahra selesai dengan mandinya, dia meminta suaminya untuk mandi
"Sayang, aku sudah selesai. Cepat mandinya, aku akan siapkan pakaianmu" (Ucap Zahra sambil membuka lemari pakaian, dan memilih setelan jas kemeja untuk suaminya nanti)
"Iya sayang" (Sahut Izzan sembari menutup laptopnya, kemudian berlalu pergi kedalam kamar mandi)
Ketika Izzan sudah berada dalam kamar mandi, seperti biasa dia menggosok giginya terlebih dulu di wastafel kamar mandi. Setelah selesai menggosok giginya, Izzan pun mencari facial washnya. Ketika dia sedang sibuk mencari facial washnya didalam kotak sabun yang ada diatas wastafel, Izzan tampak dibuat heran dengan adanya kantong plastik berwarna hitam yang ditutupi dengan deretan sabun-sabun dikotak itu. Izzan yang merasa penasaran dengan kantong plastik itupun langsung mengambilnya, dan dengan cepat dia membuka kantong plastik itu. Betapa terkejutnya dia, setelah melihat isi dari kantong plastik itu. Dia melihat banyak sekali pil KB dan juga alat tes kehamilan, yang pemiliknya siapa lagi kalau bukan milik istrinya
"Apa kau tau sayang, aku sudah sangat ingin memiliki anak. Aku ingin duniaku lebih berwarna. Tapi, apa yang kamu lakukan ini sudah tidak bisa ditolerir" gumam Izzan dalam hati sembari meremas pil KB dan juga alat tes kehamilan yang dipegangnya itu
Kemudian, Izzan keluar dari kamar mandi dengan sangat tersulut emosi
__ADS_1
Brrakkk
Izzan membanting kasar pintu kamar mandi, membuat Zahra yang sedang menghias wajahnya pun tersentak kaget. Sementara Izzan, mempercepat langkahnya ke arah Zahra. Lalu Izzan melempar kantong plastik yang berisikan pil KB dan alat tes kehamilan itu tepat diwajah Zahra
"Apa ini?! haaa! apaa kau fikir, kita menikah hanya untuk bermain-main saja? apa pernikahan ini hanya sebuah lelucon bagimu? apa aku kurang memberikanmu waktu bebas untuk berkumpul dengan teman-teman mu itu?!" (Tanya Izzan dengan sedikit teriak dan tatapan mata yang sangat tajam)
"A-aku bisa me-menjelaskannya sayang. I-itu a-" (Jawab Zahra terbata-bata. Dan ketika dia hendak melanjutkan perkatannya, Izzan sudah memotong perkataannya lebih dulu)
"Apa yang akan kau jelaskan lagi Zahra Syifatunnisa?!" (Sarkas Izzan sambil mendongakkan kepalanya sekilas)
Deggg
"Dia memanggilku dengan namaku? ya Tuhan, ku mohon.. jangan biarkan suamiku meninggalkanku karena kesalahanku ini, aku mohon. Aku tidak bisa hidup tanpa dirinya" gumam Zahra dalam hati, tubuhnya terasa lemas. Lidahnya pun sudah terasa begitu kelu, untuk menjelaskan semuanya pada Izzan
"Aku akan menemui abah dan semuanya, aku akan bilang kalau kita tidak ikut menghadiri pesta pernikahan keponakan ummi. Dalam sehari ini, kita akan membuat adik untuk para keponakanmu itu" (Ucap Izzan sambil tersenyum smirk, yang membuat Zahra menelan salivanya dengan kasar)
__ADS_1
Gleeggg
"Apa dia akan balas dendam? apa dia akan memakanku habis-habisan? Oh Tidak!" gumam Zahra dalam hati