
Setelah hari dimana Izzan memberikan kejutan pada Zahra, berita akan pernikahan mereka berdua itu pun sudah menjadi trending topik nomor 1. Dan hal itu sudah sampai ditelinga Alex, salah satu rekan kerja Izzan yang sampai saat ini masih terus ingin menikahkan Putri nya dengan Izzan. Alex merasa, jika Zahra terlalu rendah untuk menjadi isteri Izzan
"Hemhh, hanya seorang gadis SMA. Sedangkan puteriku? model terkenal dan ternama dunia. Apalagi, puteriku itu lebih cantik dari nya" (Ucap Pria itu seorang diri, sambil menikmati segelas Vodka dan menatap ke arah luar jendela untuk menikmati indahnya pemandangan malam sekaligus menghirup udara malam itu)
Disaat Alex tengah memandang foto puterinya yang ada di ponselnya , tiba-tiba dia mendapat panggilan video dari sang puteri
"Hallo, ayah.." (Sapa nya dari seberang sana, yang tampak disampingnya ada seorang pria tampan dan ber jas)
"Hallo, nak. Siapa itu? apa itu teman mu?" (Tanya Alex yang merasa tak asing dengan pria itu)
"Ohh hi, om. Aku Agazel, saat ini aku ingin mengajak puteri om untuk berbelanja. Dan besok, kami akan membeli perhiasan dan juga gaun pengantin untuk pernikahan kami. Aku harap om merestui nya ya hehe, dan dalam waktu 3 hari ini kami akan berangkat ke Indonesia untuk melangsungkan pernikahan kami" (Ucap Pria yang bernama Agazel itu)
"Jadi anak ayah mulai tidak terbuka pada ayah ya??" (Goda Alex pada puterinya)
"Hahaha, maafkan aku ayah. Hanya saja, aku tidak ingin ayah menjodohkan ku. Aku ingin Agazel lah yang menjadi suamiku" (Ucap puteri Alex yang membuat Alex tersenyum sekilas)
"Apa pekerjaannya?" (Tanya Alex pada puterinya)
"Dia CEO Hotel ternama disini ayah" (Jawab puteri Alex dengan jujur)
"Hemm syukurlah. Ayah setujui hubungan kalian, cepatlah kembali. Ayah akan menyiapkan semuanya" (Ucap Alex sambil menutup panggilan video)
"Semoga pilihanmu ini benar, sayang. Semoga dia adalah pria yang aku idam-idamkan menjadi menantuku seperti Izzan" (Ucap Alex seorang diri lagi)
"Haahh.. sudahlah, ku rasa memang puteriku tidak berjodoh dengannya" (Lanjutnya lagi sembari meminum vodka nya itu)
☘☘☘
Malam pun kini telah berganti pagi. Dan karena hujan, cuaca menjadi sangat dingin. Membuat seorang gadis semakin meringkuk didalam selimutnya
"Huuuhhh, pagi ini dingin sekaliii hiii" (Ucap Fatimah sembari menggosokkan kedua telapak tangannya)
"Kak, ayo bangun. Ummi memintaku membangunkan kakak, ummi bilang kalau hari ini kakak ada meeting ya?" (Ucap Zahra membangunkan kakaknya)
"Iya dik, kakak hari ini ada meeting. Memangnya, ini jam berapa sekarang?" (Tanya Fatimah dengan nada malas karena masih mengantuk)
"Sudah jam 6.15 kak" (Jawab Zahra yang mata Fatimah terbelalak dan langsung lompat dari ranjang dan berdiri tegak)
"Astaga!! jam 6.15?!!! . Astaga astaga astaga Fatimah kenapa kau bodoh sekali. Baiklah, kamu boleh pergi dik. Kakak akan bersiap-siap dan katakanlah pada ummi, kakak tidak ikut sarapan karena kakak sudah terlambat sekali" (Ucap Fatimah dari balik pintu kamar mandinya)
"Baiklah kak" (Balas Zahra dengan singkat)
Dan ketika Zahra sudah ada dimeja makan, ummi Marwah tampak melihat kearah belakang Zahra karena mencari keberadaan Fatimah
__ADS_1
"Kak Fatimah katanya tidak ikut sarapan, Ummi. Kakak bilang, kakak sudah sangat terlambat untuk meeting dan sekarang kakak sedang mandi tuh" (Ucap Zahra yang seolah tahu apa yang dicari oleh ibu nya)
"Baiklah nak, tidak apa. Cepat ambilkan suami mu makanan" (Titah ummi Marwah pada Zahra)
"Iya, Ummi" (Balas Zahra sembari mengambil piring nasi yang sudah mulai diisinya dengan nasi beserta lauk pauk untuk Izzan)
Dan disaat mereka tengah asik menyantap sarapan paginya, Fatimah keluar dari kamar nya dengan sedikit berlari
"Pagi semua, aku berangkat dulu yaa. Aku sudah sangat telat" (Ucap Fatimah sambil meminum segelas susu yang memang disediakan untuknya)
"Muuaahh.. Daaa abah, daa ummi" (Pamit Fatimah yang sebelumnya sudah mencium kening ayah dan ibu nya)
"Kak, jangan lupa nanti jam 2 siang" (Ucap Izzan dengan sedikit berteriak pada Fatimah yang sudah berada di ruang keluarga)
"Akan aku usahakan..." (Balas Fatimah yang juga dengan suara sedikit berteriak)
"Heemm.. tumben tumbenan nih adik dan kakak ipar" (Ucap Zahra yang tidak tahu kalau pada jam itu lah dia akan mendapatkan kejutan rumah baru dari suaminya. Namun tidak digubris oleh suaminya)
"Ckk ckk ckk.. anak abah yang satu itu memang kebiasaan. Bangun pagi nya susah, persis seperti ayah nya " (Decak ummi Marwah sembari melihat ke arah ayah Abidzar)
"Ohohoo.. ayolah ummi, kan dia itu Putri abah. Jadi wajar kalau sifatnya mirip abah, kalau mirip tetangga kan bisa berabe urusan mi" (Sahut ayah Abidzar yang membuat semuanya tertawa)
Setelah mereka semua selesai dengan sarapan paginya, Izzan juga Zahra pun masuk ke dalam kamar karena Zahra hendak mengambil kan setelan jas kemeja untuk suaminya
"Sayang, nanti ikut mas ya. Abah, Ummi, Papa, dan semuanya juga ikut" (Ucap Izzan yang membuat Zahra bertanya-tanya)
"Eemm sepertinya tidak" (Jawab Izzan berbohong)
"Heemm tapi aku merasa masih ada kejutan, ayolaahhh.. cepat katakan" (Pinta Zahra sambil merengek manja)
"Eehmm no no no.. dalam hal surprise men surprise, tidak boleh ada yang ter spoiler" (Ucap Izzan yang mencoba menahan rasa gemasnya pada Zahra yang terlihat sangat lucu ketika merengek seperti itu)
"Hiisshh, baiklah. Aku pulang jam 12 siang, jangan telat menjemputku ya. Kalau pun telat, segera kabari aku.. supaya aku bisa minta jemput pak Urip" (Ucap Zahra mengingatkan)
"Siiaapp nyonyaa Izzan.." (Tukas Izzan sembari memeluk tubuh mungil isterinya dari belakang)
☘☘☘
Tak terasa, waktu pun kini sudah menunjukkan pukul jam 12 siang. Izzan yang sedang berada diruang meeting, tampak melihat arloji yang ada ditangannya
"Baiklah, saya rasa sudah cukup pembahasan rapat kita pada siang ini. Jikalau ada yang masih ingin menanyakan tentang Arsip Rapat, bisa kalian tanyakan pada sekretaris saya. Terimakasih, dan selamat siang" (Ucap Izzan sambil berdiri dari tempat duduknya, kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang rapat)
Hanya dalam waktu 25 menit, mobil yang dikendarai oleh Izzan pun kini sudah berada dihalaman sekolah. Dengan cepat Izzan turun dari mobil sembari membenahi jas yang dikenakannya. Matanya pun tak sedetikpun dia hentikan untuk mencari keberadaan sang isteri
"Maasss" (Panggil Zahra ketika melihat suaminya sedang mencarinya. Sementara Izzan yang mendengar panggilan itu pun langsung mencari keberadaan suara isterinya itu. Dan ketika dia menemukan keberadaan Zahra, Izzan pun berlari menghampiri sang isteri yang lalu memeluknya)
__ADS_1
"Mas kangen banget sayang" (Ucap Izzan manja sambil terus memeluk Zahra)
"Masaa baru ditinggal berapa jam untuk Ujian saja kangen sih mas" (Ucap Zahra yang membuat Izzan merasa gemas)
"Ya iya lah... gimana ga kangen, orang istriku aja se gemas ini. Yasudah, ayo sayang" (Ajak Izzan sambil menarik tangan Zahra)
"Hisshh mas tuhh, aku kan lapar mas. Main ayo ayo saja" (Protes Zahra)
"Sudahlah ayo ikut mas saja" (Ajak Izzan lagi, yang langsung dituruti oleh Zahra)
Dan ketika mereka berdua berada didalam mobil, Izzan pun memberikan kotak makanan untuk Zahra. Dengan senang, Zahra membukanya
"Waahh ayam bakar, mass? heemm enaknyaaa, mas tauu aja aku lagi pengen ayam bakar hihi" (Ucap Zahra yang tak lama, melahap makanannya itu)
"Pelan-pelan sayang makannya, tidak akan mas minta kok" (Ucap Izzan mengingatkan, sambil mulai menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan halaman sekolah)
"Mas sudah makan?" (Tanya Zahra)
"Belum sayang, nanti saja kalau sudah sampai ditempat yang mau mas tunjukkan" (Jawab Izzan yang membuat Zahra kembali bertanya-tanya, tapi kali ini tidak terlalu dia fikirkan)
Ketika mereka berdua sudah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Izzan menghentikan mobilnya ditepi jalan
"Lohh mas, kok berhenti sih? ada apa?" (Tanya Zahra)
"Kamu pakai tutup mata ini dulu, nanti kalau sudah sampai ditempat akan mas buka kan penutup mata nya" (Jawab Izzan sembari memberikan penutup mata pada Zahra. Dan karena tidak mau membuang waktu, Akhirnya Zahra pun menuruti perkataan Izzan itu)
Disepanjang perjalanan, Zahra hanya bisa merasakan betapa dingin dan sejuknya cuaca siang hari itu. Padahal, disaat mereka berdua baru saja melakukan perjalanan cuaca hari itu sangatlah panas. Dan tidak lama, Zahra merasa bahwa mobil yang dikendarai nya dan juga suaminya itu berhenti. Kemudian dengan cepat, Zahra mendengar suara pintu mobil terbuka
"Ayo sayang, hati-hati" (Ucap Izzan sembari membantu Zahra keluar dari mobil)
Saat sedang berjalan secara perlahan, Zahra mendengar beberapa orang tengah asik berbisik-bisik. Dan suara itu sangat tidak asing ditelinganya. Kemudian ketika Izzan berhenti melangkah, Zahra pun ikut berhenti. Lalu dengan sangat perlahan, Izzan membuka penutup mata Zahra
Dan...
Betapa Indah dan cantiknya rumah mewah yang tampak berdiri kokoh, dapat Zahra lihat. Seketika, Zahra dikejutkan dengan suara dari arah belakang
"Selamat datang, Zahraaaaa"
Sorak abah, ummi, papa Irfan, Aziz, Hafidz, dan semua anggota keluarga Zahra lainnya serta para tamu undangan yang tampak ikut hadir memeriahkan penyambutan Zahra itu. Melihat itu, Zahra langsung memeluk suaminya dan Izzan pun segera membalas pelukan itu dengan menghujani ciuman di wajah cantik Zahra
"Apa kamu menyukai ini sayang? apa ada yang kurang?" (Tanya Izzan sembari melihat ke arah rumah Indah berdinding kaca itu)
"Sangat sayang. Terimakasih, Terimakasih atas semuanya" (Jawab Zahra sambil mengeratkan pelukannya, dan menghirup aroma tubuh suaminya sesaat)
__ADS_1
Dan acara penyambutan itu pun berakhir menjadi acara syukuran rumah baru yang mulai saat ini, Izzan juga Zahra akan memulai hidup mandiri dan membangun keluarga bahagia mereka