Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
MENGUNJUNGI CALON ANAK


__ADS_3

Hii guys!!!


Gimana nih kabarnya? author harap kalian semua selalu diberikan kesehatan dari yang Maha Cipta, yaaa❤️❤️❤️


Maaf ya guyss author baru sempat up, karena author udah mulai LURING *** dari hari senin-sabtu dan jam pulang sekolah jam 3 sore😭😭😭 jadi author gaada waktu deh buat up:(


Tapi ga apaaaa, author bayar sekarang yaaaaaa😭🤗🤗🤗


happy reading guyssss!!


_____________________________________________


"Ahaahhaa sudah sayangg, ini sangat menggelikan ohh hahaha" (Ucap Zahra yang merasa sangat geli)


Sementara bi innah dan dokter yang melihat hal itu, spontan pamit keluar kamar agar sepasang suami isteri itu dapat menghabiskan waktunya bersama.


"Kita harus memberitahu kan kabar gembira ini pada semuanya sayang" (Ucap Izzan yang sudah menghentikan kegiatannya pada istri cantiknya itu)


Izzan melangkahkan kakinya ke arah nakas yang ada disamping pintu kamar tidurnya. Lalu dia tampak menghubungi seseorang


"Paaa, papa sebentar lagi punya timang cucu paa" (Ucap Izzan pada seseorang di seberang sana, yang tak lain adalah papa Irfan)


"Kamu ini, salam juga belum.. main nyerocos saja!" (Sahut papa Irfan yang masih belum sadar, terhadap apa yang dikatakan oleh anaknya itu)


"Aahh iyaa paa, maaf maaf. Habisnya Izzan tuhh bahagia banget paa.. Izzan sebentar lagi punya jagoaan" (Ucap Izzan sambil melihat ke arah isterinya yang sedang tersenyum manis padanya)

__ADS_1


"Apaa? jagoan?" (Tanya papa Irfan sambil menyerengitkan dahinya)


"Iyaa paaa... jagoaannnn. Papa ini lagi apa si pa, sampai tidak fokus begitu" (Ucap Izzan berbalik tanya)


"Papa itu sedang ada rapat, nak. Karena, kolega bisnis papa yang dari Turki bulan lalu itu meminta papa untuk membahas kerjasama dengan perusahaan kita lagi. Ehhh, tiba-tiba orangnya sudah ada disini saja" (Jawab papa Irfan dengan nada yang sedikit kebingungan)


"Ooohh rupanya, papa sedang kedatangan janda kaya dari Turki.. Hahaha, baiklah paa baiklah. Maaf sudah mengganggu waktunya" (Ucap Izzan yang membuat papa Irfan menghela nafasnya panjang)


"Haaahh.. kamu inii, itu hanya kolega bisnis. Lagipula, papa itu tidak suka dengan janda itu. Kurang menantang.." (Ucap papa Irfan)


"Ppffttt.. hahahaha, paapaaa papaa. Kalau mau yang menantang, nanti Izzan carikan paa tenang saja" (Ucap Izzan yang diiringi dengan tawa lepas)


"Tidak, tidak. papa hanya bercanda saja. Sekarang cepat ulangi perkataanmu tadi. Jagoan apa" (Titah papa Irfan)


"Baiklah baiklaahh.. Zahra, sedang mengandung anakku paa.. calon cucu papa" (Ucap Izzan sembari mendudukkan bokongnya disamping Zahra yang sedang terbaring diranjang)


"Iyaa paa iyaa.. Izzan akan selalu menjaga menantu kesayangan papa ini, dan juga calon cucu papa" (Balas Izzan yang juga bernada serius, sambil mengelus-elus kepala istrinya yang lalu berpindah pada perut Zahra yang masih terlihat rata itu)


"Baguslah, cepat berikan ponselmu pada Zahra. Papa ingin bicara padanya" (Titah papa Irfan lagi, yang langsung saja di iya kan oleh Izzan dengan memberikan ponselnya pada Zahra)


"Assalamualaikum, pa" (Ucap Zahra memberi salam)


"Wa'alaikumussalam, nak. Bagaimana keadaanmu? apa kau sedang menginginkan sesuatu?" (Tanya papa Irfan)


"Keadaanku baik-baik saja, pa. Dan saat ini, aku sedang tidak ingin apapun. Aku hanya ingin, doa dari papa untuk aku dan juga cucu papa ini" (Jawab Zahra sembari mengelus perutnya)

__ADS_1


"Tentu nak, papa akan selalu mendoakan mu dan juga keluargamu. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian" (Ucap papa Irfan, yang membuat hati Zahra menghangat)


"Baiklah kalau begitu, nanti kita lanjutkan lagi. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus papa urus dulu" (Lanjut papa Irfan lagi)


"Iya, pa. Sehat selalu papa" (Ucap Zahra)


"Aamiin. Terimakasih, nak" (Balas papa Irfan, yang tak lama mematikan sambungan telfon)


"Papa sudaah.. sekarang, kita harus memberitahu keluargamu sayang" (Ucap Izzan sembari hendak menghubungi telepon rumah keluarga ayah Abidzar)


"Tunggu sayang. Jangan beritahu orang rumah dulu, besok adalah hari ulang tahun ummi. Jadii, besok saja kita beritahu kan hal bahagia ini" (Ucap Zahra yang disetujui oleh suaminya)


"Oiyaa sayang, siapa yang menggantikan aku dihari kelulusanku ini? oh ya Tuhannnn, kenapa akuu bisa melupakan hari kelulusan kuuu" (Rengek Zahra, sambil terburu-buru merapikan pakaiannya lagi)


"Heyyy, tenang lahh sayaangg.. Asistenku sudah mengurusnya. Kamu tidak perlu khawatir, mungkin sebentar lagi dia akan kemari untuk mengantarkan berkas kelulusanmu" (Ucap Izzan sembari memeluk tubuh isterinya dari arah belakang, dan mencium tengkuk leher Zahra)


"Syukurlah.. Terimakasih sayang" (Ucap Zahra sambil mengelus tangan kekar Izzan yang tengah memeluk pinggang rampingnya dengan sangat erat)


"Sudah?? apa seperti itu caramu berterimakasih? hiisshh" (Sarkas Izzan yang langsung mengendurkan pelukannya, dan membuat Zahra langsung saja berbalik arah menghadap padanya)


"Lalu? aku harus apa sayanggg" (Tanya Zahra yang berpura-pura tidak tahu)


"Eemmm, ku rasa.. anak kita ingin papanya mengunjunginya sayang" (Jawab Izzan sembari mengarahkan tangan mungil Isterinya pada pusaka kebanggaan nya)


Dan pagi itu pun dihabiskan oleh sepasang suami isteri itu untuk bercinta, menghabiskan waktu dengan kegiatan panas mereka.

__ADS_1


_____________________________________________


Haduuuuuhh kenapa jadi hareudang pisaaannn😭 author jadi greget sendiri, huaaaaaa 😭


__ADS_2