
Waktu siang pun berganti malam, Izzan sudah berada didalam kamar Zahra yang kini menjadi kamarnya juga. Izzan berniat memberitahukan berita skandal itu pada Istrinya, dia tampak setia menunggu Zahra yang sedang merias wajahnya. Dan setelah Zahra selesai merias wajahnya, akhirnya Zahra berjalan mendekat kearah ranjang lalu merebahkan tubuh rampingnya dipelukan Izzan
"Ada apa sayang?" (Tanya Zahra sambil menatap Izzan dengan tatapan penuh tanda tanya. Karena menurut Zahra, suaminya itu sedang gundah)
"Hufftt... aku bingung harus memulainya bagaimana sayang" (Jawab Izzan menghela nafasnya panjang)
"Katakanlah sayang. Aku siap menjadi pendengar yang baik untukmu" (Ucap Zahra yang kini sudah diposisi duduknya, kemudian diikuti oleh Izzan sambil menggenggam erat tangannya)
"Apa kamu siap melihatnya?" (Tanya Izzan)
"Melihat?" (Zahra berbalik tanya)
"Iya atau tidak?" (Ulangi Izzan bernada lembut)
"Iyaa iyaa, aku siap" (Jawab Zahra sambil mengangguk-angguk kepalanya pelan)
Dan Izzan pun memberikan ponselnya pada Zahra, lalu dengan pelan Zahra menerima ponsel suaminya itu kemudian dia melihat sebuah video panas. Awalnya dia sangat marah karena mendapati Izzan menunjukkan film biru itu padanya, tapi pada akhirnya matanya dibuat terbelalak dan mulutnya pun menganga karena dia melihat pemeran wanita itu adalah dirinya. Namun dengan tenang, dia memberikan ponsel itu pada suaminya kembali
"Apa papa, abah, dan ummi sudah tau tentang ini?" (Tanya Zahra dengan wajah dan suara yang sangat tenang)
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu sayang. Dari awal memang aku sudah tidak percaya, karena akulah yang pria pertama untukmu. Dan responmu itu semakin membuktikan kalau wanita itu bukanlah kamu" gumam Izzan dalam hati sambil tersenyum menatap Zahra yang menatapnya balik dengan wajah tanpa ekspresi
"Kamu tidak usah khawatir sayang, video itu sudah aku kembalikan ke video aslinya dan pemeran wanita itu sudah ku temukan keberadaannya. Aku sudah meminta dia untuk mengklarifikasi video itu besok didepan para awak media. Aku juga akan mengembalikan nama baikmu, dan aku sudah tau siapa pelakunya. Secepatnya akan aku buat dia mendekam didalam penjara" (Jawab Izzan sambil terus menggenggam tangan Zahra sangat erat)
"Terimakasih.." (Ucap Zahra tersenyum)
"Shuutt.. tidak usah berterimakasih seperti itu sayang, aku adalah suamimu. Jadi hidupmu, adalah hidupku juga. Aku akan menjagamu sekuat jiwa dan ragaku" (Tukas Izzan dengan mantap, dan dibalas pelukan hangat dari Zahra yang kemudian dibalasnya pelukan itu)
Pelukan itu kini berubah menjadi permulaan pergumulan panas antara keduanya. Sehingga malam itu, terjadilah aktifitas panas yang biasanya dilakukan oleh pasangan suami istri
Kurang lebih sudah 3 jam sepasang suami istri itu melakukan pergumulan panasnya, dan kini mereka tampak sudah terlelap dengan masih menyisakan peluh-peluh keringat karena aktifitas panjangnya. Izzan memeluk posesif istri cantiknya itu, dan begitupun dengan Zahra. Namun baru beberapa saat Zahra memejamkan matanya, matanya sudah terjaga kembali
"Sayang banguuunn" (Ulang Zahra sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya pelan)
"Heemm.." (Jawab Izzan yang masih menutup matanya)
"Aku mau pipis.. rasanya sangat perih sayangg, tolong gendong akuuu" (Ucap Zahra, yang membuat Izzan terjaga dari tidurnya dan langsung menggendong tubuh Zahra lalu melangkah menuju kamar mandi)
"Terimakasih sayang" (Ucap Zahra yang sudah diturunkan dari gendongan Izzan)
__ADS_1
"Iyaa sayangg.." (Balas Izzan dengan senyuman penuh cinta pada istri cantiknya)
"Wooww.. suaranya mengalahkan ikan lele yang digoreng, hahaha" (Ucap Izzan terkekeh kecil)
"Hiisshh dasarr. Giliran baru lihat penutupnya saja, sudah merengek minta dienakkan" (Sahut Zahra dengan kesalnya)
"Hahaha, iyaa iyaa sayang maaf aku hanya bercanda. Ayo kita kembali tidur" (Ajak Izzan)
"Heyyy tunggu doongg.. kan aku belum membilasnya" (Protes Zahra)
"Oiyaa hehehe" (Ucap Izzan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal)
"Aawww! ssstt aahh sayang periihh" (Rengek Zahra ketika merasakan perih yang teramat dibagian intinya ketika dia membilasnya, dan Izzan langsung saja panik karena nya)
"Kenapa sayang, apa yang perih. Mana? dimana yang perih?" (Tanya Izzan bertubi-tubi)
"Ini sayangg, ini sayang perih" (Jawab Zahra jujur sambil menunjuk bagian intinya)
"Baiklah tunggu disini ya, aku akan mengambilkan air hangat untuk membilas milikmu" (Ucap Izzan yang dibalas anggukan kepala oleh Zahra)
__ADS_1
Kemudian, setelah 2 menit Izzan kembali kepada Zahra dengan membawa serta air hangat untuk membilas kemalu*n istrinya itu. Lalu setelah selesai, dia kembali menggendong Zahra kearah ranjang untuk melanjutkan tidur mereka