Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
BERKUNJUNG KERUMAH PAPA


__ADS_3

"Baiklah tunggu disini ya, aku akan mengambilkan air hangat untuk membilas milikmu" (Ucap Izzan yang dibalas anggukan kepala oleh Zahra)


Kemudian, setelah 2 menit Izzan kembali kepada Zahra dengan membawa serta air hangat untuk membilas kemalu*n istrinya itu. Lalu setelah selesai, dia kembali menggendong Zahra kearah ranjang untuk melanjutkan tidur mereka


***


Kini pagi kembali menyapa, ditemani suara angin yang berkesiur dan juga ramainya kicauan burung-burung membuat Izzan dan Zahra terjaga dari tidurnya. Mereka berdua memutuskan untuk pergi mandi bersama, yaaa.. hanya mandi saja


Kemudian setelah keduanya selesai dengan acara mandinya, mereka pun pergi keluar kamar dan menuju ke meja makan untuk menyantap sarapan bersama keluarga besar


"Pagii abah, ummi, kak.."


"Pagi semua"


Sapa keduanya dengan senyum lebar


Izzan tampak menarik kursi untuk Zahra duduk, lalu disusul dengannya sendiri. Perlakuan manis Izzan pada Zahra, membuat keluarga Zahra sangat bahagia melihatnya. Mereka benar-benar tidak salah memilih pasangan hidup untuk puteri kesayangan mereka


"Apa rencana kalian pagi ini nak?" (Tanya ummi Marwah sembari mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk suaminya)


"Nanti selesai makan kami akan kerumah papa, ummi. Dan setelah itu mas Izzan akan mengajakku untuk melihat rumah baru kami" (Jawab Zahra yang juga sedang mengambilkan makanan untuk Izzan)


"Apa kalian benar-benar tidak mau tinggal bersama kami disini saja dik, Zan?" (Tanya Hafidz pada Izzan dan Zahra)


"Tidak kak, aku dan Zahra ingin mandiri. Aku janji akan menjaganya, dan soal kuliahku.. aku sudah memutuskan untuk berkuliah disini saja.. agar aku bisa terus bersamanya" (Jawab Izzan dengan jujur sambil terus menatap Zahra yang sedang mengambilkan makanan untuknya)


"Ekkhheemm.. iyaa iyaa kakak tauu kalau kalian itu pengantin baruu. Mas, pengantin baru mass.. hihihi" (Goda Zulaikha sembari menyenggol-nyenggol lengan Aziz)


"Iya aku tauu sayang, tuhh lihat aura wajah mereka saja terlihat segar begitu. Kamu tau kan kalau semalam itu mereka kenapa, hemm heemm?" (Tambah Aziz yang menaik turunkan kedua alisnya)

__ADS_1


"Kalian itu, tuh lihat! apa kalian tidak ingat kalau disini ada anak-anak kalian" (Ucap ayah Abidzar, membuat Zulaikha dan Aziz yang tadinya terkekeh menjadi diam membisu)


"Puuffttt hahaha, makannya kak.. jadi orang itu jangan suka godain orang" (Balas Zahra, yang langsung saja mendapat umpatan dari Aziz)


"Dasar anak bau kencur" (Gerutu Aziz mengumpat Zahra, tetapi masih didengar oleh ayah Abidzar. Dan ayah Abidzar pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan


Setelah selesai menyantap sarapan paginya, Izzan dan Zahra berpamitan pada semua anggota keluarga


"Abah, ummi, kakak.. aku dan Zahra pamit mengunjungi papa ya, sekaligus kami akan melihat rumah baru kami dulu" (Pamit Izzan yang sebelumnya sudah lebih dulu menyalimi semuanya)


"Iya nak, hati hati dijalan" (Ucap ayah Abidzar yang dibalas anggukkan kepala dan senyuman tipis dari Izzan)


"Dan tolong sampaikan salam abah pada papamu" (Lanjut ayah Abidzar)


"Iya abah, pasti Izzan sampaikan. Kalau begitu Izzan pergi dulu ya bah, ummi" (Ulang Izzan berpamit lagi)


"Pagi mas Izzan" (Sapa pak satpam)


"Pagi juga pak, papa ada kan?" (Sapa Izzan sekaligus tanya nya)


"Ada mas, baru saja tadi pak Irfan selesai jogging" (Jawab pak Satpam)


"Yasudah saya kedalam dulu pak" (Ucap Izzan sambil melajukan mobilnya masuk kedalam pelataran rumah)


"Saha iye teh? pakai jilbab? ihh meni geulis pisan"


Itu siapa? pakai jilbab? ihh cantik banget (gumam pak satpam dalam hati sambil menutup gerbang kembali)


"Assalamualaikum pa.." (Ucap Izzan memberi salam)

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam nak, waah menantu papa cantik sekali" (Ucap papa Irfan menjawab salam Izzan, lalu mengelus Puncak kepala Zahra)


"Kalian sudah sarapan?" (Tanya papa Irfan pada keduanya)


"Sudah kok pa.." (Jawab Zahra dengan senyuman manisnya)


"Aaa bagus bagus, kalian tunggu disini dulu ya. Papa mau mandi sebentar" (Ucap papa Irfan yang segera diiyakan oleh Izzan dan Zahra)


Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya papa Irfan kini sudah selesai mandi. Dan papa Irfan mengajak Izzan juga Zahra ke rooftop rumah


"Ayo duduklah" (Titah papa Irfan pada keduanya untuk duduk dikursi santai yang ada di rooftop. Dan langsung saja Izzan juga Zahra duduk)


"Papa sempat membaca berita tentang Zahra, Zan. Apakah kamu sudah mengurusnya?" (Tanya papa Irfan mulai membuka pembicaraan)


"Papa tenang saja, pemeran aslinya sudah memberikan klarifikasi dan pelakunya juga sudah aku tuntut dengan pasal yang berlapis. Karena ternyata ketika dia sudah terbukti menjadi tersangka, dia masih menyusun rencana untuk mencelakai istriku" (Jawab Izzan dengan menampilkan wajah tersulut emosi. Namun dengan cepat, Zahra mengelus tangan Izzan hingga suaminya itu kembali tenang)


"Memangnya siapa pelakunya, Zan?" (Tanya papa Irfan yang juga merasa panas mendengarnya)


"Naya pa, wanita ular itu" (Jawab Izzan yang merasa jijik menyebut nama Naya itu)


"Naya?? astagaa.. kamu harus waspada padanya Zan" (Ucap papa Irfan mengingatkan)


"Jaga menantuku Zan, dan juga jaga keutuhan rumahtangga mu" (Lanjut papa Irfan lagi)


"Iya pa"


"Pasti pa"


Sahut Izzan dan Zahra bersamaan

__ADS_1


__ADS_2