Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
TIDAK TERGODA DENGAN GODAAN


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat, dan kini sudah tiba waktunya Izzan berangkat pergi ke negara yang memiliki nama latin Lusitania (Portugal)


"Sayangg bangun, sudah jam 5. Bukannya kamu harus tiba dibandara jam 7 tepat?" (Ucap Zahra membangunkan Izzan)


"Heemm aku masih mengantuk sayangg.. 30 menit lagi ya" (Ucap Izzan sambil merubah posisi tidurnya menjadi telungkup atau tengkurap)


Sreekk, tes.. tes..


"Aduhh sayaang.. kan jadi basah pipiku, awas yaa kejahilanmu ini akan ku beri hukuman nanti" (Ucap Izzan sembari mengelap wajahnya yang sengaja Zahra usap dengan rambutnya yang masih basah karena baru saja Zahra selesai mandi)


"Makannya kalau dibangunin itu jangan susah-susah" (Sahut Zahra menahan tawanya)


"Tertawalah tertawalah. Tapi tawamu itu akan aku ubah jadi ******* manja sebentar lagi" (Ucap Izzan sembari mengulum bibirnya sendiri, yang membuat Zahra menelan salivanya dengan kasar)


Gleeggg


"Astaga ini orang, waktu sudah mepet.. dia masih sempet berfikiran mesum saja" gumam Zahra dalam hati


"Pufftt.. Hahaha, sayangg sayang.. tenanglah, aku tidak akan memakanmu sekarang" (Izzan tertawa kecil saat melihat wajah istrinya yang berubah seketika, ketika dia bicara soal *******)


"Baiklah, aku mandi dulu ya" (Lanjut Izzan lagi sembari mengambil bathrobenya)


Setelah selesai mandi, Izzan langsung memakai pakaiannya yang tadi diletakkan oleh Zahra diatas ranjang. Dan tanpa malu, Izzan memakai pakaiannya itu didepan Zahra yang tengah memandangnya dengan tatapan mendamba


"Aakhh, kenapa aku jadi berfikir kotor begini sih" gumam Zahra dalam hatinya sambil membuang pandangannya kearah luar jendela


"Kenapa? apa kamu ingin bermain dengan belalaiku ini? hem?" (Goda Izzan sambil terus memakai pakaiannya)

__ADS_1


"E-enak saja. Siapa sih yang mau bermain dengan belalaimu itu, yang ada buat perih dan luka saja" (Sahut Zahra dengan nada ketusnya)


"Tapi enak kan..?" (Goda Izzan lagi)


"Tidak, tidak enak. Sama sekali" (Sahut Zahra lagi yang menekan kata 'sekali')


"Benarkah? terusss, desahanmu yang 'aahh faster sayang aahh ya Izzan lebih dalam sayang' itu bagaimana?" (Ucap Izzan yang membuat pipi Zahra merona malu. Karena memang benar adanya, permainan Izzan itu selalu membuatnya terbang ke angkasa dan membuatnya ingin lagi dan lagi)


"Hiss dasar! aku turun duluan" (Ucap Zahra yang masih menetralkan detak jantungnya sambil bangun dari duduknya dan hendak pergi menuju dapur)


"Heemm" (Sahut Izzan singkat sembari merapikan dasinya dan menyisir rambutnya)


☘☘☘


Pagi telah berganti malam, dan kini Izzan dan juga Zahra sedang saling merindukan satu sama lain


"Sedang apa dia? apa dia sudah makan? rasanya, aku ingin sekali memakan bibir manisnya itu" gumam Izzan dalam hati sambil memasang senyum kecut


"Apa aku telfon saja? akhh.. tapi kalau aku menelfonnya, yang ada aku ingin cepat-cepat pulang nanti" lanjut Izzan bergumam


Saat sedang asik melamunkan istri cantiknya, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar VVIP yang Izzan tempati. Dengan langkah gontai Izzan membuka pintu, dan kini tepat didepannya ada wanita cantik dan seksi. Wanita cantik itu melewati Izzan yang masih termangu bingung akan kedatangannya, lalu dengan santainya dia duduk diranjang super besar yang ada dikamar VVIP milik izzan


"Siapa kamu, apa tujuanmu yang begitu lancang datang ke kamar ku?" (Tanya Izzan dengan tatapan merendahkan)


"Tuan.. saya datang kemari untuk menawarkan pelayanan hebat pada anda. Dan saya bisa memberikannya pelayanan terbaik untuk anda, Tuan" (Jawab wanita itu dengan suara yang dimanjakan)


"Apa kamu yakin bisa memberikan pelayanan terbaik untukku?" (Tanya Izzan yang kini sudah memberikan senyum tipis)

__ADS_1


"Yaaa.. bahkan sangat yakin, Tuan" (Jawab wanita itu sembari akan melepas semua pakaian seksi yang dikenakannya itu)


"Eeiitt ckk.. ck.. ckk. Tunggu tunggu! jangan lepaskan itu. Kau tunggu disini, aku akan menyiapkan bayaran untukmu" (Titah Izzan pada wanita itu. Lalu dengan cepat Izzan mengambil ponselnya dan tengah terlihat mengirim sebuah pesan pada Boy, Asistennya)


"Boy, kau dimana? cepatlah ke kamar ku dengan membawa uang cash sebesar 500 juta!" (Pesan Izzan pada Boy, yang langsung dibalas olehnya)


Tingg


"Baik boss. Tapi, kenapa bos tiba-tiba mau bawa uang cash?" (Tanya Boy dalam pesan)


"Tidak usah banyak tanya, Cepatlah lakukan apa yang aku perintahkan tadi!" (Sarkas Izzan)


Dan untuk beberapa waktu menunggu kedatangan Boy yang membawa uang cash, Akhirnya Boy kini sudah ada didalam kamar Izzan yang tentunya sambil membawa uang cash yang Izzan minta padanya


"Pergilah" (Titah Izzan bersuara dingin)


"Baik bos, saya permisi" (Sahut Boy yang berlalu pergi meninggalkan tuannya dan wanita lain)


"Apa ini cukup untuk membayarmu? hemm?" (Tanya Izzan sembari melangkah mendekat ke arah wanita itu. Dan ketika Izzan sudah tepat berada didepannya, Izzan menyilangkan kedua tangannya)


"Sa-sangat cukup, Tuan. Kalau begitu, berapa ronde yang harus aku berikan untuk Tuan?" (Tanya wanita itu yang masih berekspektasi bahwa Izzan tergoda dengannya)


"Tidak perlu. Aku sudah memiliki istri, bahkan dia bisa memberikanku pemuas batin sampai aku yang benar-benar lelah. Lagipula, aku memberimu bukan karna cuma cuma. Tapi aku sangat menyayangkan, kalau diusiamu yang tergolong sangat muda ini sudah dijadikan pemuas pria hidung belang. Jadi ambil uang itu, perbaiki dirimu, aku yakin kau adalah wanita yang baik dan pergunakanlah masa muda mu untuk hal yang baik" (Jawab Izzan dengan santai, tapi seoralah menusuk hati wanita itu)


"I-iya Tuan. Ma-maafkan saya, dan terimakasih. Saya janji, saya akan berubah. Saya seperti ini karena tuntutan keluarga saya yang selalu dibutakan oleh uang, Tuan. Hikss, hikss.." (Ucap Wanita itu menjelaskan sembari terisak tangis)


"Sudahlah, aku tidak suka orang yang lemah. Cepat keluar, aku ingin istirahat" (Titah Izzan, yang langsung di iyakan oleh wanita itu. Lalu dengan cepat, dia keluar dari kamar Izzan sambil membawa uang yang diberikan Izzan secara cuma-cuma padanya)

__ADS_1


__ADS_2