Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
SIAPA INI?


__ADS_3

"Pastii, pasti om akan datang bersama keluarga om juga" (Ucap Rio yang membuat Izzan dan Zahra tersenyum bahagia)


Dan Izzan juga Zahra menyalami punggung tangan Rio, lalu mereka pulang ke kediaman ayah Abidzar untuk melanjutkan pesta pertunangan mereka berdua


Saat baru saja sampai dihalaman rumah ayah Abidzar, Fatimah langsung berlari kearah Zahra


"Kamu kenapa lama sekali dik? apa kamu baik-baik saja?" (Tanya Fatimah pada Zahra)


"Aku baik-baik saja kok kak.. tadi aku mampir kerestoran pamannya Izzan, tadi aku sangat lapar" (Jawab Zahra)


"Syukurlah kalau begitu, yasudah ayo kita masuk. Para tamu undangan sudah banyak yang pulang dik, tinggal saudara-saudara jauh ummi saja" (Ucap Fatimah sambil menggandeng tangan sang adik melangkah masuk kedalam rumah, yang diikuti oleh Izzan dari belakang)


"Apa semuanya baik-baik saja kak saat aku dan Zahra pergi tadi?" (Tanya Izzan pada Fatimah)


"Baik, sangat baik.. Karena tadi kak Hafidz langsung mengambil alih acara kalian tadi, karena takut ada isu yang tidak enak" (Jawab Fatimah sambil menatap Izzan)


Dan mereka bertiga sudah masuk kedalam ruang keluarga, ummi Marwah yang menyadari kedatangan Izzan juga Zahra pun langsung memanggil Zahra untuk duduk didekatnya


"Zahra, kemari nak" (Panggil ummi Marwah yang langsung diiyakan oleh Zahra dengan berjalan kearah ummi Marwah)


"Apa kamu sudah merasa baikan dari sebelumnya?" (Tanya ummi Marwah pada Zahra)


"Sudah ummi.. Zahra sudah merasa baikan, mungkin Zahra terlalu kelelahan dan juga telat makan ummi" (Jawab Zahra sambil mengelus punggung tangan ummi Marwah)


"Iya nakk kamu benar, dokter Lidya yang memeriksa kamu tadi bilang kalau kamu kelelahan. Jadi, kamu jangan berlebihan melakukan apapun ya sayang" (Ucap ummi Marwah sambil mengelus puncak kepala Zahra dan dibalas anggukan pelan dari Zahra)


"Eekhhemm. Zahra, Izzan" (Panggil papa Irfan pada Izzan dan Zahra. Dan keduanya langsung menoleh pada papa Irfan)

__ADS_1


"Iya pa?"


"yaa papa?"


Jawab keduanya secara bersamaan


"Pernikahan kalian dilaksanakan 3 hari lagi setelah kelulusanmu, Izzan. Kami tidak mau ada yang mencoba mempengaruhimu lagi, karena tadi Boy menyampaikan pada papa kalau ada salah satu mantanmu yang tidak terima kamu menikahi Zahra. Jadi kami putuskan untuk menyelenggarakan pernikahan kalian setelah kelulusanmu nanti dan itupun hanya keluarga dan para kerabat yang menghadiri pernikahan kalian" (Ucap papa Irfan menjelaskan)


"Kalau Izzan tidak masalah pa,


tapi Izzan takut nanti Zahra kelelahan lagi karena acara pernikahan kita ini dipercepat" (Ucap Izzan sambil menatap Zahra)


"Ga apa Zan, aku baik-baik saja. Aku janji, akan lebih menjaga kesehatanku lagi supaya acara kita nanti bisa berjalan dengan lancar" (Tukas Zahra pada Izzan sambil tersenyum tipis)


"Apa kamu yakin nak? apa keputusan kami membebanimu?" (Tanya papa Irfan pada Zahra)


"Syukurulah.. Jadii, acara pernikahan akan dilaksanakan setelah kelulusan Izzan. Tepatnya 3 hari lagi yaa. Aku harap, kita semua bisa menyiapkan semuanya dengan sebaik mungkin" (Ucap papa Irfan, yang diiyakan oleh semua yang ada diruang keluarga)


Dan setelah berbincang-bincang mengenai rencana pernikahan Zahra juga Izzan yang nanti akan dilaksanakan diresort yang Izzan punya, Izzan dan ayahnya pun pamit kepada semua keluarga Zahra termasuk juga Zahra


***


Dan pagi pun kini berganti malam, Zahra yang sudah berada didalam kamarnya pun tampak sedang memakai lotion ditubuhnya karena dia baru saja selesai dengan acara mandinya. Baru saja selesai memakaikan lotion ditubuhnya, Zahra sudah dikagetkan oleh nada dering telfon dari ponselnya. Zahra berjalan kearah tempat tidurnya dan mengambil ponselnya, lalu dia mengangkat telfon itu dengan cepat tanpa melihat siapa nama si penelfon


"Hallo" (Ucap Zahra)


"Hii. Apa benar, ini Zahra Syifatunnisa?" (Tanya seorang wanita diseberang sana, yang suaranya sangat asing ditelinga Zahra)

__ADS_1


"Siapa ini?" gumam Zahra dalam hati sambil menyerengitkan keningnya


"Hallo.. apa masih ada orang disana?" (Tanya wanita itu dengan nada yang sedikit tinggi)


"Yaa.. masih, dan saya Zahra sendiri. Ada perlu apa?" (Ucap Zahra berbalik tanya)


"Aaahh kamu sendiri rupanya, tak apaa... aku cuma ingin mengingatkanmu saja" (Jawab wanita itu yang membuat Zahra semakin bingung)


"Mengingatkan? mengingatkan apa?" (Tanya Zahra sambil perlahan mendudukkan bokongnya diatas tempat tidurnya)


"Kalau kamu berani melanjutkan hubunganmu dengan Izzan, maka kamu akan aku habisi" (Sarkas wanita itu, mengancam Zahra dengan percaya dirinya)


"Menghabisiku? hahahaha, maaf nona. Aku sama sekali tidak takut dengan ancamanmu, lagipula aku dan Izzan hanya dijodohkan. Dan aku sama sekali tidak tertarik dengan pernikahan ini, yaaaa memangg.. aku sedikit tertarik pada Izzan. Tapi itu hanya sedikit, tenang saja.. Aku tidak akan mengambilnya darimu" (Sahur Zahra yang sekilas tertawa singkat dengan suara yang begitu dingin, lalu mematikan sambungan telfon)


Sementara diseberang sana,


"Hall, hallo.. HALLO!" (Teriak Naya yang tujukan untuk Zahra)


"Kurang ajar! beraninya dia. Tunggu saja Zahra, akan kubuat kamu menyesal karena sudah meremehkan seorang Sonaya Arika" (Ucap Naya sambil meremas ponselnya)


Dan tak lama, dia tampak menelfon seorang pria


"Hallo, Kau selidiki semuanya. Setelah kau mendapat informasi, segera hubungi aku. Paham?!" (Ucap Naya pada pria yang ditelfonnya itu)


"Baik nona, saya faham" (Tukas pria itu)


"Baguss" (Sahut Naya dan langsung mematikan sambungan telfon)

__ADS_1


__ADS_2