
WARNING!!!
BAB INI ADA 18+ GUYSS, JADI **DIMOHON BERSIKAP BIJAK DALAM MEMBACANYA YAAA..
DAN AMBIL YANG POSITIF NYA AJA, OKEE?
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT DAN JADIKAN NOVEL AUTHOR INI SEBAGAI NOVEL FAVORIT KALIAN YAA GUYSS😍🤗**
______________________________________________
Zahra keluar dengan hanya menggunakan handuk mandinya lagi, karena dia memang tidak membawa baju ganti dan dilain sisi dia ingin menguji Iman suaminya
"Sa-sayang, ka-kamu kenapa tidak langsung berpakaian diwalk in closet?" (Tanya Izzan terbata-bata)
"Heemm aku mau memakai bajuku disini saja, dihadapanmu" (Jawab Zahra sambil mengerlingkan satu matanya)
Uhhukk uhukk
Izzan terselak air ludahnya sendiri karena mendapati istrinya yang sangat berani menggodanya
"Astagaa.. aku fikir dia benar-benar poloss, ohh ya Tuhan.. kembalikan Zahraku yang polos. Aku merasa bersama dengan jelmaan jin yang menyerupainya saat dia seperti inii" gumam Izzan dalam hati sambil menatap heran pada Zahra
"Lohh, Izzan. Kenapa kamu jadi berkeringat dingin begini?" (Tanya Zahra panik sembari berhambur pada Izzan dan mengusap kening suaminya yang sudah dibasahi keringat itu)
__ADS_1
Dengan cepat, Izzan meraih tangan Zahra yang tengah mengelap keringat di keningnya itu. Dan, dengan lembut dia mencium tangan Zahra. Sementara Zahra membuang pandangannya, hatinya seketika menjadi menghangat karena perlakuan manis suaminya
"Cepatlah bersihkan dirimu, aku sudah menyiapkan air untukmu mandi" (Ucap Zahra dengan salah tingkahnya)
"Heemm.. buat apa aku mandi? toh nanti akan mandi lagi kan? jadi sekalian saja" (Tukas Izzan sambil tersenyum nakal, yang membuat Zahra menyerengitkan dahinya)
"Maksudmu?" (Tanya Zahra singkat sambil terus menatap suaminya dengan tatapan mengintimidasi)
"Itupun kalau kamu sudah siap sayang" (Ucap Izzan sambil berbisik ditelinga Zahra. Zahra seketika menjadi merinding karena deru nafas suaminya dan juga bibir suaminya itu mengenai daun telinganya)
"Maksudnya itu apa sih? apakah dia... ohhh astagaa!! aku lupa ini adalah malam pertamaku" gumam Zahra dalam hati, dan dia langsung saja menjauh dari Izzan
"Apa kamu takut sayangg? heemm? dimana keberanianmu untuk menggodaku tadi?" (Tanya Izzan sembari melangkah mendekati Zahra)
"Jangan pergi sayang, biarkan seperti ini dulu" (Titah Izzan sambil mencium ceruk leher Zahra, membuat Zahra menahan lenguhan)
"Apa kamu bahagia dengan pernikahan ini, heemm?" (Tanya Izzan dengan lembutnya, sambil terus melanjutkan aksinya menciumi leher Zahra)
"Eehmm.. a-aku tidak bisa menjawabnya sekarang" (Jawab Zahra terbata karena semakin lama ciuman itu membuatnya gila)
"I-Izzan, stop it!" (Titah Zahra sambil berusaha menjauh dari Izzan, tapi semakin dia berusaha menjauh suaminya itu malah semakin mengeratkan pelukannya)
Dan ketika Zahra baru saja membuka mulutnya untuk berteriak, Izzan sudah membungkam mulutnya itu dengan ciuman yang lembut. Begitu lembut, hingga tanpa sadar Zahra yang tadinya menolak kini pun sudah mulai menerimanya dengan senang hati. Cukup lama ciuman itu terjadi, hingga ciuman yang tadinya lembut kini sudah menjadi sangat ganas dan panas
__ADS_1
Izzan menggigit bibir bawah Zahra, agar dia bisa mengobrak-abrik mulut mungil istrinya itu. Dan benar saja, Zahra langsung membuka mulutnya lalu dengan cepat Izzan mengajaknya berbelit lidah
Sesekali mereka berdua menghentikan aktifitasnya itu untuk mengambil nafas. Dan ketika mereka ingin memulainya lagi, tiba-tiba saja Zahra teringat kalau dia sudah ikut larut dalam permainan Izzan
"Aakhhh! kenapa aku jadi keterusan gini sih" gumam Zahra dalam hati sambil terus mengatur nafasnya
Izzan terlihat mendekatkan dirinya lagi pada Zahra, tapi dengan cepat Zahra berbicara dengan lantangnya
"Stopp!! berhenti Izzan. A-aku belum siap, tolong jangan paksa aku" (Ucap Zahra sambil menundukkan pandangannya)
Deggg
"Ternyata benar dugaanku sayang, kamu masih ragu membuka hatimu untukku. Tapi aku tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkan cintamu, istriku" gumam Izzan dalam hati, sambil menahan rasa kecewanya
"Tidak apa sayang, aku akan menunggumu. Aku akan menunggumu yang datang sendiri padaku" (Tukas Izzan bernada pelan)
"Yasudah aku mau mandi dulu ya, kalau kamu mau makan telfon pelayan saja. Ini daftar nomor-nomor pekerja disini dan juga tugasnya" (Lanjutnya lagi)
Zahra hanya mengangguk dan karena diberi anggukan oleh sang istri, Izzan pun melangkah masuk kekamar mandi. Dia tampak frustasi karena aksi nakalnya yang dia lakukan bersama sang istri, sudah membangunkan miliknya yang dibawah sana
"Shiitt!! kenapa hanya dengan berciuman saja, dia sudah bisa membangunkan juniorku ini sihh?" (Ucap Izzan bertanya-tanya seorang diri, sambil melihat kearah Izzan kecilnya)
"Huufftt.. Tuhan, ini sangat menyiksakuu" (Lanjut Izzan sambil mengusap wajahnya dengan kasar)
__ADS_1
Karena hasratnya sudah sangat tidak tertahankan, akhirnya Izzan pun memutuskan untuk bermain solo. Dan setelah selesai mencapai pelepasannya, Izzan menahan lenguhannya dengan menggigit bibir bagian bawahnya. Karena dia takut kalau Zahra dapat mendengar aktifitas solonya itu