Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
LINGERIE


__ADS_3

Gleeggg


"Apa dia akan balas dendam? apa dia akan memakanku habis-habisan? Oh Tidak!" gumam Zahra dalam hati


"Tunggu disini, aku akan menemui abah" (Titah Izzan, yang kemudian berlalu pergi)


"Abah, maaf sebelumnya.. aku dan Zahra tidak bisa ikut menghadiri acara pesta, aku merasa tidak enak badan abah" (Ucap Izzan berbohong sambil mengusap tengkuk lehernya)


"Aahh iyaa tidak apa nak, istirahat kan saja tubuhmu" (Ucap ayah Abidzar sembari menepuk pundak Izzan)


"Abah, abah.. main percaya saja. Mereka itu tidak ikut, karna mau membuatkan abah cucu" (Sahut Aziz yang hanya menebak, dan hal itu membuat Izzan membulatkan matanya serta tersedak air ludahnya sendiri)


"Uhhukk uuhhukk. I-itu tidak benar abah, i-iyaa tidak benar" (Ucap Izzan terbata, membuat semuanya menahan tawa)


"Memangnya kalau benar kenapa nak? abah dan ummi sudah tidak sabar menimang cucu lagi" (Ucap ummi Marwah sambil menahan tawa)


"I-iya ummi, aku akan usahakan cucu ummi akan segera lounching. Hehe" (Ucap Izzan malu-malu)


"Waaahh, sepertinya nanti ada yang menambah ronde. Benar kan sayang" (Goda Hafidz sambil menyenggol lengan istrinya)


"Kau benar dik. Bisa-bisa ranjang mereka ambruk lagi. HAHAHAHA" (Ucap Aziz menambahkan perkataan Hafidz, dan disusul gelak tawa yang renyah)

__ADS_1


"Kalian ini, kalau bicara suka benar" (Sahut ayah Abidzar sambil menutup mulut dengan tangannya menahan tawa. Dan hal itu mendapat sebuah sikutan dari ummi Marwah)


"Sudahlah, ayo kita berangkat. Nanti kita akan terlambat kalau terus-terusan menggoda calon ayah ini" (Ucap ummi Marwah, yang tampak menahan tawanya juga)


Lalu, semuanya pun berpamitan pada Izzan. Tak lupa, ayah Abidzar dan ummi Marwah mengingatkan Izzan untuk menjaga istrinya. Terlebih, akhir-akhir ini Zahra sering sekali terkena flu


Dan ketika semuanya sudah pergi untuk menghadiri pesta pernikahan, Izzan langsung saja berlari menaiki anak tangga karena tidak sabar untuk memakan habis-habisan isteri cantiknya itu. Bi Tini yang melihat Izzan berlari itupun tampak menyengir, karena bi Tini sudah tahu apa yang menyebabkan Izzan seperti itu


"Haduuhh.. kelihatannya, tuan muda sudah ndak sabar banget.." gumam bi Tini dalam hati, sambil terus menyengir lebar


Sesampainya Izzan didepan pintu kamarnya dan juga isterinya, jantungnya menjadi berdetak begitu cepat


Cekreekk


Dan...


Gleegg


Izzan menelan salivanya, sambil mengedipkan kedua matanya berulang-ulang ketika melihat isterinya menggunakan Lingerie


__ADS_1


"Ke-kenapa kamu memakai pakaian kurang bahan ini?" (Tanya Izzan dengan gugup sambil terus memandangi tubuh molek isterinya dari atas sampai bawah)


"Aku ingin menebus kesalahanku sayang, maafkan aku. Aku berfikiran, kalau aku nanti mengandung anakmu.. kamu akan meninggalkanku sendirian dirumah. Kamu akan bebas keluar rumah, dan mencari wanita pemuas diluar sana" (Jawab Zahra dengan nada lirih, sembari memilin ujung lingerie nya itu)


"Heeyyy, apa yang kau katakan heemm? buang jauh-jauh pikiran bodohmu itu. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa kamu adalah ratu dihidupku sayang. Kamu tidak akan pernah tergantikan oleh wanita manapun, mau mereka menggodaku seperti apapun bahkan mau mereka bertelanjang bulat dihadapanku pun.. aku tidak akan meliriknya. Karena, aku benar-benar mencintaimu sayang. Aku ingin menua bersamamu, bersama anak-anak kita nanti" (Ucap Izzan panjang lebar, yang sedaritadi sudah menarik Zahra dalam pelukannya)


"Apa yang kamu katakan itu benar sayang?" (Tanya Zahra sambil mendongak menatap suaminya)


"Muuuaahh" (Izzan mengecup Puncak kepala Zahra)


"Sangat benar sayang.. jadi, bagaimana? apa lingeriemu ini akan berfungsi?" (Tanya Izzan yang mulai menyeringai kecil)


"Maksudmu?" (Tanya Zahra kebingungan)


Kreekk ssreekk krekkk


Izzan merobek lingerie yang melekat ditubuh isterinya, dan langsung saja Zahra dibuat menganga lebar olehnya


"Apa kamu tau sayang? kamu sangat menggemaskan memakai pakaian kurang bahan ini" (Ucap Izzan sembari menggendong Zahra dipundak kekarnya. Sementara Zahra yang memang sengaja memakai lingerie itu untuk menebus kesalahannya , menjadi tersenyum malu mendengar perkataan suaminya)


Lalu, Pagi yang cerah itupun menjadi saksi sepasang suami isteri kini sedang berpacu dalam hasratnya. Suara-suara manja nan Indah mereka menjadikan mereka bersemangat dalam melakukan penyatuan. Serta, suara lenguhan panjang yang kerap kali terdengar memenuhi kamar Indah mereka berdua

__ADS_1


__ADS_2