Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
KEJUTAN


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu cepat, dan hari ini sudah waktunya Zahra menghadapi ujian Sekolahnya. Izzan pun tampak mengantar isteri cantiknya itu ke sekolah, sekaligus pagi itu dia akan menyiapkan rencana nya untuk memberi Zahra kejutan.


"Daa sayang, hati-hati ya. Jangan lupa bekalnya dimakan, semangat" (Ucap Zahra yang sudah berada diluar mobil suaminya, sembari melambaikan tangan pada Izzan)


Sementara Izzan hanya tersenyum dan memberikan senyum manisnya pada Zahra, seraya berkata


"Nanti aku yang menjempu mu. Kalaupun aku akan telat, tunggu lah aku kurang lebih 5 menit lagi" (Ucap Izzan yang segera diangguk kan oleh Zahra)


Tak lama, mobil mewah berjenis BMW M4 yang dikendarai Izzan itupun perlahan menghilang dari hadapan Zahra. Dengan langkah yang begitu semangat, Zahra berjalan menuju ruang Ujiannya. Dan disaat dia sudah berada di dalam kelas, langsung saja Sissy menarik tangan Zahra menuju ke tempat duduknya


"Eh Ra, kamu tau ga sih kalo aku dapat berita terkini pagi ini" (Ucap Sissy dengan gaya centilnya)


"Hallahh.. paling juga soal cowo. Ya kan?" (Sahut Zahra sembari duduk di tempat duduknya yang kebetulan satu meja dengan Sissy)


"Hehee.. kamu tau aja Ra. Tapi serius dehh, kali ini wah banget cowonya" (Ucap Sissy sambil menyusul Zahra yang sudah lebih dulu duduk)


"Emang siapa sihh, pangeran tampan yang berhasil jadi tranding topik sang Ratu SISSY" (Tanya Zahra sambil menekan kata 'Sissy' )


"Pangeran tampan ituu.. Kak Arya. Heemm aku denger-denger dia itu akan mengambil KKN nya disini Ra. Denger-denger juga nih, dia itu sudah punya usaha sendiri Ra. Kamu tau kan Caffe Mandarin yang ada di sebelah kiri jalan Purnama dekat sekolah kita, Ra? Nahhh itu dia yang punya. Hebat kan calon suami Sissy" (Jawab Sissy menjelaskan dengan tempo yang sangat cepat, membuat Zahra menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja)


Ketika baru saja Sissy ingin melanjutkan ceritanya, Guru pengawas sudah masuk. Dan Ujian pun dimulai


"Shutt Ssyy, kamu tuh kalo lagi ngerjain soal bisa ga sih ga usah sambil goyang-goyangin kaki. Aku jadi gugup nih" (Ucap Zahra menegur Sissy)


"Iyaa iyaaa.. maaf" (Tukas Sissy, yang membuat Zahra membuang nafasnya malas)


☘☘☘


Triiingggg.. Triiingggg


Tak terasa, waktu Ujian pun telah usai. Dan bunyi Bel pulang membuat Zahra dan Sissy tampak melemaskan otot-otot nya yang sedikit tegang, karena mengerjakan soal-soal yang cukup sulit membuat fikiran dan tubuh mereka lelah


"Ra, aku ada sesuatu buat kamu" (Ucap Sissy sembari memberikan sebuah kotak berwarna hijau kepada Zahra. Zahra pun langsung menerima kotak itu)


Dengan perlahan Zahra membuka kotak itu, dan betapa senangnya dia mendapati kotak itu berisi sebuah novel yang sedang di inginkan nya. Sebuah novel yang dalam beberapa hari terakhir, berhasil menarik perhatiannya dengan alur cerita nya yang begitu Indah


"Huaaaaa, thankyou so much Sissy si milikiti..." (Ucap Zahra sembari berhamburan memeluk Sissy dengan sangat erat)


"Uhhukk.. uhhukk, to-tolong lepaskan aku. Aku sulit bernapas" (Pinta Sissy yang merasa sangat sesak karena tubuhnya dipeluk begitu erat)


"Eehhh, maaf-maaf Ssyy. Aku tidak tau hehe" (Ucap Zahra dengan salah tingkah dan perasaan bersalah)


"Hufftt.. huuftt, senang sih bolehh.. asal tau batasan. Kalo aja aku ga bilang, bisa-bisa aku mati karna sesak napas nih" (Tukas Sissy dengan sangat ketus, sambil mengelus-elus dadanya)


"Maaf Ssyy.. aku kan ga sadar kalo udah meluk kamu dengan sangat erat begitu..." (Ucap Zahra meminta maaf, sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya bersamaan menandakan kata 'peace')


"Heemm baiklah.. aku maafkan. Tapi ada syaratnya Ra" (Ucap Sissy yang membuat Zahra menyerengitkan dahinya)


"Syarat? syarat apa sih Ssy? ga baik tau ada syarat-syarat an dulu kalo mau maafin orang" (Tanya Zahra yang mulai tahu maksud dari persyaratan yang diucapkan oleh Sissy itu)


"Ini mah syaratnya gampang, Ra. Syaratnya, besok kan Ujian matematika... eemm jadiii aku min-" (Jawab Sissy sambil memilin ujung jilbabnya dengan gaya centil, akan tetapi jawabannya itu seketika dipotong oleh Zahra)


"-Minta contekan nya ya, Raaa.. Pleasee" (Ucap Zahra sambil memeragakan gerakan centil Sissy ketika bicara)


"Hisshh tau ajaa kamu Ra, Hahaha" ( Ucap Sissy sambil tertawa sekilas)


"Kenapa hanya Sissy yang ingat kalau ini adalah hari ulang tahunku? bahkan mas Izzan saja belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Apalagi abah, ummi dan kakak.. Sampai sekarang saja mereka tidak peduli kepada ku" gumam Zahra dalam hati, yang merasa dilupakan oleh keluarganya sendiri

__ADS_1


"Ra, ayo kita lihat nilai kita. Aku yakin, pasti nilaimu yang paling tinggi" (Ajak Sissy yang, menyentak lamunan Zahra sekilas. Kemudian mereka pergi menuju monitor besar yang terpampang nilai-nilai para murid, yang baru saja menyelesaikan Ujian hari pertama)


Dan ketika Zahra juga Sissy hendak melihat nilai Mata pelajaran yang diujikan pada hari pertana itu, tiba-tiba saja ada sebuah pengumuman yang diberikan oleh Waka Kesiswaan


"Perhatian, dimohon kan kepada seluruh staf dan dewan guru untuk berkumpul dilapangan sekolah sekarang juga. Dan juga pada seluruh para murid kelas XII, diminta agar segera mengambil barisan untuk mendapatkan pengumuman yang sangat penting. Sekian pengumuman ini saya sampaikan, atas perhatian saudara dan saudari sekalian saya ucapkan terimakasih" (Ucap Waka Kesiswaan memberi pengumuman. Yang langsung saja membuat para dewan guru, para staf, dan juga murid-murid berhamburan ke arah lapangan sekolah)


"Huuhh panas-panas begini dijemur lagi deh"


"Ehh ada apaa sih? kok kita tumben berkumpul disini saat sudah jam pulang?"


"Kenapa kita diminta berkumpul disini guys?"


Ucap beberapa murid yang saling melempar tanya. Sementara Zahra juga Sissy tampak sedang meluruskan barisannya dengan barisan murid lain


"Pagi semua" (Sapa seorang laki-laki, yang suaranya sendiri terdengar tidak asing di telinga Zahra)


"Lohh, suara ituu? aahh tidak mungkin. Masa iya sih, mas Izzan ada disini kan dia lagi ngantor sekarang" gumam Zahra dalam hati


"Sebelumnya saya ucapkan terimakasih banyak karena telah berkenan berkumpul di lapangan ini" (Lanjut pria itu lagi)


"Di sini, saya ingin memberikan kejutan yang berharga untuk isteri tercinta saya. Dia adalah wanita yang begitu saya cinta dan sayangi, dia adalah pembawa kesejukan di keluarga kami, dia adalah wanita yang hebat.. bahkan sangat hebat. Wanita yang berhasil mengubah seorang Abdul Izzan Mufallah yang dingin dan juga angkuh, menjadi Abdul Izzan Mufallah yang bisa anda lihat sekarang ini. Kami menikah saat dia masih duduk di kelas 2 SMA dan memang... awalnya pernikahan kami ini dihasilkan karena sebuah perjodohan. Tetapi lambat laun, Cinta tumbuh diantara kami berdua" (Ucap pria itu yang tak lain tak bukan adalah Izzan)


"APAAAA??? MAS IZZANN??" (Pekik Zahra yang secara tidak sadar membuat Sissy menjadi bertanya-tanya)


"Mas? sejak kapan kamu panggil kak Izzan mas, Ra?" (Tanya Sissy sambil melihat pada bola mata Zahra, untuk mencari kebenaran)


"I-ituu Ssy, eemm ituu sebenarnya dia itu sepupuku.. iyaa sepupu" (Jawab Zahra terbata)


"Tapi aku baru tau Ra, kalau kak Izzan itu sepupumu. Rasanya itu tidak mungkin, apalagi.. berkali-kali dia mencoba mendekati mu saat dia masih disini" (Ucap Sissy yang merasa Zahra telah berbohong. Namun Zahra memilih untuk pura-pura tidak mendengarkan perkataan sahabatnya itu)


"Mauuu.."


"Ternyataa sudah ber isteri yaa.. kalau saja belum, pasti sudah aku jodohkan dengan anak ku"


"Siapa ya wanita yang beruntung menjadi isteri nya kak Izzan ituu?"


Ucap beberapa murid dan juga guru,


Dan karena barisan para murid yang begitu padat, Zahra menjadi tidak dapat melihat apakah lelaki yang bernama Izzan itu adalah suami nya atau kah pria lain. Zahra hanya dapat mendengar suaranya saja. Dan kerap beberapa kali Zahra mencoba mengintip Izzan, para siswi lainnya sudah lebih dulu berdesak-desakan yang membuatnya susah untuk melihat Izzan


"Baiklah.. Isteri tercinta ku itu adalah, Zahra Syifatunnisa" (Ucap Izzan yang membuat para hadirin terkaget. Bagaimana tidak? selama ini, semua warga sekolah mengenal Zahra adalah wanita yang sulit didapat kan. Tapi kini? tiba-tiba saja seorang Abdul Izzan Mufallah memberitahu khalayak bahwa dia adalah suami Zahra. Terlebih, dengan adanya beberapa reporter yang kerap kali sibuk mengambil gambar untuk menyebarkan berita itu)


Degggg


"Jadii.. beneran itu mas Izzan? aku tidak masalah jikalau dia memberi tahu semua orang. Tapi, bagaimana dengan keselamatan ku nanti? banyak sekali yang selalu mengincar mas Izzan. Aku takut kejadian-kejadian kelam dulu terulang lagi, Tuhan" gumam Zahra dalam hati, sambil menutup matanya


"Ternyata selama ini dugaan ku benar ya Ra. Dan kamu menyembunyikan hal yang besar ini dari ku? aku tak menyangka, ternyata kamu hanya menganggapku teman biasa. Selama ini, ketika kita ada masalah atau apapun ituu.. kamu yang selalu mengingatkan ku untuk berbagi cerita. Tapi ini? heemhh! ini terlalu lucu" (Ucap Sissy yang merasa kecewa bahwa Zahra tidak mau bercerita kepadanya tentang pernikahan nya itu, Sissy merasa kalau Zahra tidak percaya padanya sehingga memutuskan untuk tidak bercerita padanya)


"Bu-bukan begitu Ssy.. tolong jangan salah faham. Jadi, a-" (Ucap Zahra yang kebetulan terpotong oleh ucapan Izzan)


"Untuk nona Zahra, berkenan kah kamu untuk naik ke atas panggung ini?" (Tanya Izzan yang masih mencari keberadaan isteri nya ditengah kerumunan para siswi)


"Pergilah, suami mu memanggilmu. Jangan hiraukan aku" (Titah Sissy sembari berlalu pergi meninggalkan Zahra)


"Cckkk.. aaaghh kenapa jadi begini sihhh" (Decak Zahra sekilas, dan segera dia merapikan baju juga hijabnya untuk naik ke atas panggung)


Dan ketika dia melangkah ke atas panggung, betapa terkejutnya dia ketika melihat seluruh anggota keluarganya dan juga... Aryaa??

__ADS_1


"Hi, sayang" (Sapa Izzan sembari mencium punggung tangan Zahra, membuat para hadirin bersorak gemas)


"Jadii, ini semua rencana mas?" (Tanya Zahra pada suaminya dengan tatapan mengintimidasi)


"Maaf sayang..." (Jawab Izzan sambil menjewer kedua telinganya sendiri)


"Iyaa sayaang.. ini semua rencana Izzan, dia sendiri yang mempunyai ide untuk memberi kejutan besar dihari ulang tahunmu ini" (Sahut ummi Marwah sambil mengelus pundak Zahra)


"Dan kamu tau dik? dia bahkan sudah membelikan tiket liburan ke Jerman untuk merayakan ulang tahunmu" (Ucap Hafidz menambahkan perkataan ummi Marwah)


"Apa itu benar sayang?" (Tanya Zahra pada Izzan, dan diberi anggukan oleh Izzan)


"Ehhemm.. selamat ya bro, Ra. Semoga pernikahan kalian ini bisa langgeng sampai maut memisahkan kalian" (Ucap Arya sambil berdehem sekilas, yang membuat Zahra berbalik menatap ke arahnya)


"Andai kamu mau menunggu ku, Ra. Aku hanya menjalani study ku dan membangun usahaku, tapi ternyata kamu sudah milik orang lain" gumam Arya dalam hati, yang merasa sesak ketika melihat kemesraan Izzan juga Zahra. Terlebih, mengingat dia yang sejak dulu sudah memendam rasa kagumnya pada Zahra


"Thankyou, bro" (Balas Izzan dengan senyum smirk nya)


"So, sekarang gue ga akan ada rival lagi. Hahaha" gumam Izzan dalam hati yang merasa agak takut dengan kehadiran Arya dapat membuatnya kehilangan sang isteri.


Setelah Arya memberikan ucapan selamat, para guru dan juga beberapa murid tampak memberikan ucapan selamat ulang tahun juga selamat atas pernikahan Izzan dan Zahra itu


"Eemm sayaang, aku ada hadiah untukmu. Ayo ikut aku" (Pinta Izzan sambil mengulurkan tangannya pada Zahra, yang langsung saja disambut dengan cepat oleh Zahra)


Ketika sampai di halaman depan sekolah, Zahra dikagetkan dengan adanya box yang begitu besar berwarna putih


"Hi nak. Semoga kamu suka hadiah dari suamimu ini, dan ini hadiah dari papa" (Ucap papa Irfan sembari menyodorkan kotak berwarna merah nyala pada menantunya)


"Astaga papa.. papa tidak perlu memberiku hadiah seperti ini pa" (Ucap Zahra dengan nada halus)


"Bukalah kotak itu, nak" (Pinta papa Irfan, yang langsung dituruti oleh Zahra)


"Wahhh.. cantiknya.." (Tukas Zahra ketika melihat satu set perhiasan yang sangat cantik)


"Itu adalah perhiasan warisan turun temurun yang diberikan pada menantu di keluargaku. Dan dulu ketika isteriku masih hidup, dia memberikannya kembali padaku untuk nanti akan diberikan kepada menantu kami sebelum akhirnya dia meninggal" (Ucap papa Irfan yang matanya sudah mulai berkaca-kaca)


"Paa.. tenanglah, sekarang papa sudah bisa melihat mama di dalam diri isteriku. Sifat mereka, perhatian mereka mirip bukan?" (Tanya Izzan untuk menenangkan sang ayah)


Setelah sang ayah merasa tenang, Izzan pun meminta pada anak buahnya untuk membuka box besar berwarna putih itu. Dan lagi-lagi, Zahra dibuat kaget karena kejutan dari suaminya. Sebuah mobil mewah berjenis BMW M4 berwarna putih, sudah memenuhi penglihatan Zahra. Selama ini, dia ingin sekali memiliki mobil mewah yang juga dimiliki oleh suaminya itu



"Kau menyukainya, sayang?" (Tanya Izzan sembari merangkul pundak sang isteri)


"Sangat sangat sangat suka, Terimakasih sayang. Terimakasih atas semua kejutan ini, dan terimakasih semua.. kalian sudah berhasil membuatku merasa terkucilkan" (Jawab Zahra berterimakasih pada suaminya, dan juga semua anggota pada keluarganya. Dan sedikit sindiran, membuat semua nya tertawa lepas)


"Ra.." (Panggil Sissy dari arah belakang Zahra)


dan langsung saja membuat Zahra membalikkan tubuhnya menghadap sahabatnya itu,


"Maafkan aku Ra, tidak seharusnya aku marah padamu. Ini semua karena kamu ditakdirkan untuk berjodoh sebelum kamu tamat sekolah, dan aku tidak ada hak untuk marah padamu. Karena aku sadar, ini juga hal privasimu. Tidak semua hal privasi mu bisa aku tau bukan?" (Ucap Sissy yang membuat Zahra merasa lega)


"Sudahlah Ssy, tidak apa. Sekarang, aku mau kamu ikut dengan ku untuk mencoba mobil baru ku ini. Bagaimana?" (Tanya Zahra mengalihkan pembicaraan, agar Sissy tidak merasa bersalah terus menerus)


"Wahhh boleh bolehh, ayo Ra" (Jawab Sissy dengan sangat antusias)


Semua yang ada dihalaman depan sekolah itupun merasa terharu dengan persahabatan Zahra juga Sissy itu. Mereka yang melihatnya pun hanya tersenyum dikala sikap Sissy kerap kali membuat kesabaran Zahra teruji

__ADS_1


__ADS_2