Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
JODOH YANG TAK KUNJUNG DATANG


__ADS_3

Pagi pun kini telah berganti malam, dan waktu telah menunjukkan pukul jam 23.00 malam. Tampak seorang pria berperawakan kekar sedang terduduk di sofa balkon kamar tidurnya. Ditemani dengan dinginnya malam, dia menatap indahnya langit dan juga lampu-lampu rumah penduduk yang sedikit meremang



"Haaahhh.. umur sudah tua begini, jodoh belum juga nongol. Akkhhh.." (Gerutunya seorang diri, sambil sekilas mengacak rambut klimis nya)


"Kalau bunda tau kalo gue masih aja single begini, bisa dijodohkan sama anak culun nya teman bisnis ayah ini. Oh ya Tuhan, tamatlah akuu.. gue harus cepat-cepat cari bikini nih, eeehh maksudnya bini" (Lanjut gerutunya lagi)


Saat tengah asik menggerutui dirinya yang tak kunjung menikah, pria bertubuh kekar yang tak lain adalah Dirga Xandares itupun tiba-tiba saja teringat dengan Fatimah. Moment ketika mereka bertabrakan saat sedang berjalan pun, tiba-tiba terlintas di ingatannya.


"Gadis ituu.. cantik juga ya? aahh iyaa, aku lupa kalau aku belum menanyakan nya pada Faniza" (Ucap Dirga sembari mengirimkan sebuah pesan pada Faniza)

__ADS_1



Setelah Dirga bertanya pada Faniza, Dirga langsung saja melangkah ke arah nakas dan mengambil laptop nya. Dia berniat mencari informasi tentang Fatimah. Untuk seorang Bos Mafia dan juga seorang CEO ternama, mencari identitas seseorang adalah hal yang sangat mudah. Seperti apa yang dilakukan oleh Dirga saat ini, kini dia tengah melihat-lihat akun sosial media milik Fatimah. Dan setelah melihat salah satu sosial media Fatimah, Dirga langsung mengirim pesan untuk Faniza lagi karena dia ingin meminta nomor ponsel Fatimah pada sahabatnya itu




"Asikk nihh, besok pagi gue otw chat dia. Gue jamiiin, tu cewe angkuh pasti langsung tunduk sama gue" (Ucap Dirga dengan bangga nya)


"Bagaimana sikapnya pada lelaki ya? apa dia cuek? dingin? atau bahkan lebih dari itu?" gumam Dirga dalam hati nya sembari terus menatap pada langit-langit kamar

__ADS_1


"Haahh... usaha dulu Dirga Xandares" (Ucapnya seorang diri sambil membenarkan posisi tidur nya, yang tak lama dia pun mulai memasuki alam mimpinya)


☘☘☘


Tak terasa pagi pun tiba, dimana waktu pagi inilah yang sangat ditunggu oleh Dirga. Bisingnya suara kicauan burung, membuat Dirga perlahan membuka matanya dan mengerjap-erjap sejenak. Lalu, dia melihat jam pada ponselnya dan dengan cepat dia membasuh wajahnya juga menggosok giginya. Setelah selesai dengan kebiasaan paginya, Dirga langsung meraih ponselnya lagi untuk sekedar mengirim pesan pada Fatimah.


"Haduhhh, kenapa gue jadi deg-degan gini sih!" (Tukas Dirga sambil membuang bokongnya diatas ranjang dengan kasar)


"Tapi kalo gue diem aja ga ngajak kenalan tuh cewe, bisa-bisa dia di ambil orang duluan" (Lanjutnya lagi sambil melihat ke arah ponselnya)


"Okee, mari kita coba. Go, Dirga" (Ucap Dirga sembari menghela nafas panjangnya)

__ADS_1


"Ehhh tunggu-tunggu. Ini ga bener, gue harus ngajak kenalan dia secara langsung nih. Kalo begini sih, gue sama aja nyolong-nyolong" (Lanjutnya lagi)


Akhirnya, Dirga pun memutuskan untuk mengajak Fatimah berkenalan secara langsung. Dia meminta bantuan pada Faniza untuk menjalankan rencananya itu


__ADS_2