
"Eeh ehh anak maniiss... jangan yaa hehe, kakak hanya bercanda kok yaa.. pliss jangan bilang ummi, kalau tidak kakak akan mendapat jeweran ditelinga kakak ini" (Ucap Aziz sambil memegang kedua pundak Zahra agar Zahra kembali duduk ditempat duduknya)
Dan semua yang ada disitu terus berusaha menahan tawa mereka, termasuk juga dengan Izzan
***
waktu pagi kini sudah berganti malam, tampak para tamu undangan sudah meninggalkan pesta pernikahan. Izzan dan juga istrinya memutuskan untuk bermalam diresortnya, sementara papa Irfan dan juga keluarga Zahra sudah kembali pulang kerumah
"Apa kamu lapar sayang?" (Tanya Izzan sambil menggandeng tangan Zahra. Sementara yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya sekilas)
"Sudah sangat mengantuk?" (Tanya Izzan lagi dan dibalas satu kali anggukan kepala oleh Zahra)
"Baiklaahh.." (Ucap Izzan sembari kini menggendong Zahra ala bridal style)
"Izzan! ayoo turunkan akuuu. Aku bisa jatuh nantiii" (Ucap Zahra sambil memukul-mukul punggung suaminya)
"Diaamlah sayaangg, kalau kamu bergerak terus kamu akan jatuh" (Titah Izzan yang langsung membuat Zahra terdiam pasrah)
Dan saat mereka sudah ada didalam kamar mereka, mata Zahra terbelalak kagum. Kamar tidur yang sangat luas ditambah dengan warna dinding yang elegant membuat kamar itu terlihat semakin mewah dan berkelas. Lalu, tanpa sadar Zahra sudah terduduk ditepi ranjang dan dia menghempaskan bokongnya diranjang
"Wahhh.. empuk sekali" (Ucap Zahra seraya tangannya mengelus ranjang)
__ADS_1
"Dannn.. ini kain sutera asli" (Lanjutnya lagi)
Tanpa Zahra sadari, Izzan sedari tadi sudah memandanginya. Izzan tampak menyilangkan kedua tangannya didepan dada, dan berdiri didepan Zahra. Dia sangat gemas melihat tingkah Zahra yang menurutnya sangat lucu
"Kelucuanmu ini harus aku hadiahi sayang" gumam Izzan dalam hati sambil memikirkan hal gila bersama Zahra dimalam pengantin barunya ini
"Ekhheemm" (Dehem Izzan sembari mencoba menetralkan detakan jantungnya yang sudah tidak teratur karena membayangkan hal-hal nakal bersama Zahra)
"Mau mandi..?" (Tanya Izzan dengan nada lembut)
"Iya.. aku mandi dulu ya, rasanya memakai riasan ini wajahku sangat gatal" (Jawab Zahra sambil berjalan kearah meja rias untuk menghapus semua makeup pada wajahnya)
"Baiklah aku siapkan air hangat untukmu dulu" (Ucap Izzan dari arah belakang Zahra dan langsung berlalu pergi kedalam kamar mandi)
Setelah bathup itu penuh dengan air hangat yang akan digunakan untuk mandi oleh Zahra, Izzan pun melangkahkan kakinya keluar kamar mandi
Gleeggg
Izzan menelan salivanya dengan kasar, matanya terbelalak dan jantungnya bergetar sangat kencang karena melihat istrinya yang hanya mengenakan handuk. Tubuh putih bersih juga kenyal, dan kaki panjang istrinya semakin membuatnya gelap mata. Namun lagi-lagi akal sehatnya masih bekerja, dia tidak ingin memaksakan Zahra untuk memenuhi panggilan hasratnya itu
"Sa-sayang, a-air hangatmu sudah siap" (Ucap Izzan dengan gugup sambil membuang pandangannya kearah lain)
__ADS_1
"Terimakasih.." (Sahut Zahra singkat bersuara lembut, sambil memasangkan senyuman manisnya. Tapi tidak dilihat oleh suaminya, karena suaminya tengah membuang pandangannya)
Izzan hanya mengangguk mengiyakan ucapan terimakasih Zahra. Lalu, Zahra melangkah masuk kedalam kamar mandi
"Kenapa dia? apa dia tidak suka melihatku seperti ini?" gumam Zahra dalam hati sambil melepas handuk yang menutup sebagian tubuh putih mulusnya
"Tapii.. bagaimanapun caranya, aku harus membuatnya bertekuk lutut padaku. Bahkan, semenit saja dia tidak bisa pergi jauh dariku" gumam Zahra dalam hati lagi, sembari masuk kedalam bathup
".....Selama ini Izzan tidak pernah seserius ini dengan wanita. Terakhir dengan Naya, itu saja dia tinggalkan"
Ucapan Rio itu masih tersimpan jelas diingatan Zahra. Zahra menilai suaminya itu adalah Casanova bastard, yang jika sudah bosan memanjat satu wanita maka dia akan memanjat wanita lainnya. Dan jika sudah mendapat apa yang dia mau, maka dia akan membuang wanita-wanita itu seperti sampah
Tak terasa, sudah 30 menit Zahra berada dalam kamar mandi. Hal itu membuat Izzan khawatir akan istri cantiknya, Izzan berjalan cepat menuju kamar mandi
Tok tok tok
"Sayaangg, apa kamu baik-baik saja?" (Tanya Izzan dengan suara agak keras, yang membuat Zahra tersentak dari lamunan panjangnya)
"I-iyaa aku baik-baik saja, sebentar lagi aku selesai" (Jawab Zahra sambil bergegas membilas tubuhnya dibawah guyuran shower)
Izzan pun kembali duduk disofa dekat ranjang, dia memainkan ponselnya sejenak sambil menunggu Zahra selesai mandi. Dan tak lama, terdengar suara knop pintu kamar mandi
__ADS_1
Cekklek
Zahra keluar dengan hanya menggunakan handuk mandinya lagi, karena dia memang tidak membawa baju ganti dan dilain sisi dia ingin menguji Iman suaminya