Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
KARENA BIDADARI


__ADS_3

Hi guyssss!!!


Untuk kalian yang baru aja nerima raport kenaikan kelas dan mendapat ranking ataupun peringkat, selamat yaaa. Dan untuk yang belum bisa mendapatkan ranking atau peringkat ituuu, tetap semangat yaaa❤️❤️


And then, selamat liburan semuaaaa❤️


_____________________________________________


Hari-hari terus berganti hingga tak terasa, pernikahan Izzan dan juga Zahra sudah terjalin 8 bulan. Dan sampai sekarang, mereka berdua belum dikaruniai momongan. Itu semua, karena Zahra ingin menjalani masa pelajarnya dengan leluasa. Dia sengaja mengonsumsi pil KB tanpa sepengetahuan suaminya. Sementara disisi lain, Izzan begitu sangat mendambakan kehadiran seorang anak sekaligus pewarisnya nanti.


Indah nan cerahnya pagi, membuat sepasang suami istri yang sedang berlari pagi semakin bersemangat. Tampak senyuman merekah dipipi keduanya, dikala mereka menyapa dan mendapat sapaan dari para tetangga kompleks rumah


"Hufftt.. lumayan untuk pagi ini. Kita pulang?" (Tanya Izzan pada Zahra, sambil mengelap keringat yang ada didahinya)


"Jangan dulu sayang. Aku mau makan bakso dulu" (Jawab Zahra dengan wajah yang begitu antusiasnya)


"Gemasnyaa istrikuuu.. baiklah, ayo" (Ucap Izzan sambil mencubit pelan pipi istrinya)


"Tapii, tunggu dulu. Apakah besok kamu ada pelatihan ujian sayang?" (Tanya Izzan yang tiba-tiba mengingat agenda sekolah istrinya itu)


"Iya benar, kenapa sayang?" (Jawab Zahra sekaligus berbalik bertanya)

__ADS_1


"Emm tidak sayang. Aku hanya ingin mengantar dan menjemputmu selama kamu pelatihan dan juga pada saat ujian" (Jawab Izzan menjelaskan)


"Kenapa begitu? kan ada pak Urip. Dan lagipula, sekarang kamu sudah semakin sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan kantormu itu kan" (Ucap Zahra sambil tersenyum kecut)


"Maafkan aku sayang.. tapi itu semua aku lakukan untuk mu, dan untuk anak kita nanti. Aku kan sudah berjanji pada orangtuamu dan juga kakak-kakak mu bukan? kalau aku, akan membahagiakanmu dan tidak akan membuatmu merasa kekurangan" (Tukas Izzan bernada lembut, sembari mengelus puncak kepala Zahra. Dan apa yang dia lakukan itu, membuat hati Zahra menghangat)


"Terimakasih sayang" (Ucap Zahra singkat, yang begitu terharu dengan perkataan suaminya itu)


Alih-alih menjawab ucapan terimakasih Zahra, Izzan memilih mencium puncak kepala istrinya. Karena baginya, hal yang sudah diucapkan olehnya memang sudah menjadi kewajiban sebagai seorang laki-laki.


Setelah mencium puncak kepala Zahra, Izzan menggandeng tangan mungil istrinya. Mereka berdua berjalan menyusuri kompleks rumah, untuk mencari penjual bakso langganannya dan juga istrinya. Lalu setelah menemukan si penjual bakso itu, langsung saja Zahra berhamburan duduk dikursi plastik yang sudah disediakan oleh si penjual bakso untuk para pembeli


"Mang, 2 porsi ya. Satu pedas, dan satu lagi tidak" (Ucap Izzan memesan bakso sambil melihat ke arah istrinya yang juga sedang melihat ke arahnya, dengan memberikan senyuman manis)


Sambil menunggu bakso yang dipesan datang, Izzan tampak memainkan ponselnya. Dan sesekali, Izzan tertawa kecil sambil terus menatap ke arah ponsel yang sedang dimainkannya. Tentu saja hal itu membuat Zahra penasaran


"Apa yang membuatnya tertawa-tawa seperti itu sih? awas saja kalau sampai dia berani melirik pada selain diriku!" gumam Zahra dalam hati, sambil mengepalkan kedua tangannya


"Apa yang kamu lihat?! kenapa sampai tertawa seperti itu sihh!" (Tanya Zahra bernada ketus)


"Aku sedang melihat bidadari sayang.." (Jawab Izzan dengan santainya)

__ADS_1


"APAAAAA!!" (Pekik Zahra yang membuat Izzan terduduk tegap)


"Siapa bidadari itu haa?! berani kau bermain belakang, rudal kebanggaanmu itu akan ku patahkan!" (Lanjut Zahra)


"Puuffftt, hahaha. Kamu ini, cepat sekali terpancingnya" (Ucap Izzan sembari menertawai istrinya, yang memanas karena kejahilannya tadi)


"Ini, lihatlah. Aku hanya sedang melihat videomu yang aku ambil saat kita jogging tadi" (Lanjut Izzan, sambil menunjukkan video Zahra yang tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah karena lari pagi hari ini. Dan hal itu malah membuat Izzan malah gemas melihatnya)


"Apa kau tidak membohongiku?!" (Tanya Zahra yang masih bernada ketus, sambil melirik Izzan dengan ekor matanya)


"Untuk apa aku membohongimu sayangg.. heemm? lagipula kenapa aku harus melirik wanita lain, kalau istriku saja sudah secantik ini" (Ucap Izzan dengan jujur sambil mengedipkan sebelah matanya pada Zahra, Dan pipi Zahra tampak langsung memerah mendengar perkataan suaminya)


"Mas, mba.. ini baksonya" (Ucap penjual bakso sembari memberikan dua mangkok bakso kepada Izzan dan juga Zahra)


Seketika saja, Zahra mencoba menetralkan pipinya yang memerah dan dia menerima mangkok bakso yang diberikan penjual bakso tadi


"Terimakasih mang"


"Terimakasih"


Ucap Izzan juga Zahra bersamaan sambil tersenyum pada penjual bakso

__ADS_1


"Sama-sama mas, mbaa. Silahkan dinikmati" (Balas si penjual bakso, yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Izzan dan Zahra untuk membuat pesanan pembeli lainnya)


__ADS_2