Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
AKHIRNYA


__ADS_3

Tak terasa, waktu terus berlalu. Kini, Zahra sudah siap menyambut kelulusan nya yang akan diadakan pada pukul jam 08.00 pagi di aula sekolah


"Sayangg, sudah belumm? aku sudah siap nih" (Tanya Zahra sambil sedikit berteriak pada suaminya yang tak kunjung keluar dari kamar mandi)


"Sebentar sayang, sebentar lagi" (Jawab Izzan dari dalam kamar mandi)


Dan tak lama kemudian, Izzan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang kekarnya. Zahra yang baru saja meletakkan pakaian untuk suaminya di atas ranjang pun, langsung terpana melihat tubuh indah suaminya itu



"Jangan berfikir kotor seperti ituu.. apa durasi yang aku berikan itu kurang?" (Tanya Izzan menggoda Zahra, dan membuat pipi Zahra merona)


"Cepat pakai pakaianmu, aku tunggu dibawah" (Ucap Zahra sembari melangkah keluar kamar)


"Heemm" (Balas Izzan sambil mulai memakai pakaiannya)


Setelah selesai memakai pakaiannya, Izzan pun menyusul isterinya yang sudah berada di meja makan lebih dulu


"Pagi bi innah" (Sapa Izzan pada salah satu ART dirumahnya yang terbilang sudah berumur)

__ADS_1


"Pagi tuan" (Balas bi innah sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya)


"Bi, kemarilah. Sarapan bersama kami" (Titah Zahra dengan nada yang sangat lembut)


"Ahh ndak usah nyonya.. tuan dan nyonya saja ya nyonya, saya permisi mau nyuci baju dulu" (Ucap bi innah sambil hendak melangkah pergi)


"Bi.. ingat kan, kalau isteriku sudah perintahkan A maka harus dilakukan?" (Ucap Izzan, yang membuat bi innah mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ikut bergabung menyantap sarapannya)


Zahra terlihat sedang mengambilkan makanan untuk suaminya, lalu untuk dirinya sendiri. Dan setelah itu, Zahra mulai menyuap nasi beserta pepes ikan ke dalam mulutnya. Tetapi ketika memakannya, Zahra merasa mual


"Hooeekk.. hooekk" (Zahra langsung berlari ke arah wastafel dan memuntahkan makanan yang baru saja dia nikmati itu)


Sementara Izzan yang mendapati isterinya tiba-tiba muntah-muntah itu pun, langsung berlari kearah Zahra dan disusul oleh bi innah yang juga menjadi ikut khawatir


"Tapi keadaan mu seperti ini sayaanggg" (Ucap Izzan dengan nada yang sangat khawatir)


"Hufft.. huftt.. aku baik-baik saja sayang. Tenang lahh" (Tukas Zahra sambil menetralkan nafasnya yang agak tersengal, karena sudah banyak sekali makanan yang dia muntahkan itu)


Melihat Zahra yang melemas, Izzan dengan cepat membopong tubuh Zahra dan meminta bi innah untuk memanggil dokter keluarga

__ADS_1


"Tahan sayang, kamu harus tahan. Aku mohon" (Ucap Izzan dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, karena takut terjadi apa-apa pada isteri tercintanya itu)


Izzan membawa Zahra kedalam kamar, dan setelahnya Zahra diletakkan diatas ranjang. Lalu setelah beberapa saat menunggu dokter, akhirnya dokter pun tiba dikamar


"Dok, tolong cepat periksa keadaan isteri saya dok" (Pinta Izzan pada dokter)


Dan dokter pun kini tampak memeriksa keadaan Zahra. Melihat dokter yang malah tersenyum lebar, sementara Zahra kini mengeluarkan keringat sebesar biji jagung dan juga sangat pucat pun Izzan menjadi marah. Izzan pun dengan sangat emosi, menarik kerah leher dokter itu


"AAPA KAU BODOH, HAAA?! kenapa kau malah senyum-senyum seperti itu? jangan-jangan-" (Sarkas Izzan yang langsung saja dipotong oleh Zahra)


"Sayang.. tenanglah, dokter tidak ada niat jahat sama sekali. Dia hanya benar-benar memeriksaku" (Ucap Zahra dengan nada yang begitu lemas, dan mendengar itu Izzan langsung melepas cengkramannya dikerah leher dokter. Kemudian menghampiri isterinya)


"Maafkan aku sayang, sekarang apa yang kamu rasakan? apa yang sakit sayang?" (Tanya Izzan sambil menggenggam tangan Zahra dengan sangat erat, sambil sesekali menciumi punggung tangan Zahra)


"Nona Zahra hanya perlu istirahat yang cukup, Tuan. Sebab nona Zahra sedang mengandung. Dan usia kandungannya, sudah memasuki minggu ke 4. Untuk memastikan hal itu, saya sarankan anda mengeceknya ke dokter kandungan. Agar nona Zahra, bisa diperiksa lebih intens dan juga diberikan resep-resep vitamin kandungan" (Sahut dokter menjelaskan)


Izzan, Zahra, dan bi innah yang mendengar hal itu dari dokter pun tercengang. Terutama dengan Izzan, setelah cukup lama menanti kehadiran seorang anak karena dihambat oleh Zahra yang mengonsumsi PIL KB itupun merasa sangat senang mendengarnya


Seketika Izzan menghujani ciuman diwajah isterinya, kemudian dibagian perut isterinya

__ADS_1


"Ahaahhaa sudah sayangg, ini sangat menggelikan ohh hahaha" (Ucap Zahra yang merasa sangat geli)


Sementara bi innah dan dokter yang melihat hal itu, spontan pamit keluar kamar agar sepasang suami isteri itu dapat menghabiskan waktunya bersama


__ADS_2