Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
BUNGLON


__ADS_3

"Aahh sudahlah! mungkin aku memang aku harus berhenti menjadi Ketua Osis. Dan mungkin aku akan gagal mendapat beasiswa disalah satu universitas yang mengadakan beasiswa untuk siswa-siswi yang menjadi Ketua Osis" (Ucap Arya bernada kecewa)


"Heemhh.. andai tu orang penyuruh ga pindah kesini, pasti kak arya masih memegang jabatannya dan dapat beasiswa" gumam Zahra dalam hati sambil menatap kasihan pada Arya


"Yasudah Zahra, kembalilah keruangan rapat. kakak mau pulang dan membantu ibu dicaffe" (Ucap Arya pada Zahra)


"I-iya kak, Marii..." (Ucap Zahra dengan sopannya)


"Mari.." (Balas Arya dengan sopannya juga)


Zahra melangkahkan kakinya menuju keruangan rapat lagi, dan dalam hatinya dia mengumpat Izzan yang menurutnya terlalu angkuh untuk menggantikan Arya yang sopan, ramah dan bijaksana


"Kenapa sikap dia saat menabrakku didepan tangga itu, beda sekali dengan sikapnya saat ada diruang rapat ya? apa dia ingin membalasku karena aku tidak memberitahukan namaku?" Batin Zahra sambil terus melangkahkan kakinya


"Ehh, kenapa aku jadi mikirin dia sih! si angkuh ituuu? kamu fikirin Zahra? come on!! husshh husshh" Batinnya lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, guna menepis fikirannya yang memikirkan Izzan itu


Ketika sampai didepan pintu ruang rapat, perkataan Izzan langsung membuat Zahra melotot sempurna


"Hah! lama sekali sih! kamu itu cuma disuruh ambil Arsipanku, bukannya disuruh menggali emas!" (Ucap Izzan dengan nada sedikit membentak)


Zahra langsung melangkahkan kakinya cepat kearah Izzan, dan diapun menggebrak meja yang ada dihadapan Izzan


Brrakk!!


Seisi kelas pun menjadi tegang karena untuk pertama kalinya, Seorang Zahra marah dan terlebih sampai menggebrak meja


"Kamu! Kamu si angkuh, dengarkan aku! Pertama, kamu menyuruh seenak jidatmu. kedua, kamu membentakku. Selama ini, ga ada seorangpun yang membentakku termasuk ayah dan ibuku. tapi kamu, hemhh apa seperti itu perlakuanmu terhadap wanita walaupun dia salah? haaa! apa aku melakukan kesalahan besar?" (Ucap Zahra sambil menatap Izzan dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dan dengan suara yang bergetar menahan tangis)


Sissy yang mendengar perkataan Zahra pun, kini berdiri dari duduknya dan berkata


"Iya kak, Zahra benar. Zahra tidak melakukan kesalahan yang besar kan, Itu masalah kecil sangat kecil.. terlambat 5 menit itu bukanlah hal yang perlu diperdebatkan bukan?" (Seru Sissy menambahkan perkataan Zahra)

__ADS_1


Izzan yang mendengar perkataan Zahra dan Sissy itupun merasa bersalah, niatnya mengerjai Zahra dengan menyuruhnya mengambil arsipan dan membentak Zahra pun kini dia sesali. Dia tak tahu bahwa Zahra tidak bisa dibentak


"Izzan! kenapa kamu malah membentak nya, bodoh!" gumam Izzan dalam hati menyalahkan dirinya


"A-aku minta maaf.." (Ucap Izzan dengan lirih)


"Hemhh! dasar orang kaya, meminta maaf dengan mudahnya seperti membalikkan telapak tangan saja!" gumam Zahra dalam hati yang merasa kesal sekaligus takut karena dibentak


"Baiklah, rapat hari ini kita tunda. Kita laksanakan besok saja" (Ucap Izzan dengan entengnya)


"APAAA!!!" Teriak seisi ruangan serempak, terkecuali dengan Zahra yang masih dalam posisi yang sama dan menatap Izzan dengan tatapan yang sama


"kok ketua osis yang ini, beda banget ya sama kak Arya. kalau kak arya itu, konsisten soal apapun termasuk waktu"


"iya bener, walaupun kak Arya dalam keadaan sakit pun, dia tetap memimpin rapat kita"


"Mana acaranya tinggal 3 hari lagi guys!"


"Maaf, untuk kamu silahkan duduk. Maafkan kesalahan saya yang sudah menyuruhmu dan membentakmu" (Ucap Izzan sambil mempersilahkan Zahra untuk duduk dibangkunya)


"Dan saya meminta maaf kepada kalian semua, karena saya sudah dengan entengnya menyudahi rapat hari ini" (Ucap Izzan lagi sambil sesekali melirik Zahra)


"Rapat akan saya adakan jam 14.00 . Saya harap, seluruh anggota dapat mengikuti rapat. Karena mengingat acara akan dilaksanakan 3 hari lagi, jadi kita gunakan waktu yang kita punya untuk mempersiapkan acara tersebut dengan sebaik mungkin" (Terus Izzan lagi dengan suara baritonnya)


"lumayan juga cara bicaranya" gumam Zahra dalam hati sambil terus menatap Izzan yang berbicara


"Kalian semua faham?" (Tanya Izzan pada seluruh anggota Osis dalam ruangan itu)


"Faham kak"


"Iya kak"

__ADS_1


"Sangat faham kak"


Jawab mereka serentak mengiyakan pertanyaan Izzan


"Baiklah, kalian boleh meninggalkan ruangan ini" (Ucap Izzan seraya melangkahkan kakinya ke arah meja yang biasanya digunakan untuk meja guru)


Izzan menempelkan bokongnya pada meja itu, sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya. Sedangkan Zahra yang melihatnya pun, tertawa geli sendiri


"Hahaha! gayanya itu loh, selangit" Gumam Zahra dalam hati, sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya


Namun, apa yang Zahra lakukan itu tidak dilihat oleh Izzan. Izzan masihlah menatap satu persatu anggota Osis yang keluar ruangan rapat itu, agar mudah bagi Izzan mengenali wajah mereka nantinya saat bertemu entah didalam sekolah ataupun diluar sekolah


Sekarang, tersisa Zahra, Sissy, dan Izzan saja dalam ruangan itu. Izzan meminta Sissy untuk meninggalkannya berdua saja dengan Zahra, Dan Sissy pun menurutinya. Hingga hanya ada Zahra juga Izzan yang tersisa


"Ekhhemm" Dehem Izzan mencoba mencairkan suasana canggung


"Maaf aku tadi membentakmu, aku ha..." (Ucap Izzan pada Zahra, tetapi saat Izzan ingin meneruskan perkataannya sudah disahut cepat oleh Zahra)


"Anda tidak usah meminta maaf terus pada saya. Saya sudah memaafkan Anda, langsung saja ke intinya. Apa tujuan anda meminta Sissy meninggalkan kita berdua disini" (Ucap Zahra dengan nada yang sangat dingin)


"Hufftt.. baiklah, aku hanya ingin meminta maaf saja. Aku pun baru kali ini membentak wanita, aku hanya khawatir padamu tadi. Aku khawatir ketika mendapati kamu yang begitu lama mencari arsipanku, aku takut..." (Ucap Izzan menghela nafas dan disahut oleh Zahra lagi)


"Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya. Saya baik-baik saja, saya tadi hanya mengobrol sebentar dengan ketua Osis yang lama. Dia bilang, dia digantikan karena Pak Irfan ingin melihat kepemimpinan anda" (Ucap Zahra yang sekarang menatap lurus pada papan tulis)


"Yaa, benar.. papa ingin melihat kepemimpinan ku disini, papa ingin aku bisa meneruskan jejak papa yang dapat menjadi pemimpin yang baik dalam masyarakat. Dan, aku sangat menyayangi papa jadi keputusan papa untuk memindahkanku kesini pun aku turuti. Terlebih, papa memintaku menggantikan Arya. Aku pun merasa kasihan pada Arya, tapi bagaimana lagi? aku tidak ingin mengecewakan papaku. Dan oyaaa, aku sudah meminta maaf pada Arya soal aku yang menggantikannya ini. Dan aku pun sudah meminta papa agar membantu biaya kuliahnya setelah dia lulus nanti" (Ucap Izzan yang kini sudah duduk dibarisan bangku paling depan, berjarak 3 meja kebelakang dari tempat duduk yang Zahra tempati)


"Ternyata.. dia punya sisi baik juga. Aku sepertinya salah menilai sifatnya, eehh tapii.. aku juga belum bisa sepenuhnya percaya kalau dia itu memang baik" gumam Zahra yang mulai respect pada Izzan, tetapi dengan cepat Zahra menepisnya


"Zahra? apa kau dengar apa yang ku katakan?" (Tanya Izzan dengan lembut)


Degg

__ADS_1


"Dia ini manusia atau bunglon sih?! sikapnya berubah-ubah. Tadi dia membentakku, bersikap angkuh, tukang menyuruh, tapi kenapa sekarang bisa lembut begini?" gumam Zahra bertanya-tanya


__ADS_2