Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
VIDEO PANAS ZAHRA


__ADS_3

"Pintar sekalii, Yasudah ayoo kita lanjutkan perjalanannya lagi sayang" (Ajak Izzan bernada lembut sembari mengecup kening Zahra)


***


Sesampainya Izzan dan Zahra dirumah ayah Abidzar, para anggota keluarga besar langsung berhambur keluar rumah menuju mobil Izzan yang baru saja masuk kedalam halaman rumah


"Sayaaangg.. muuaahh muuaah" (Sapa ummi Marwah pada Zahra sembari memeluk erat tubuh putrinya, lalu menghujani Zahra dengan ciuman)


"Ummimu ini jauh dari kamu sehari aja, rasanya sudah seperti ribuan tahun ditinggal nak" (Ucap ayah Abidzar sambil terkekeh kecil)


"Yasudah ayo kita masuk, lanjut didalam saja mengobrolnya" (Ajak ummi Marwah pada semuanya)


Dan setelah semuanya sudah berada diruang keluarga, tampak Abimanyu, Mufid, dan Syahnaz berhamburan memeluk Izzan dan Zahra yang kini baru saja mendudukkan bokongnya disofa ruang keluarga


"Pamaan Izzan.."


"Aunty.."


"Auntyy.. unclee.."


Seru ketiganya sembari memeluk kedua orang yang mereka panggil itu


"Haaii booy, haii girl.. aunty dan uncle ada hadiah untuk kalian" (Ucap Izzan sambil terus tersenyum hangat pada ketiga bocah cilik itu)


"Wahh apa itu hadiahnya uncle, Kalau bukan balbie (barbie) Syahnaz ngga mauu.." (Tanya Syahnaz, Putri dari Hafidz dan Aisyah)


"Hemm begituu yaa...? jadiii princess Syahnaz ini maunya barbie?" (Tanya Izzan sembari memangku tubuh mungil Syahnaz)

__ADS_1


"Iyaa uncle.." (Jawab Syahnaz sambil tersenyum lebar, membuat semua yang melihatnya menjadi gemas)


"Baiklaahh Putri, taraa... ini hadiah untukmu princess cantik.." (Ucap Izzan sembari memberikan kotak besar berwarna soft pink pada Syahnaz. Dan dengan cepat Syahnaz membuka kotak itu yang dibantu oleh Izzan)


"Huwaaahh cantik sekali unclee.. bundaa.. Syahnaz dibeli (diberi) hadiah ini bundaa" (Ucap Syahnaz yang langsung berlari kearah ibunya guna menunjukkan hadiah yang diberikan Izzan itu)


"Iyaa sayangg.. sudah bilang terimakasih pada uncle?" (Tanya Aisyah pada putrinya)


"Maaf bunda, Syahnaz lupaa.." (Ucap Syahnaz sambil menundukkan kepalanya)


"Heeyy.. tak apa sayangg, cepat bilang terimakasih pada uncle sana" (Titah Aisyah dengan lembut, lalu Syahnaz sudah berjalan kearah Izzan)


"Maaf uncle, karena (karena) hadiah ini Syahnaz lupa belum beltelimakasih (berterimakasih)" (Ucap Syahnaz sambil memilin ujung boneka barbie berwarna pink, pemberian Izzan)


"Suuttt.. noo sayangg.. tidak apa. Sini lihat uncle" (Titah Izzan sembari memangku Syahnaz dan memegang dagu mungil Syahnaz)


"Kamu mengerti sayangg?" (Tanya Izzan dengan lembut)


"Mengerti uncle.." (Jawab Syahnaz sambil tersenyum manis, yang sangat menggemaskan. Izzan langsung mencium kedua pipi Syahnaz, dan semua yang melihat hal itupun merasa hangat. Mereka yakin, bahwa Izzan bisa menjadi ayah yang baik untuk anaknya dan Zahra nanti)


"Uncle.. Syahnaz sudah diberi hadiah, lalu hadiah kami berdua mana uncle?" (Tanya Abimanyu sembari menunjuk kearah dirinya sendiri dan juga Mufid, anak pertama dari Aziz dan Zulaikha)


"Aaaahh uncle lupa boyy.. maaf maaf, ini dia hadiah kalian boyy" (Jawab Izzan sembari memberikan dua kotak besar pada Abimanyu dan Mufid)


"Wahh besar sekalii.. terimakasih uncle. Kak, ayo kita buka hadiahnya" (Ajak Abimanyu pada Mufid. Kepribadian Abimanyu berbanding terbalik pada Mufid, sang kakak. Mufid cenderung lebih diam dan selalu bersikap dingin. Sedangkan Abimanyu, dia selalu aktif berbicara dan juga diantara para saudaranya dialah yang paling pintar)


"Iya sama-sam-" (Balas Izzan, tapi terhentikan karena Abimanyu dan Mufid sudah berlari masuk kedalam kamarnya)

__ADS_1


"Ckk ckk ckk.. Seperti itulah anak-anak kalau sudah melihat hadiah" (Ucap Aziz sambil menepuk pundak Izzan pelan)


"Terimakasih Zan" (Ucap Aziz pada Izzan karena sudah memberikan hadiah pada Syahnaz, Abimanyu dan juga Mufid)


"Aahh tak perlu berterima kasih kak.. itu cuma hadiah kecil saja" (Sahut Izzan sambil tersenyum tipis kearah Aziz)


"Baiklah.. ayo kita makan siang dulu, Setelah selesai makan. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" (Ucap aziz dengan serius yang membuat Izzan bertanya-tanya)


"Ada yang ingin dibicarakan? apa hal itu berhubungan denganku? atau dengan istriku?" gumam Izzan dalam hati


"Baiklah kak" (Ucap Izzan mengiyakan perkataan Aziz)


☘☘☘


Setelah selesai dengan makan siangnya, kini semua anggota keluarga berkumpul kembali diruang keluarga. Terkecuali Aziz, Hafidz dan Izzan yang setelah baru saja selesai dengan makan siangnya mereka bertiga langsung pergi ketaman belakang rumah


"Ini, lihatlah" (Titah Aziz pada Izzan, sembari memberikan ponselnya)


Izzan pun menerima ponsel Aziz itu, dan matanya terbelalak ketika melihat video panas berdurasi 30 detik yang peran wanitanya adalah istrinya sendiri


"Apa kamu percaya kalau itu adalah istrimu?" (Tanya Hafidz dengan nada dan wajah dingin)


"Tidak kak, tentu saja aku tidak percaya. Karena aku sendiri yang sudah membuktikannya" (Jawab Izzan jujur)


"Lalu, apa rencanamu untuk hal ini? Karena video ini sudah menjadi trending topik. Untung saja, masyarakat luar belum tau tentang hubunganmu dengan Zahra. Kalau tidak, mungkin perusahaanmu akan collabs seketika Zan. Dan, kamu harus segera menghapus video ini lalu menangkap pelaku yang mengedit Zahra sebagai pemeran wanita dalam video menjijikan itu. Cihh!! aku sungguh merasa jijik melihatnya" (Ucap Aziz panjang lebar)


"Kakak tidak perlu khawatir, aku akan mencari tau siapa dalang dari semua ini. Aku yakin, pasti ada seseorang yang tidak suka melihat kebahagiaanku" (Tukas Izzan sambil mengepalkan kedua tangannya)

__ADS_1


__ADS_2