Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
RENCANA KEJUTAN UNTUK UMMI


__ADS_3

"Ehhh tunggu-tunggu. Ini ga bener, gue harus ngajak kenalan dia secara langsung nih. Kalo begini sih, gue sama aja nyolong-nyolong" (Lanjutnya lagi)


Akhirnya, Dirga pun memutuskan untuk mengajak Fatimah berkenalan secara langsung. Dia meminta bantuan pada Faniza untuk menjalankan rencananya itu


Tuutt.. Tuutt..


"Hufftt.. Ni orang lagi buat anak atau gimana sih haah?!" (Gumam Dirga sambil terus menelepon Faniza)


Sampai pada panggilan yang ke-3 kalinya, akhirnya Faniza pun mengangkat panggilan telepon itu


"Looo.." (Terdengar Faniza yang mengucapkan 'Hallo' dengan suara malas)


"La lo la lo! bantuin gue, jangan dinas kasur aja lo" (Ucap Dirga yang membuat Faniza menyengir tipis di seberang sana)


"Heemm.. bantuin apa? naklukin hati nya Fatimah?" (Ucap Faniza yang membuat Dirga kaget)


"Lo kok bisa tau? jangan-jangan, lo lagi mata-mata in gue ya?" (Tanya Dirga sembari melihat ke sudut sudut kamar tidurnya)


"Karena, gerak-gerik seorang Dirga si manusia batu dan sombong ini terlalu terlihat bahwa dia sedang jatuh Cinta" (Jawab Faniza dengan jahilnya, dan di akhiri dengan tawa tipis)


"Sial lo, Za" (Sarkas Dirga yang membuat Faniza tertawa mengejek)


"Pfftt.. HAHAHA Dirgaa.. Dirga. Sekarang cepat katakan, gue harus apa" (Tanya Faniza yang sudah mulai serius)


Tapi baru saja dua lelaki dewasa ini akan memulai obrolan yang serius, Isteri Faniza terdengar sedang bermanja-manja dengan Faniza. Dan hal itu membuat Dirga menjadi iri sekaligus membuatnya langsung membayangkan Fatimah yang sedang bermanja-manja dengannya.


"Eemm.. sayaangg" (Suara isteri Faniza yang terdengar sangat manja)

__ADS_1


"Nanti lagi, Ga. Gue ada urusan penting, Soal Fatimah itu bisa di atur laahh..." (Ucap Faniza yang terdengar sudah sangat gelisah karena manjanya sang isteri)


"Aakkhh sial lo, Za. Yasudah, tapi ingat jangan lupa bantu gue!" (Ucap Dirga dengan nada ketus)


"Heemmm" (Balas Faniza yang langsung mematikan sambungan telepon)


Setelah dirasa sahabatnya bisa meng handle rencananya, Dirga pun menelepon sekretaris nya untuk menanyakan jadwalnya pada minggu ini, Karena dia berniat menghabiskan jadwal kerjanya pada minggu ini untuk mencari tahu tentang Fatimah


"Hallo, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" (Tanya Sekretaris Dirga)


"Apa saja schedule ku minggu ini?" (Tanya balik Dirga)


"Aah, sebentar, Pak" (Jawab Sekretaris nya)


"Schedule, Anda minggu ini kebanyakan adalah menghadiri acara peresmian cabang baru perusahaan kita, Pak" (Lanjut Sekretaris Dirga)


Dan belum sempat sekretaris nya itu menjawab ucapan Dirga, Dirga sudah mematikan sambungan telepon nya.


"Huuuhh! punya bos dingin nya Kaya kulkas 4 pintu" (Gumam Sekretaris Dirga seorang diri, sembari meletakkan telepon dengan agak membanting)


☘☘☘


Di tempat yang berbeda, Kini Izzan dan Zahra sedang mempersiapkan kejutan untuk Ummi Marwah. Izzan dan Fatimah merencanakan akan merayakan ulang tahun Ummi Marwah di salah satu resort ternama di daerah nya


"Pak, tolong Anda persiapkan dengan seindah mungkin. Dan tolong ditambahkan hiasan bunga Mawar putih" (Ucap Izzan kepada si pemilik resort. Dan tentu saja, karena Izzan menyewa resort itu dengan harga yang sangat mahal tentu membuat si pemilik resort menuruti nya. Apalagi, si pemilik resort itu tahu kalau Faniza adalah anak dari seorang pengusaha besar)


"Baiklah, Tuan saya dan para pekerja saya akan menghias resort ini dengan sangat Indah" (Ucap si pemilik resort dengan sangat ramah)

__ADS_1


"Terimakasih sebelumnya, eemm.. keluarga saya akan datang jam 8 malam. Dan saya harap, semuanya sudah siap dengan sangat sempurna" (Ucap Izzan yang dibalas anggukan serta senyuman oleh si pemilik resort)


"Baik, Tuan. Permintaan Anda, adalah kehormatan bagi saya" (Ucap pemilik resort yang membuat Izzan dan juga Zahra yang baru saja berdiri disamping suaminya itu tersenyum)


"Kalau begitu, saya permisi" (Pamit Izzan sambil melingkarkan tangan mungil Zahra pada lengan kekar nya dan berlalu pergi dari hadapan pemilik resort)


Izzan dan Zahra memutuskan untuk beristirahat di presidential suite room yang ada di resort itu


"Haaahh.. rasanya, sekarang aku mudah sekali haus dan lelah, sayang" (Ucap Zahra sembari mengambil air minum untuk dirinya dan juga Izzan)


"Mungkin karena saat ini kamu sedang mengandung anak kita, Sayang. Karena itu, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan rumah atau pekerjaan yang bisa membahayakan mu dan membuatmu lelah. Seperti tadi, aku kan sudah melarangmu untuk tidak ikut melihat-lihat persiapan dekorasinya, sayang..." (Ucap Izzan bernada lemah lembut sambil mengusap Puncak kepala isterinya itu)


Zahra yang mendengar ucapan Izzan itupun, seketika ekspresi nya menjadi murung. Karena Zahra merasa bahwa suaminya itu memarahi nya


"Heeyyy.. kenapa sayangg? apa perkataanku ada yang salah?" (Tanya Izzan dengan sangat lembut sambil menatap isterinya itu dengan penuh Cinta)


"Apa kamu marah padaku, suamiku? maaf, maaf aku sudah membuatmu marah" (Zahra berbalik tanya, dengan mata yang kini sudah mulai berair)


"Ya ampun sayangkuu.. muuaahhh. Aku tidak marah sayang, aku hanya mengingatkanmu saja isteriku. Heemm? apa aku tega memarahi isteri yang sangat aku cintai ini?" (Ucap Izzan yang membuat Zahra menatapnya dengan tatapan penuh arti)


"Tidak bohoongg?" (Tanya Zahra yang mulai bernada manja)


"Tentu saja tidak Tuan Putri" (Jawab Izzan yang diakhiri dengan memberi kecupan di Puncak kepala Zahra)


"Maafkan aku sayang, aku lupa kalau saat ini kamu sedang mengandung anakku. Tentunya, perasaan mu lebih sensitif" (Ucap Izzan sambil mengelus-elus punggung isterinya)


"Baiklah.. ayo kita istirahat, aku sudah meminta pada pramusaji untuk membawakan makanannya saat kita sudah bangun tidur nanti" (Lanjut Izzan yang mulai merebahkan tubuh nya, dan disusul oleh Zahra)

__ADS_1


Zahra dengan begitu manjanya tertidur dilengan kekar suaminya, Izzan dan Zahra yang memang sudah sangat kelelahan pun tertidur dengan cepatnya


__ADS_2