Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
ES DAWET


__ADS_3

Hii guysss❤️


maaf yaaa, author baru sempet up sekarang. Karna kemarin bantuin sepupu ngerjain tugas sekolahnya, selesai selesai langsung tidur😭


But, no prob guyss.. aku kejer 4 bab hari ini yaappp!!!!❤️


______________________________________________


Setelah berhasil membuat Zahra mau diajak makan siang bersama, Izzan kini berniat ingin mengajak Zahra Dinner di salah satu Resort yang dia punya


Izzan remaja yang sangat hebat. Bahkan diusianya yang masih sangat muda, dia sudah bisa merintis usahanya yang bergerak dibidang kuliner dan pendidikan. Izzan sudah menjadi CEO muda yang berhasil, bahkan dia sudah memiliki beberapa cabang perusahaan diluar negeri


Kepiawaiannya dalam memimpin perusahaan-perusahaannya, sudah tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, papa Irfan ingin melihat kepemimpinan Izzan dalam sebuah perhimpunan kecil. Seperti Organisasi Osis yang sedang dia ketuai ini


☘☘☘


Izzan sedang berada ditaman sekolah, dia tengah asik memandangi beberapa foto Zahra yang diambilnya saat Zahra sedang memakan makanan siangnya dikantin. Dia tampak mengulum senyumnya. Dan tanpa dia sadari, gadis yang dia foto itu sudah berdiri dibelakangnya. Zahra tampak menyrengitkan keninganya


"Kurang ajar banget sih! main cekrek aja, mana tu mulut lagi penuh sama makanan lagi. Dasar pencuri ulung" gumam Zahra dalam hati, mengumpat Izzan yang menurutnya telah lancang mengambil fotonya


"Ekheeemm!" (Dehem Zahra yang mengagetkan Izzan)


Seketika Izzan membalikkan tubuhnya kearah Zahra


"Duhh, jangan sampai Zahra melihat aku sedang memandangi fotonya yang aku ambil tadi. Kalau iyaa, bisa besar kepala dia" gumam Izzan dalam hati


"Ka-kamu ngapain disini Ra?" (Tanya Izzan mencoba menghindar)


"Aku lagi cari kamu" (Jawab Zahra singkat, membuat Izzan terheran)


"Cari aku? apa dia sudah mulai mengagumi ketampananku ini?" gumam Izzan lagi dalam hati dengan penuh bangga


"Ck.. jangan terlalu percaya diri seperti ituu. Aku mencarimu, karena Ummi memintaku untuk mengajakmu makan malam bersama dirumah nanti. Dan sekaligus, minta tumpangan lagi karena hari ini pak Urip sedang ada kepentingan" (Ucap Zahra yang seolah tau isi fikiran Izzan)


"Shiiitt, aku fikir dia mencariku karena sudah kagum padaku. Ternyata karena undangan makan malam dan tumpangan, tapi tak apa setidaknya aku bisa berduaan dengannya" gumam Izzan sambil tersenyum-senyum sendiri

__ADS_1


"Okee, okee. Ayoo kita pulang sekarang" (Ajak Izzan sambil berlalu pergi mendahului Zahra)


"Dasar pencuri ulung, main ninggalin aja" (Gerutu Zahra seorang diri)


Lalu Zahra menyusul langkah Izzan dibelakang. Dan sesampainya dimobil Izzan, Izzan dengan cepat membukakan pintu samping kemudi untuk Zahra. Setelah membukakan pintu mobil untuk Zahra, Izzan memutar tubuhnya dan membuka pintu kemudi mobil


"Haahh.. kenapa hari ini sangat panas sekali, rasanya aku ingin minum yang segar-segar" (Ucap Izzan sambil melirik Zahra)


"Cepatlah, jangan banyak omong. Jalankan saja mobilmu, nanti aku tunjukkan tempat penjual es dawet langgananku" (Ucap Zahra dengan nada dingin)


Izzan melajukan mobilnya dan sesampainya ditempat penjual es dawet langganan Zahra, mereka berdua pun turun dari mobil


"Pak, Es dawetnya dua ya. Kaya biasa pak, gula merahnya banyakin hehe" (Ucap Zahra pada penjual es dawet)


"Iyaa siapp nengg.." (Jawab penjual es dawet itu)


"Ehh, ehh.. tunggu pakk. Itu apa yang warna hijau, kok seperti lumut dan yang warna hijau muda kok seperti cacing" (Tanya Izzan sangat cepat)


Zahra yang mendengar Izzan bertanya dengan sangat cepat tanpa ada titik dan koma pun, menepuk keningnya. Dia lupa, kalau pasti Izzan tidak pernah meminum minuman yang sederhana seperti es dawet itu


Izzan tampak mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan dia mengerti. Yang sebenarnya dia masih bingung, dia masih ingin bertanya bagaimana cara membuat cincau dan dawet itu. Tapi dia urungkan, karena rasa hausnya sudah dirasa sangat menyiksanya


"Sudahh? ga mau nanya lagi?" (Tanya Zahra pada Izzan, yang membuat Izzan mendengus kesal)


"Kan aku baru pertama kalinya Ra, Maaf. Kalau minuman itu tidak diterima perutku, gimana?" (Izzan berbalik bertanya pada Zahra)


"Hufftt.. lihatlah, Tuan muda yang terhormat ini sangat berlebihan sekali" (Ucap Zahra dengan nada mengejek)


"Kau inii-" (Balas Izzan kesal, karena mendengar Zahra yang mengejeknya. Tapi, belum sempat dia melanjutkan perkataannya si penjual es sudah memberi dua gelas es dawet itu)


"Mas, mba. Ini es nya" (Ucap Penjual es sembari mengulurkan kedua tangannya untuk memberikan es itu, lalu diterima oleh Zahra)


"Terimakasih pak" (Ucap Zahra pada penjual es)


"Kamuu! ayo bayar" (Ucap Zahra pada Izzan)

__ADS_1


"Ckk.. ke oranglain ramah, giliran ke aku sadisnya minta ampun" (Ucap Izzan menggerutui Zahra)


"Cepatlahh, atau aku habiskan sendiri dua gelas es ini" (Ucap Zahra lagi, yang membuat Izzan langsung memberikan dua lembar uang ratusan pada si penjual es)


"Mas, ini kebanyakan. Harganya cuma empat belas ribu saja kok mas" (Ucap si penjual es)


"Tak apa pak, ambil saja kembaliannya" (Tukas Izzan sambil tersenyum)


"Terimakasih ya mas, terimakasih. Saya doakan, mas dan mba selalu bahagia" (Ucap penjual es mendoakan Izzan dan Zahra)


"Aamiin, terimakasih pak. Kalau begitu, saya kesana dulu" (Ucap Izzan sambil menunjuk ke arah Zahra yang sedang menikmati es dibangku taman)


"Iya mas.." (Sahut penjual es)


Dan Izzan sudah berdiri disamping Zahra, dengan santainya dia mengambil gelas es Zahra dari tangan pemiliknya


"Isss, kamu tuhh. Kan punya kamu ada Abdul Izzan Mufallah" (Ucap Zahra sambil sedikit menekan nama Izzan) .


"Punyaku rasanya tidak enak" (Tukas Izzan sembari mendudukkan bokongnya disamping Zahra)


"Tapi itu gelasku, berarti kita sudah berciuman secara tidak langsung" (Ucap Zahra sambil menatap tajam pada Izzan)


Gleggg


Izzan menelan kasar salivanya,


"Oh my god, death me!"


Oh Tuhan, mati aku! gumam Izzan dalam hati


"ABDUL IZZAN MUFALLAH!!!" (Zahra berteriak ingin menangis)


Dan dengan cepat Izzan berlari kedalam mobilnya, tapi dia berhenti sejenak didepan penjual es dawet tadi


"Pak, itu gelasnya saya tinggal disana. Terimakasih pak" (Ucapnya singkat, lalu meneruskan langkahnya menuju mobilnya)

__ADS_1


Penjual es pun tampak bingung, kenapa Izzan berlarian menuju mobilnya dan disusul Zahra dengan langkah cepat serta mata yang sedikit mengembun menahan tangis


__ADS_2