Pesan Singkat Kakak Kelas

Pesan Singkat Kakak Kelas
BERITA TERKINI


__ADS_3

"Baiklah, baiklah.. oyaa kerumah abah saja dulu ya sayang. Soalnya aku rindu keponakan-keponakanku yang nakal itu" (Ucap Izzan sembari tersenyum kecil mengingat betapa menggemaskannya keponakan-keponakan istrinya itu)


Zahra yang mendengar ajakan Izzan untuk lebih dulu pulang kerumahnya pun tersenyum, dia juga sudah merindukan keluarganya dan keponakan-kepokannnya


***


Setelah selesai bersiap-siap, Izzan dan Zahra kini sedang dalam perjalan menuju rumah ayah Abidzar. Sepanjang perjalanan, Izzan terus mengajak istrinya berbincang


"Oyaa sayang, menurutmu.. aku harus melanjutkan kuliahku di Indonesia saja atau diluar negeri?" (Tanya Izzan sambil terus memeluk tubuh istrinya yang sedang menyandarkan kepalanya didada bidangnya itu)


"Eemm.. menurutku kamu melanjutkan kuliah disini saja Zan. Sebenarnya sih aku mau ikut kamu kemana saja, karena aku mau jadi istri yang berbakti pada suaminya. Tapi, kalau harus jauh dari keluarga dalam waktu yang lama ku rasa aku tidak bisa Zan" (Jawab Zahra dengan jujur sembari mengelus dada bidang suaminya)


"Hemm.. baiklah, aku akan melanjutkan kuliahku disini saja. Aku ingin terus menemanimu" (Ucap Izzan dengan mantap dan diakhiri dengan memberikan kecupan singkat dipuncak kepala istrinya)


"Apa kamu yakin?" (Tanya Zahra sambil mendongak kearah Izzan)


"Yaa.. sangat yakin" (Jawab Izzan dengan jujur, yang membuat Zahra tersenyum lebar)


"Terimakasih sayang" (Ucap Zahra, yang membuat Izzan langsung memberhentikan mobilnya)

__ADS_1


Siiittt


"Uhhukk uhhukk" (Izzan tersedak ludahnya sendiri karena mendengar Zahra memanggilnya dengan sebutan sayang)


"Co-coba ulangi, aku tidak mendengarnya tadi" (Pinta Izzan sembari menatap Zahra dengan tatapan yang tidak bisa diartikan)


"Terimakasih Sayang" (Ulang Zahra yang menekan pada kata 'sayang')


Cuppp


Hujan kecupan dari Izzan dia berikan untuk istrinya itu, dia merasa sangat senang hari ini. Selain Zahra sudah memberikan haknya sebagai seorang suami, Zahra pun kini sudah memanggilnya dengan sebutan manis yang selama ini dia nantikan. Yaaa, selama ini Izzan sudah sangat menantikan panggilan manis dari Zahra untuknya


Sesaat setelah mereka berpelukan, ponsel Izzan berdering dan langsung saja Izzan melihat ponselnya. Dilayar ponselnya terdapat panggilan dari kakak tertua Zahra, Aziz. Dan dengan cepat, Izzan mengangkat telfon dari Aziz itu


"Hallo kak?" (Ucap Izzan)


"Yaa, hallo Zan. Apa kamu sudah membaca laman berita hari ini?" (Tanya Aziz)


"Belum kak, memangnya kenapa kak?" (Jawab Izzan yang mulai heran)

__ADS_1


"Segera bacalah berita terkini hari ini, jangan biarkan Zahra membuka ponselnya. Ikuti saja perkataanku" (Titah Aziz yang langsung mematikan sambungan telfon)


"Sebenarnya berita apa yang membuat kakak seperti panik begitu? suaranya saja terdengar seperti emosi begitu" gumam Izzan sambil menatap kosong kearah ponselnya yang masih dalam genggamannya


"Sayang" (Panggil Zahra yang menyadarkan lamunan Izzan)


"Y-yaa sayang, ekheemm. Kenapa? apa ada yang tertinggal?" (Tanya Izzan sambil tersenyum tipis pada Zahra)


"Kenapa? siapa yang menelfonmu tadi? apa ada masalah dikantormu? kenapa wajahmu langsung berubah setelah mendapat telfon itu?" (Tanya Zahra bertubi-tubi yang membuat Izzan menghembuskan nafasnya panjang)


"Hufftt.. sayang, tadi itu telfon dari salah satu anak buahku. Dia memberitahuku kalau hari ini itu ada berita terkini. Dan beritanya itu, tentang hujan badai yang sangat kencang akan melanda kota kita nanti. Jadi, pemerintah meminta kita untuk tidak mengaktifkan atau menggunakan ponsel kita dulu. Karena pemerintah khawatir, kalau signal dari ponsel yang kita gunakan itu berpengaruh terhadap hujan badai yang akan kita hadapi" (Jawab Izzan berbohong)


"Anehh, kalau ada hujan badai yang akan melanda kota kita.. kenapa kita tidak diperbolehkan mengaktifkan ponsel?" (Ucap Zahra bertanya-tanya sambil terus berusaha mencerna perkataan Izzan)


"I-iya sayang jadi.. pemerintah takut akan ada guntur besar karena hujan badai itu, iyaa guntur besar hehe" (Ucap Izzan berbohong lagi)


"Heemm begitu ya? yasudah, aku tidak akan mengaktifkan ponselku" (Sahut Zahra sembari mematikan ponselnya dan menyimpannya didalam tas)


"Ya Tuhan, semoga berita itu bukanlah berita buruk. Yang akan menghancurkan keluargaku ini" gumam Izzan dalam hati

__ADS_1


"Pintar sekalii, Yasudah ayoo kita lanjutkan perjalanannya lagi sayang" (Ajak Izzan bernada lembut sembari mengecup kening Zahra)


__ADS_2