
Jikalau Izzan dan Zahra tengah asik dan bahagia menikmati aktifitas panasnya dipagi itu, Hal itu berbanding terbalik dengan Fatimah. Kejadian tidak meng enakan dia dapatkan, yang menurutnya sudah membuat moodnya berantakan
"Kalau saja ini bukan acara pernikahan keponakan kesayangan ummi, pasti sudah ku remas-remas bibirnya yang tebal itu" (Ucap Fatimah mengumpat kesal seorang diri)
"Woyyy!" (Panggil Aziz sambil menepuk pundak sang adik yang terduduk melamun)
"Kakak ini buat aku kaget saja" (Ucap Fatimah sambil melirik kakak nya)
"Kamu itu yang membuat kakak kaget. Baru kali ini kakak melihat wajahmu seperti ini. Kakak akui sih dik, wajahmu ini seperti badut bunderan Jakarta. Tapi sekarang lebih jelek lagi" (Ucap Aziz sembari memasang wajah mengejek, membuat Fatimah menjadi bertambah marah)
"HUIIIIIHHHHHHHH!!!" (Ucap Fatimah sembari mencubit lengan sang kakak)
"AWWWWWW! SAKIT DIK, AWWW AMPUN IYAA AMPUUUN" (Pekik Aziz yang merasakan cubitan Fatimah lumayan sakit)
"Heyy, sudah sudahh. Kalian ini, malu tuh dilihat orang banyak" (Ucap ummi Marwah sembari menarik tangan Fatimah yang masih dilengan Aziz)
"Kak Aziz nih mi, mengejek aku terus!" (Ucap Fatimah bernada kesal, sambil melirik pada Aziz yang sedang mengelus-elus kasar lengannya yang terasa panas akibat cubitannya itu)
"Aziz, kamu itu selalu saja mengganggu adik-adik mu. Kamu apa tidak malu pada anak-anak mu, anak-anak mu saja tidak pernah mau mengganggu para saudara-saudaranya berlebihan sepertimu ini" (Ucap ummi Marwah yang juga merasa kesal dengan Aziz)
"Maaf Ummi. Habisnya Fatimah itu, membuatku penasaran. Mulutnya itu mi, tadi komat-kamit sendiri disini, dan wajahnya itu loh seperti pakaian kusut saja. Jadi ya aku goda sekalian ummi" (Ucap Aziz mencoba menjelaskan)
"Apa yang dikatakan oleh kakakmu itu benar, nak?" (Tanya ummi Marwah sembari mengelus Puncak kepala Fatimah)
"Apa yang dikatakan oleh kakak itu memang benar, Ummi. Tapi ummi tidak usah khawatir, mungkin moodku rusak seperti ini karena mendekati tanggal haid ku. Ummi kan tau, kalau aku mau haid, mood ku pasti rusak bukan?" (Jawab Fatimah berbohong)
"Heemm.. baiklah. Ummi kira kamu ada masalah soal butik mu, nak" (Ucap ummi Marwah sambil tersenyum tipis)
"Ummi tenang saja, besok butik ku akan kembali mengikuti Pagelaran busana di Paris. Karena aku dan karyawan ku sudah menyelesaikan masalah yang sempat membuat butik ku collabs itu" (Ucap Fatimah meyakinkan sang ibu)
Yaa, Fatimah adalah Desainer ternama di Indonesia. Bahkan, Rancangan busananya sudah terkenal hingga mancanegara. Kadang kerap kali dia diundang diacara pagelaran busana di negarfantastis besar. Dan, para bangsawan juga para masyarakat kelas atas sudah memiliki koleksi busana terbarunya. Dan pastilah busana rancangannya itu bernilai fantastis
"Tuhh mass, mas sudah dengar kan kalah yang membuat Fatimah komat-kamit sendiri itu apa? makannya jangan suka jail" (Ucap Zulaikha pada sang suami)
"Iyaa sayang iyaaa maafkan akuu. Dik, maafkan kakak ya. Kakak janji tidak akan mengganggumu lagi, tapi itupun kalau kamu tidak membuat kakak menjahili mu" (Ucap Aziz yang menurunkan volume suaranya ketika diakhir ucapannya, Tetapi samar-samar masih terdengar oleh Fatimah)
__ADS_1
"Apa kakk?! kakak pasti masih berniat menjahili ku kan?" (Tanya Fatimah dengan tatapan tajam mengintimidasi)
"Te-tentu tidak adikku yang cantik... kau mungkin salah dengar tadi" (Jawab Aziz dengan gugup)
"Yasudah kakak kesana dulu ya" (Ucap Aziz sembari menunjuk ke arah Hafidz dan ayah Abidzar yang sedang mengobrol. Dan hanya dibalas anggukan oleh Fatimah)
"Mas, aku juga ikut. Ayo ummi kita duduk disana. Aku juga ingin memantau anak-anak" (Ucap Zulaikha sekaligus mengajak ummi Marwah)
"Ayo nak" (Balas ummi Marwah)
"Oyaa, dik.. kamu tidak mau bergabung dengan kami?" (Tanya Zulaikha pada Fatimah yang sedaritadi sudah menatap ke bawah, sambil mengayun-ayunkan kakinya)
"Aahh tidak kak, nanti aku akan menyusul. Aku ingin disini dulu" (Jawab Fatimah yang sekilas dikagetkan dengan pertanyaan dari kakak iparnya)
"Baiklah, kalau begitu aku dan ummi juga kak Aziz duluan ya" (Ucap Zulaikha sambil tersenyum manis)
"Iya kak" (Balas Fatimah dengan senyum manis pula)
Ketika dilihatnya Aziz, Zulaikha, dan juga ibunya sudah benar-benar meninggalkannya, Fatimah pun menghela nafasnya dengan malas
FLASHBACK ON✨
"Sekarang, para sahabatku sudah menikah dan ada juga yang sudah memiliki anak. Sedangkan aku? huuffftt.. bahkan sampai sekarang, tidak ada satu wanita pun yang mampu menaklukkan hati seorang Dirga Xandares" (Ucap Dirga Xandares seorang diri sambil melangkah menuju ke altar pernikahan sahabat masa kecilnya, Faniza)
"Whohooo.. udah lepas juga nih kandidat jomblo lu bro. Congrats" (Ucap Dirga sembari merangkul sahabatnya itu)
"Thankyou, thankyou. Lu kapan mau nyusulnya, heemm? apa lu ga mau berhenti tuh keluar masuk goa perempuan bayaran lu itu?" (Tanya Faniza yang memang benar adanya, dan apa yang dikatakan oleh Faniza itu hanya membuat perut Dirga merasa tergelitik saja)
"Sialan lu bro" (Tukas Dirga sembari tersenyum kecut. Dan dibalas gelak tawa oleh Faniza)
Disaat Dirga dan Faniza sedang berbincang, Dirga mendapati ponselnya yang berdering. Lalu dengan cepat, Dirga mengangkat telepon itu
"Ha-hallo bos, cepatlah kembali ke markas bos. Keadaan markas saat ini sangat kacau" (Ucap anak buah Dirga dengan nafas yang tersengal-sengal)
"Ada apa? cepat katakan! kacau kenapa!!" (Tanya Dirga sambil mengeraskan suaranya, yang membuat Faniza juga wanita yang baru saja menjadi isteri sahnya itu kaget. Faniza ingin sekali bertanya hal apa yang membuat Dirga mengeraskan suara seperti itu, tapi dia urungkan niatnya itu)
__ADS_1
"Alex Group sudah mengepung markas kita, bos. Cepatlah, Aksar sudah terkena tembakan" (Jawab anak buah Dirga)
"SHIIIT!! Baiklah, 20 menit lagi aku sudah sampai" (Tukas Dirga sembari mematikan sambungan telefon)
"Bro, sekali lagi selamat ya. Dan ini, tiket bulan madu ke Swiss bersama isterimu. Aku pamit ya" (Ucap Dirga terburu-buru sembari memberi sebuah tiket berlibur untuk Faniza dan juga isterinya)
"Apa ada masalah bro? kenapa buru-buru begini? ayo, nikmatilah wine mu lagi" (Balas Faniza sambil menepuk lengan Dirga)
"Ahh mungkin lain kali saja Za, aku sedang buru-buru. Alex sedang mencari masalah denganku" (Ucap Dirga yang mengecilkan volume suaranya di akhir ucapannya)
Dan Faniza yang sudah mengetahui profesi lain temannya itupun hanya mengangguk mengerti, karena memang Dirga adalah CEO terkenal dunia sekaligus menjadi Pemimpin atau Tetua Mafia . Dan, kelompok mafia yang dia ketuainyaa diberi nama "Dirga Gold Comunity" . Karena, kelompok mafia yang diketuai nya itu sangat sulit untuk dikalahkan. Bahkan, sepak terjang mereka sudah terbukti keunggulan dan kehebatannya. Hal itulah yang membuat Dirga disegani dan ditakuti oleh semua orang. Selain dari wajahnya yang sangar , dia juga punya sikap yang sangat dingin.
Dirga melangkahkan kakinya begitu cepat, sembari sesekali dia melihat arloji yang bertengger ditangannya
Dan......
Brukkk
"Ssshhh awww" (Desis Fatimah yang jatuh sedikit terpental karena tubuhnya yang mungil itu tidak sengaja di tabrak oleh tubuh kekar Dirga)
"Kau ini! kalau jalan itu pakai matamu ini, bodoh!" (Sarkas Dirga sambil menunjuk-nunjuk kearah mata Fatimah)
"Tuan, anda lah yang menabrak saya. Dan, tolong kecilkan suara anda" (Ucap Fatimah sembari berdiri menghadap Dirga)
"Hemmhh, boleh juga mentalnya. Yaa... Walaupun tubuhnya sekecil semut" gumam Dirga dalam hati sambil menatap Fatimah dengan tatapan yang tidak bisa diartikan
"Beraninya kau menyuruhku untuk mengecilkan suara. Apa kau tidak mengenalku? haa?" (Tanya Dirga dengan nada yang kini sedikit mengecil)
"Saya tau anda, tuan. Anda adalah pria yang menabrak saya, tetapi anda yang malah memaki saya. Permisi" (Jawab Fatimah dengan nada ketus dan berlalu pergi meninggalkan Dirga yang tengah termangu. Menurutnya Fatimah sangatlah berani terhadapnya, karena sampai saat ini tidak ada seorangpun yang berani bicara dengan nada ketus padanya. Jangankan bicara, menatap matanya pun rasanya sangat mengerikan)
"Heyy tunggu!" (Ucap Dirga dengan sedikit mengeraskan suaranya, tapi tidak digubris oleh Fatimah)
Fatimah terus saja melangkah menuju altar pernikahan sepupunya, untuk mengambil sesi foto bersama. Dan ketika sudah sampai dialtar pernikahan, sang fotografer meminta Fatimah berdiri disamping Faniza. Lalu, tampak Faniza merangkul pundak Fatimah. Dan hal itu dilihat oleh Dirga yang masih menatap ke arah Fatimah
"Siapa gadis itu? kenapa Faniza berani merangkulnya? bukannya selama ini Faniza tidak pernah merangkul wanita, pernikahannya saja atas dasar perjodohan" gumam Dirga dalam hati
__ADS_1
"Aakhh, kenapa aku jadi kepo begini sih. Sudahlah" lanjut gumam an nya lagi