Pesona Sang Janda

Pesona Sang Janda
Penjilat dan Pecundang


__ADS_3

Sarah masih saja berkilah hingga membuat Alexander semakin emosi. Pria itu membanting pintu lalu segera menjauh dari kamarnya. Dia butuh untuk menenangkan diri.


Alexander berjalan dengan cepat melintasi ruang keluarga. Nyonya Grace yang melihat gelagat kemarahan sang putra yang memuncak, merasa khawatir. Wanita paruh baya yang senantiasa berpenampilan glamour tersebut lalu menyuruh Lucas, asisten sang putra yang sekaligus menantunya untuk mengikuti Alexander.


"Lucas, ikuti kakakmu!" titahnya.


"Baik, Ma," balas Lucas yang segera beranjak.


Asisten pribadi Alexander itu lalu mengejar bosnya yang sudah masuk ke dalam mobil. "Bos, tunggu!" seru Lucas sebelum Alexander menutup pintu mobilnya.


Lucas segera masuk melalui pintu di sisi yang satunya. Dia kemudian duduk di samping sang bos. "Bos mau kemana?" tanyanya.


Alexander menghela napas panjang. "Entahlah, Lucas. Aku juga tidak tahu," balas Alexander yang kemudian segera menghidupkan mesin mobil dan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Lucas terdiam. Dia tidak mau mengganggu konsentrasi Alexander yang sedang menyetir mobil karena itu bisa berbahaya. Untuk beberapa saat, keheningan tercipta di kabin mobil mewah tersebut.


"Lucas. Kamu cari tahu tentang kehidupan pribadi Moohan!" titah Alexander, mengurai keheningan. Pria itu kemudian memelankan laju kendaraannya.


Lucas langsung membuka ponsel pintarnya dan mulai mencari nama orang penting di kota sebelah tersebut. Cukup lama dia mencari hingga kemudian Lucas menemukan sebuah fakta meskipun diulas secara tidak lengkap. "Dia seorang casanova, Bos," ujarnya dengan tatapan yang masih tertuju ke layar ponsel.


Alexander mengerutkan dahi. 'Casanova? Apa itu artinya, Sarah benar-benar salah satu teman kencannya?' batinnya, menyimpulkan.


Alexander menjadi geram, mengingat sanggahan sang istri tadi. Dia memukul setir mobilnya dengan keras hingga membuat Lucas yang masih berkonsentrasi dengan pencariannya, terkejut. Lucas yang menemukan fakta baru, mengurungkan niat untuk memberitahukan pada Alexander.


Mantan suami Thalia itu lalu menghentikan mobil di sebuah tempat yang sepi. Alexander segera keluar yang diikuti oleh asistennya yang penjilat. Alexander menghembus napasnya kuat-kuat kemudian.


'Apa sebenarnya yang Moohan inginkan? Apa dia sengaja ingin mempermalukan aku di depan Sarah? Dia ingin menunjukan bahwa dia lebih hebat dari aku?' Pria bertubuh tinggi tegap itu, menduga-duga.


"Lucas. Kapan istri Moohan akan mulai bekerja di kantor?" tanya Alexander tanpa menoleh ke arah sang asisten yang berdiri dengan setia di sampingnya.

__ADS_1


"Jika menurut jadwal yang sudah ditetapkan oleh dewan direksi, serah terima jabatannya minggu depan, Bos," balas Lucas.


"Apa kamu sudah mendapatkan informasi mereka tinggal di mana?" tanya Alexander kembali yang penasaran dengan kehidupan Moohan dan istrinya.


Lucas menggelengkan kepala.


Ya, tentu saja Lucas tidak tahu karena Zack bekerja dengan sangat rapi sesuai perintah bosnya. Moohan tidak mau Alexander dan orang-orangnya mengendus jejaknya dan juga Thalia. Bod TMC itu ingin memberikan kejutan istimewa untuk mantan suami Thalia.


Alexander menyugar rambutnya kasar. Pria itu lalu kembali masuk ke dalam mobil. Sementara Lucas masih mematung, ragu untuk menyampaikan informasi yang dia dapatkan mengenai hubungan Sarah dan Moohan di masa lalu.


"Lucas! Kamu pulang naik taksi!" seru Moohan yang langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan sang asisten di tempat tersebut.


Lucas sangat kesal. Pria itu menendang batu kerikil sembarang hingga mengenai seseorang yang melintas. Wanita muda itu mengaduh dan memijat kepalanya yang terkena batu kerikil hasil tendangan Lucas.


Lucas mendekati sumber suara. "Zizi?" Asisten pribadi itu menatap tidak percaya pada wanita muda yang dia lihat.


Wanita yang disapa Zizi itu lalu menunduk dan segera melanjutkan langkah untuk menghindar dari Lucas. Laki-laki yang pernah pernah menjanjikan sebuah pernikahan kepadanya. Namun, yang ditunggu Zizi tidak kunjung datang bahkan pemecatan dan pengusiran yang dia dapatkan dari Jean, adik kandung sang bos.


"Kamu bohong, Lucas! Kalau kamu memang mencintaiku dan mencari-cariku, tidak mungkin kamu menikah dengan Jean!" seru Zizi yang berusaha melepaskan pelukan Lucas.


"Lepaskan aku, Lucas! Aku harus segera pulang! Anakku sudah menunggu di rumah!" lanjutnya, masih dengan berontak berusaha terlepas dari kuatnya pelukan mantan kekasih, ayah kandung dari anaknya.


"A-anak? Apa, apa kamu sudah menikah, Zi? Siapa laki-laki beruntung itu?" tanya Lucas, terbata. Pria itu merasa sangat sedih karena Zizi, wanita yang sangat dia cintai ternyata telah menemukan tambatan hati.


Zizi menggelengkan kepala. "Aku belum menikah, Lucas. Anak itu adalah anakmu. Tapi kamu tidak perlu khawatir karena aku tidak akan pernah menuntutmu. Aku bisa menghidupi diri dan anakku tanpamu!" ketus Zi yang kemudian segera melanjutkan langkah karena Lucas telah melepaskan pelukannya.


"Tidak, Zi! Aku akan bertanggungjawab!" seru Lucas yang kemudian mengejar Zizi.


"Tidak perlu! Aku tidak butuh pecundang dan penjilat sepertimu!" tolak Zizi, ketus.

__ADS_1


Dia sudah lelah menanti, dia juga sudah bosan dengan janji-janji Lucas yang dulu pria itu ucapkan. Semuanya nol besar dan hanya omong kosong semata. Demi ambisinya, Lucas merayu Jean dan membiarkan Jean memecatnya dengan fitnahan yang kejam.


Setelah keluar dari kantor Thompson Group, hidup Zizi nelangsa. Dia kehilangan pekerjaan, tepat di saat dirinya dinyatakan mengandung anak Lucas. Namun, Lucas bukannya langsung mengejar Zizi, tetapi malah diam saja ketika mantan sekretaris Alexander itu diusir dari kantor dengan tidak hormat.


"Zi. Dengarkan aku. Aku melakukannya untuk kita. Aku tidak mencintai Jean, Sayang," ujar Lucas sambil berjalan mensejajarkan langkah dengan Zizi.


"Kamu pikir, aku senang mendengar perkataanmu, Lucas? Tidak! Aku bukan tipe orang yang senang menari-nari di atas penderitaan orang lain!" tolak Zizi, tetap dengan nada tinggi.


"Apa maksudmu, Zi? Tidak ada yang menderita, Zi." Lucas mencoba meraih tangan mantan kekasihnya, tetapi dengan cepat ditepis oleh Zizi.


"Jean! Dia akan bersedih jika kamu meninggalkannya! Pergilah, Lucas! Dia lebih butuh kamu!" Zizi menghentikan langkah lalu menatap nyalang pada Lucas.


Lucas menghela napas panjang. Dia tahu, Jean yang tergila-gila padanya itu pasti akan terluka jika dia tinggalkan. Namun, jika dia masih bertahan di sisi adik Alexander itu, tidak ada untungnya juga sekarang karena Alexander tidak lagi memiliki kuasa penuh atas perusahaan.


Lucas tidak lagi dapat bermain-main dan mengeruk keuntungan pribadi dari setiap tender yang dipercayakan oleh sang bos kepadanya. Dia sudah mengambil keputusan untuk berhenti menjadi asisten Alexander. Lucas juga memutuskan untuk meninggalkan Jean dan kota tersebut untuk pulang ke kota asalnya, di mana dia sudah membangun istana di sana dari hasil korupsi tanpa sepengetahuan seorangpun.


"Tidak, Zi! Aku tidak akan kembali padanya! Kamu, kamu yang lebih butuh aku. Jika kamu tidak butuh, maka anak kita, anak kita pasti membutuhkan kehadiranku!" Lucas menangkup kedua sisi bahu Zizi dan menatap wanita yang masih bersemayam di hatinya itu, penuh harap.


Tepat di saat yang sama, sebuah mobil jenis sedan berhenti tepat di samping mereka berdua. Pengemudi mobil itu lalu turun dan mendekat. "Siapa dia, Sayang?" tanyanya, seraya menatap Lucas, mengintimidasi.


"Bukan siapa-siapa, Ben. Dia hanya mantan yang sudah berada di tempat yang tepat!" jawab Zizi, melirik sinis pada Lucas.


"Ayo, kita pulang!" ajak Zizi, kemudian seraya menggandeng tangan sang pria.


"Zi! Kamu bilang, kamu belum menikah! Lalu, siapa dia, Zi?" Lucas berteriak frustasi.


"Kami memang belum menikah karena aku baru mengenal Zizi dua bulan yang lalu. Tapi minggu depan kami akan segera menikah karena aku tulus sayang sama Zizi, tidak seperti mantannya yang penjilat dan pecundang!" balas Ben, sinis.


Lucas menjerit kesal, seiring deru mesin mobil Ben yang menjauh pergi, meninggalkan dia seorang diri dengan kekesalan yang semakin memuncak.

__ADS_1


☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕ tbc.


Biar kenal sama Lucas... 😁


__ADS_2