
Setelah sehari semalam berada di kota kelahiran Moohan, pria itu membawa kembali keluarga kecilnya beserta sang mama ke kota asal Thalia. Dia ingin segera menyelesaikan semua dan membantu Alexander untuk kembali bangkit. Hal ini dilakukan Moohan untuk membantu sang istri, semata demi Princess karena bagaimanapun Alexander adalah ayah kandung putri pertama Thalia.
Lagi pula perpisahan yang terjadi antara Thalia dan suami pertama, bukan murni atas kehendak Alexander. Pria itu terus dicekoki informasi yang salah dan asisten pribadi yang diminta untuk menyelidiki, juga memberikan informasi yang tidak benar. Tentu saja saat itu Lucas memihak Nyonya Grace karena mantan asisten pribadi Alexander tersebut, memiliki misi tersembunyi.
Meskipun sikap Alexander kemudian juga tidak dapat dibenarkan. Dia langsung menghakimi ketika pertama kali bertemu dengan Thalia pasca perpisahan mereka berdua. Dia tidak mau menanyakan ataupun memberikan kesempatan pada Thalia untuk menjelaskan, yang sebenar-benarnya.
"Apa kalian sudah yakin, akan mempercayakan kembali Thompson Group pada pria itu?" tanya Nyonya Brenda ketika mobil yang mereka tumpangi baru saja meninggalkan bandara.
"Yakin, Ma. Dia sebenarnya baik. Hanya saja keadaan Alexander yang sempat koma cukup lama, dimanfaatkan oleh orang-orang di sekitarnya. Termasuk wanita yang telah merawat Alexander sejak kecil," balas Moohan, membuat Thalia mengerutkan dahi.
"Yang merawat Ale sejak kecil, siapa?' tanya Thalia, menoleh ke arah sang suami.
"Nyonya Grace, dia bukan mama kandung Alexander," jawab Moohan dan Thalia membuka mulutnya lebar karena tidak pernah menyangka.
"Apa itu artinya, Ale bukan keturunan keluarga Thompson?" tanya Thalia kembali.
Moohan yang sudah mengantongi beberapa bukti tentang Alexander, Nyonya Grace, dan Sarah, menggelengkan kepala. "Dia keturunan Thompson dari istri pertama. Mamanya meninggal ketika melahirkan Alexander. Papanya kemudian menikah dengan Nyonya Grace," terang Moohan.
Thalia mengangguk-anggukkan kepala. "Lalu, tentang Sarah. Tadi aku dengar sekilas, Zack menyebut-nyebut nama Sarah dan Nyonya Grace. Apakah mereka berdua ada hubungan?" Thalia yang tadi pagi sebelum berangkat sempat mendengar perbincangan sang suami dan asisten pribadinya sekilas, mengerutkan dahi.
"Benar, Honey. Kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang akan aku sampaikan." Moohan menatap sang istri, lekat.
"Katakan, Dad!' pinta Thalia dengan tidak sabar.
__ADS_1
Sementara mobil yang dikendarai Pak Lee, terus melaju menuju tempat tinggal sementara mereka di kota tersebut. Nyonya Brenda yang duduk di bangku depan, ikut menyimak percakapan Moohan dan Thalia. " Benar, Hendrick. Cepat katakan! Jangan buat buat kami jadi penasaran!" timpalnya seraya menoleh ke belakang.
Moohan tersenyum. "Duh, wanita-wanita cantik kesayanganku rupanya tidak sabaran," candanya membuat Thalia menghadiahi cubitan di lengan kekar Moohan. Pria tampan itu terkekeh kemudian.
"Sarah adalah putri kandung Nyonya Grace dengan kekasihnya, Tuan Antony. Setelah Sarah lahir, Tuan Antony memintanya dan menyuruh Nyonya Grace untuk pergi jauh. Sarah kemudian diasuh oleh papanya dan istri sah Tuan Antony," terang Moohan.
"Dari awal, Nyonya Grace sudah berniat menjodohkan Sarah dengan Alexander. Namun, Sarah belum mau dengan alasan karirnya saat itu sedang melejit."
"Tapi sepertinya bukan itu alasan Sarah," sergah Thalia ketika Moohan belum selesai menceritakan informasi valid yang dia terima dari Zack pagi tadi.
Moohan mengerutkan dahi mendengar perkataan sang istri.
"Karena saat itu, dia masih mengharapkan kamu untuk menjadi suaminya, Dad," lanjut Thalia seraya tersenyum masam
Thalia membalas dengan mencium pipi sang suami. Wanita cantik itu lalu menjatuhkan kepala di bahu kokoh sang suami. Membuat pria tampan tersebut lebih leluasa untuk menciumi puncak kepalanya dan menyimpan aroma wangi rambut Thalia di dalam memori.
"Apa Nyonya Grace menjodohkan mereka berdua karena alasan harta?" Pertanyaan Nyonya Brenda, mengurai kemesraan sepasang suami-istri tersebut.
"Begitulah, Ma. Nyonya Grace takut jika suatu saat Alexander mengusir dia dari mansion karena mengetahui bahwa dia bukan mama kandungnya. Nyonya Grace juga khawatir jika dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Itu sebabnya, dia memaksa Sarah agar mau menikah dengan Alexander," jawab Moohan panjang lebar.
"Apa Ale belum tahu, kalau Nyonya Grace bukan mama kandungnya?" tanya Thalia.
"Sepertinya sudah, tetapi tentang Sarah Alexander belum mengetahuinya," balas Moohan.
__ADS_1
Perbincangan mereka terhenti ketika Pak Lee telah memarkirkan mobil di basement. Moohan yang memangku Princess segera turun sambil menggendong tubuh mungil sang putri. Thalia menyusul kemudian sambil menggendong sang putra.
Mereka semua kemudian segera menuju lift. Baby sitter, asisten rumah tangga dan Pak Lee yang mengekor di belakang, membawa barang-barang sang majikan. Kotak besi itu pun segera naik untuk membawa mereka ke lantai tertinggi, di mana penthouse yang dibeli Moohan untuk keluarga kecilnya berada.
Sementara di mansion Alexander. Pria itu tengah dibuat pusing oleh ulah sang istri. Sarah tiba-tiba minta pisah dan menuntut harta gono-gini berupa sebagian saham kepemilikan Thompson Group.
"Itu berlaku jika aku yang menceraikan kamu, Sarah, dan kamu memiliki anak dari pernikahan kita!" ujar Alexander, tegas.
"Jika kamu yang menuntut cerai, aku tidak memiliki kewajiban apa-apa! Bahkan satu sen pun tidak akan aku berikan! Apalagi, aku sudah tahu sepak terjangmu di luar sana!' lanjutnya dengan penuh penekanan dan terdengar menyimpan amarah yang hampir saja meledak.
"Tidak bisa, Ale! Pengacaraku yang akan mengurus semuanya! Kamu harus memberikan hakku karena jika tidak, maka nama baikmu yang menjadi taruhannya!" ancam Sarah, membuat Alexander geleng-geleng kepala.
Sementara Nyonya Grace yang menyaksikan perdebatan tersebut di ambang pintu kamarnya, sangat geram pada Sarah. Ingin rasanya dia mendekat lalu menampar sang putri kandung yang tidak tahu diuntung itu, tetapi dia tidak dapat melakukan apa-apa. Dia hanya bisa duduk diam di atas kursi roda sambil merutuki kebodohan putrinya.
'Anak bodoh! Sudah hidup enak di sini malah memilih menjadi gelandangan! Apa yang bisa kamu andalkan lagi jika keluar dari mansion mewah ini, Sarah? Bahkan Antony juga sudah mati dan usahanya bangkrut! Sementara karirmu di dunia model sudah kamu rusak sendiri dengan skandal-skandal yang kamu buat dengan para pemilik agency!' Nyonya Grace hanya bisa menatap kesal sang putri kandung.
"Terserah apa maumu, Sarah! Aku akan tandatangani jika ada surat gugatan cerai dari pengadilan yang datang, tetapi aku tidak akan mengabulkan tuntutanmu yang konyol itu!" balas Alexander yang sebenarnya sudah berniat untuk menceraikan Sarah, setelah dia mengetahui masa lalu istrinya itu.
Sejauh ini, pria itu tidak mengetahui bahwa sang istri di luar sana terlibat dalam prostitusi di kalangan kaum jet set. Yang dia ketahui hanyalah sebatas bahwa istrinya itu suka dugem dan mabuk-mabukan. Andai dia mengetahui yang sebenarnya sudah pasti Alexander akan menendang wanita seksi itu dari mansion mewahnya.
"Kalian tidak boleh bercerai!" Suara Nyonya Grace yang menggelegar, membuat sepasang suami-istri yang tengah terlibat perdebatan itu, menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan.
☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕ tbc.
__ADS_1