
Pagi ini, kesibukan jelas terlihat di gedung perkantoran Thompson Group. Orang-orang penting di perusahaan itu semua hadir untuk memenuhi undangan dari Thalia, selaku pimpinan tertinggi. Undangan rapat khusus untuk mengukuhkan kembali Alexander menjadi pimpinan di perusahaan yang awalnya didirikan oleh ayahnya Alexander.
Ameera nampak sibuk wara-wiri karena sekretaris senior tersebut harus memastikan bahwa acara akan berjalan dengan lancar, sesuai permintaan dari Thalia. Wanita seksi itu nampak berbicara dengan serius pada beberapa orang rekan kerja yang dia libatkan untuk membantu demi suksesnya acara rapat terbatas tersebut. Ameera harus memastikan bahwa semua berjalan dengan aman dan terkendali.
Ya, semenjak Lucas tidak bekerja lagi di perusahaan, pihak Thalia mempercayakan semua hal tentang perusahaan pada sekretaris tersebut. Ameera yang lincah dan juga cerdas dengan cepat dapat menguasai pekerjaan yang dulu dikerjakan oleh asisten pribadi Alexander. Kinerja Ameera juga lebih bagus dari Lucas dan dia juga jujur.
"Pastikan semua aman, ya, Pak San," ujar Ameera pada seorang security senior yang dia libatkan dan pria berkulit hitam tersebut menganggukkan kepala.
"Aman, Nona Ameera."
Dari tempatnya berdiri, Alexander menatap wanita seksi itu dengan mengulas senyuman. Netra tajamnya terus mengikuti pergerakan Ameera. Alexander sampai tidak menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.
"Kenapa, Ale? Apa kamu baru menyadari bahwa ada wanita baik dan cantik di dekatmu selama ini? Kemana saja kamu selama ini, Ale?" Suara Thalia, mengurai lamunan Alexander.
Mantan suami Thalia itu berdecak lalu menggelengkan kepala. Sedetik kemudian, Alexander terkekeh. "Bisa aja kamu, Tha. Aku enggak kemana-mana. Hanya saja, waktu itu hatiku sudah penuh dengan namamu," balas Alexander seraya menoleh ke arah sang mantan istri.
"Saat itu, ya. Hem ...." Thalia mengangguk-anggukkan kepala. "Berarti saat ini, hatimu sudah penuh dengan nama Ameera?" selidiknya kemudian.
Alexander hanya memberikan senyuman sebagai jawaban. Obrolan mereka terhenti ketika Moohan datang. Pria tampan itu langsung memeluk mesra pinggang sang istri dan kemudian melabuhkan ciuman di bibir Thalia.
__ADS_1
"Pamer terus!" protes Alexander sambil membuang padangan ke arah lain, tepatnya ke arah Ameera yang tengah berjalan ke arah mereka.
Ameera tersenyum manis padanya dan disambut Alexander dengan senyuman yang tidak kalah manis pula. Sepertinya, hubungan mereka berdua sudah ada peningkatan. Entah apa yang terjadi semalam di kamar Princess karena begitu mereka berdua keluar dari sana semalam, tatapan Alexander nampak mesra pada sekretaris senior tersebut.
"Ehm, ada yang lagi berbunga-bunga rupanya," sindir Moohan, berdeham.
Alexander mengedikkan bahu, tidak mau menanggapi sindiran suami Thalia. Dia memilih fokus menyapa Ameera. "Hai, Amee. Pasti capek, ya, dari tadi mondar-mandir?" tanya Alexander penuh perhatian.
Mendengar sapaan Alexander yang begitu manis pada Ameera, Thalia mengerutkan dahi. "Apa kalian sudah jadian?" cecarnya penuh rasa penasaran.
Alexander tersenyum tipis. Sementara Ameera tertunduk malu. Sesaat menanti tidak ada yang memberikan jawaban, membuat Thalia menebak bahwa mereka berdua pastilah sudah jadian.
Alexander dan Ameera saling pandang. Sesaat kemudian mereka berdua tersenyum bersama. "Akan segera aku kirimkan undangan pernikahan kami untuk kalian, Tha. Janji, kalian harus datang," tegas Alexander kemudian.
Ameera yang belum pernah diajak berbicara dengan serius oleh Alexander, menatap pria pujaan di sampingnya dengan tatapan tidak percaya. Alexander meyakinkan dengan menganggukkan kepala. Dia memang belum mengatakan karena perasaan itu datang begitu cepatnya.
Hati Alexander yang sempat kosong setelah Thalia pergi dari kehidupannya, belum pernah terisi oleh wanita lain meskipun dia pernah menikah dengan Sarah. Pernikahannya dengan Sarah karena terpaksa dan Alexander menjalankan peran sebagai suami hanya sebatas memenuhi kewajiban. Tidak lebih dari itu.
Semalam, ketika dia berdekatan dengan Ameera, mantan suami Thalia itu baru menyadari bahwa hatinya tidak lagi hampa. Ada getaran aneh ketika mereka berdua berdekatan. Dia juga melihat sendiri bagaimana wanita seksi itu memperlakukan sang putri dengan penuh rasa sayang. Alexander meyakinkan diri untuk melabuhkan hati pada Ameera.
__ADS_1
"Aku serius, Amee. Aku harap, kamu bersedia menjadi mommynya Princess dan mommy dari anak-anak kita nanti," pintanya kemudian seraya menatap Ameera lekat.
Netra biru Ameera berkaca-kaca. Tidak percaya bahwa pagi ini dirinya akan mendapatkan kejutan istimewa. Mengangguk pasti, wanita seksi itu memberikan jawabannya. "Aku mau, Ale."
Alexander lalu melabuhkan kecupan di kening Ameera dengan dalam. Kecupan yang lama dan penuh dengan cinta. Dia sudah mengikhlaskan masa lalu bersama Thalia dan berharap, Ameera adalah masa depan dan kebahagiaannya.
"Ah ... sweet banget, sih, kamu, Ale!" seru Thalia membuat Moohan mengeratkan pelukan di pinggang Thalia.
Ibu dua anak itu langsung terdiam. Thalia menyadari apa yang baru saja dia katakan pasti telah membuat sang suami cemburu berat. Buru-buru, Thalia membisikkan sesuatu, "tapi Daddy Moo lebih manis."
Moohan tersenyum. Pria itu kembali mengikis jarak lalu menyatukan bibir mereka berdua. Moohan menyesap lembut dan ******* bibir tipis sang istri penuh perasaan hingga membuat Thalia terlena dan melupakan bahwa masih ada orang lain selain mereka berdua.
Ameera buru-buru mengalihkan pandangan. Dia tidak mau melihat kemesuman atasannya. "Sialan Bos Hendrick. Main nyosor aja sama istrinya," gumam Ameera yang dapat didengar oleh Alexander yang berdiri di sampingnya.
Tiba-tiba Alexander menarik pinggang Ameera. Merapatkan tubuh keduanya lalu menempelkan bibir mereka berdua. Ameera memejamkan mata, menikmati sentuhan lembut dari pria yang sudah sangat lama dia damba.
☕☕☕☕☕☕☕☕☕☕ End.
Best,,, makasih banyak, yah hadirnya di kisah Thalia 🤗🙏🙏
__ADS_1
Untuk GA akan aku umumkan di akhir bulan, sekalian promo lapak baru jika ada 🤭