Pilihan

Pilihan
Perempuan Manis


__ADS_3

Nata sudah menyelesaikan meeting paginya. Saat ini dia sedang di ruangan kantornya. Bersama setumpuk berkas yang harus dia periksa dan Bryan duduk di samping sofa yang dia duduki, menyiapkan sarapan.


Sebuah nada dering berbunyi "yiruma -hope" mengalun pelan. Nata spontan menatap Bryan, yang ditatap pun menatap balik seolah berkata, bukan aku. Nata mencari sumber suara yang ternyata berasal dari kantong celananya. Nada deringnya tidak seperti itu. Nata langsung mengangkat panggilan di hp tersebut.


"halo selamat pagi" kata suara di seberang. Suara perempuan manis pagi tadi. Bisik hati Nata. Nata mengingat suara itu.


"Saya yang pagi tadi anda tabrak di RS, mohon maaf sepertinya hp saya tertukar dengan hp anda."


Nata langsung menjauhkan hp tersebut dari telinganya dan mengamatinya. benar saja, itu bukan hpnya, walaupun sekilas mirip


"lalu...." Nata mengembalikan hp nya ke telinga


"mohon maaf bisakah anda kembali ke RS atau beri tahu posisi anda sekarang, saya akan kesana" jawaban dari seberang.


Nata mengernyit. Sopan sekali perempuan ini.

__ADS_1


"Saya masih ada meeting, akan kembali ke RS setelah makan siang, bersediakah menunggu"


"saya bersedia" jawaban dari seberang yang membuat degup jantung Nata meningkat. Bukan mengingat perempuan tadi, tapi mengingat jika saat ini dia sudah menikah. Jika pasangan normal, mereka akan mengucap sumpah setia bersama. Sayangnya mereka bukan pasangan normal. Jadi hanya sumpah setia lewat dokumen.


Setelah hp yang dipegang Nata berbunyi, ganti Hp Kevin berbunyi, Mery Manager Silvia. Itu yang tertulis di layar panggilan


"pagi pak, saya mery asisten silvia"


"ya" jawab Bryan singkat


Bryan melihat Nata sekilas, menunggu respon Nata. Nata berkata No lewat gerakan bibirnya. Nata cukup mendengar jelas suara Mery karena memang Bryan memilih menyalakan speakernya. Jadi tak perlu lagi menjelaskan pada Nata. Sering dia lakukan seperti itu jika panggilan itu dari Mery ataupun silvia.


"Pak Nata meeting seharian dan tidak bisa diganggu" jawab Bryan singkat padat dan jelas.


Setelah salam penutup, telpon itu langsung pindah ke kantong jas Bryan.

__ADS_1


"Tapi pak, hp anda sedang tertukar, apakah tidak apa-apa jika nantinya silvia telpon ke hp anda" Bryan mencoba mengingatkan Nata mengingat betapa nekatnya Si silvia ini.


"tadi di telpon kamu sudah bilang saya sibuk meeting kan?" Bryan mengangguk.


"yasudah" kalo kamu mengingatkan aku tentang seberapa nekatnya silvia, aku ingat betul itu. Sudah biarkan saja, toh nanti kalaupun dia benar-benar telpon, biar diangkat oleh perempuan itu. Dan akhirnya dia berhenti mengejar ku. Aku sudah mulai lelah dengan sikapnya yang obsesiv." Nata menjelaskan. Bryan hanya mengangguk ringan. Kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Sementara Nata, sibuk memeriksa galery foto hp orang lain. Terkesan curang dan tidak sopan, tapi salah siapa? Hp tidak dikunci, sementara wallpaper layar utama dipasang foto dengan senyuman yang bisa membuat diabetes siapapun yang melihat.


Galery tersebut penuh, dengan foto manis perempuan itu. Tidak sendiri tapi bersama anak anak kecil. Mungkin dia seorang guru TK dilihat dari seragamnya. Nata iseng membuat tampilan zoom dari salah satu foto tersebut dan tersenyum tipis seperti mendapat jackpot, ketika mengetahui lambang TK tersebut adalah TK dalam yayasannya.


Nata pindah ke kursinya sendiri dan mulai membuka web yayasannya. Melalui desktopdi meja kerjanya. Mulai penasaran dengan sosok manis yang senyumnya benar benar mengganggunya. Setelah beberapa saat berselancar di web yayasannya, akhirnya Nata menemukan sosok perempuan tersebut dalam data daftar guru sekolah TK dan penitipan anak.


Eira Kusuma lahir di salah satu kota tgl 12 desember 25 tahun lalu. Hmmm..... menarik.


"Maaf pak, divisi perencanaan sudah siap di ruang meeting" kata Bryan menyela keasikan Nata.

__ADS_1


Nata buru-buri menutup web tersebut dan men standby kan desktopnya.


__ADS_2