Pilihan

Pilihan
Gorgeous


__ADS_3

Nata sampai di depan gedung perkantoran nya langsung di sambut Bryan. Biasanya Bryan akan menjemput Nata di rumah, tapi karena hari ini Nata harus mengantar Eira dulu, sekaligus melihat kondisi ibu jasmine, Nata meminta Bryan langsung menuju kantor.


"Pagi Pak" sapa Bryan langsung mengambil tas Nata di jok belakang. Sekaligus melihat kotak bekal di samping tas Nata.


"bawa ke atas sekalian." Perintah Nata. Nata lalu menyerahkan kunci mobilnya ke sekuriti kantor untuk di parkir di basement.


"Tumben Pak, bawa bekal" tanya Bryan ketika mereka memasuki lift menuju lantai 15. Ruangan CEO Media Tama Group.


"Nanti kita bahas di ruangan, emm semalam kamu ambil baju Eira di mana? Di butik apa?" tanya Nata tiba tiba


"butik mawar pak"


"good, order lagi semua desain casual formal non formal buat Eira, minta ukuran sama dengan jump suit warna Navy, trus kirim ke rumah minta bik sumi buat tata di kamar Eira." Nata memberi perintah sambil tersenyum simpul.


"baik pak" jawab bryan tanpa bertanya. Bryan sedikit kenapa bosnya menyuruh demikian. Tapi rasa penasaran membuatnya mengeluarkan pertanyaannya.


"ukurannya pas pak?"


"hemm" jawaban ambigu Nata.


Nata menyelesaikan pekerjaannya dengan antusias. Terlalu bersemangat dari biasanya. Bryan sempat keteteran karena ritme kerja yang bertambah cepat. Jam 11 siang mereka berdua sudah duduk santai di ruangan Nata. Bersiap untuk makan siang.


"minta OB manasin bekalku tadi, kita makan siang disini saja" perintah Nata


"siap Pak" bryan langsung melaksanakan instruksi Nata. Bryan sengaja menunggu OB untuk manasin bekal Nata , dia juga penasaran apa isi bekalnya.


"isinya apaan Pak?" tanya Nata pada Pak Wawan. OB senior yang saat ini sedang menenteng kotak bekal tersebut.


"kita liat bareng pak, saya juga penasaran, tumben pak Nata bawa bekal, kaya punya istri baru aja hehehe"


Bryan menelan ludahnya dengan kasar ketika mendengar komentar pak Wawan.


pak wawan membuka tutup bekal dengan hati hati. Aroma gurih pedas yang menggugah selera langsung menusuk hidung mereka berdua.

__ADS_1


"duh kok saya jadi laper ya pak" celetuk Bryan


Pak wawan masih sibuk manasin nasi goreng yang sudah di tumplek di penggorengan.


15 menit berlalu, dan bekal tersebut sudah tersaji di dua piring dengan plastik wrap. Agar makanan tetap bersih. Di temani acar dan dua gelas kopi pesanan Nata. Pak wawan mengantar sendiri sampai ke lantai 15 di ikuti bryan yang memang sejak awal belum beranjak dari sisi nasi goreng, eh pak wawan.


"Silahkan pak" kata pak wawan meletakkan paket nasi goreng dan kopi di meja ruangan Nata.


Nata tersenyum sumringah dan langsung beranjak dari kursi kerjanya.


"maaf pak,untuk kotak bekalnya, mau dibawa pulang atau ditinggal sini, kalau dibawa pulang saya bersihkan dulu" tanya pak wawan.


"saya bawa pulang pak, biar pak wawan penasaran, besok saya bawa apa lagi" jawab Nata mengedipkan satu matanya. Berkelakar menjawab pertanyaan pak wawan.


"siap penasaran pak,tapi kalo boleh usul, bawa nasi goreng lagi gak apa pak, baunya itu lo, bikin perut keroncongan" jawab pak wawan antusias.


"Kita liat besok pak. Hari ini saya minta di bawaan karena jatuh cinta juga sama aromanya"


"walah saya kira jatuh cinta sama tukang masaknya Pak. Hehe saya kebawah dulu ngambil kotak bekal" kata pak wawan langsung ngacir. Dia gak tahu saja komentarnya membuat Nata menggaruk garuk kepalanya yang gak gatal.


setelah hampir menghabiskan setengah piringnya, Nata baru ingat pada Bryan yang dari tadi hanya menelan ludah saat Nata menyendok kan nasi ke mulutnya.


"kamu gak makan?"


"beneran Pak? Saya nunggu banget perintah bapak" bryan langsung duduk di depan Nata dan menyantap piring satunya.


"Bapak beli dimana? Ini enak banget pak? Saya mau ikutan order" komentar Bryan


"ini alasan aku bawa ke sini, aku mau diskusi ini sama kamu, kalo misalkan buka restoran nasi goreng kira kira bagaimana?"


"wah pak, kalo nasi gorengnya kaya gini, saya mau langganan tiap hari, gak bakal bosen. aromanya beda, terus pas giliran ngerasain, kok ada rasa beda dan itu enak."


"Nah....itu.... Smooky nya itu beda dari nasgor yang lain kan?"

__ADS_1


"iya pak, saya yakin kalo buka resto bakal laris pak, kalo untuk strategi marketing, bapak lah jagonya. di tambah menu utamanya ini, wuih joss pak. Tadi pas bawa kesini, karyawan yang mencium aromanya juga pada noleh. Terus pas liat saya, gada yang berani tanya pak wawan."


"bagus deh, kapan-kapan kita test market lewat karyawan kita dulu. Nanti gampang lah kalo mau buka resto, aku tanya dulu sama yang punya resep" kata Nata menyeruput kopi panas sambil tersenyum gak jelas, setelah menghabiskan nasi gorengnya.beberapa ide terlintas di kepalanya.


***


Bbrrtttt....klunting nada pesan masuk membangunkan Eira dari lamunannya. Siang ini agenda mengajarnya sudah selesai, tinggal merapikan laporan dan menyiapkan bahan ajar untuk esok hari dan dia bisa pulang.


"Bu, toko kita di jalan pahlawan di borong habis, perlu dikasih reward apa?" sebuah pesan masuk di aplikasi hijau eira.


"Kenapa harus tanya lagi, biasanya kamu handle sendiri. Aku sudah ngasih batasan batasannya kan?" ketik Eira sedikit Emosi. Semua pekerjaannya di toko sudah diserahterimakan dengan detail, masih saja terus bertanya.


"masalahnya, ini bukan member, tapi pembelian hampir 500 juta dalam satu struk"


Eira cukup terkejut dengan balasannya. selama ini dia paling anti melakukan panggilan untuk transaksi toko, tapi saat ini benar benar urgent.


"halo..."


"iya bu.."


"kamu yakin dengan pembelian segitu dan bukan member?"


"Iya bu, ini tinggal dikirim, karena pembayaran sudah lunas. Pembelian lewat online dan sudah saya cek mutasi, sudah sesuai"


"apa pelanggan minta reward apa gitu, atau ngasih catatan apa?"


"gada bu"


"rekeningnya bukan rekening pesaing kita kan?"


"bukan bu, sudah saya pastikan" jawab clara yakin se yakin yakinnya, karena dia sendiri yang mengecek mutasi pembelian barang.


Clara adalah manager operasional toko kepercayaan Eira. Bisa disebut adik angkatnya, mereka berjuang bersama di panti Asuhan.

__ADS_1


"Baiklah, positif thinking memang rejeki kita. Bisa kamu kasih gift diskon 5% untuk pembelian selanjutnya, sekaligus tandai sebagai konsumen prioritas, jika nanti ada pembelian lagi."


" Baik bu"


__ADS_2