Pilihan

Pilihan
Makan Siang


__ADS_3

Eira benar benar gabut. Tidak bisa main hp dan terlalu bosan di depan televisi yang menjadi satu satunya hiburan di ruangan ini.


waktu menunjukkan pukul 12.15 menit. Nenek jasmine masih terlelap dari tadi. Pengen keluar jalan jalan, ada dokter Sam dan para perawat kroninya yang tidak mengijinkan Eira untuk keluar dari ruangan tersebut. Banyak makanan di meja dapur. Di lemari pendingin pun ada. Di ruangan ini tidak perlu takut lapar. Hanya bosan saja yang menyerang. Ingin ikut memejamkan mata, entah mau dicoba merem seperti apa, tetap saja terjaga.


Eira mencoba merebahkan diri di sofa, tapi Pikirannya menerawang kemana mana, lakon apa yang sejatinya sedang terjadi padanya. Kenapa tadi pagi dia bisa dengan mudah menyetujui permintaan nenek jasmine. Juga tentang Silvia dan pacarnya yang ternyata aslinya jauh berbeda dari visualisasi di layar kaca.


Nada dering telpon membuatnya kembali ke depan layar TV. "Semoga orang tadi " gumam Eira. Dan doanya terkabul. No hp nya yang menelpon.


"Saya sudah di kantin RS, bisa datang kesini untuk menukar hp" kata seseorang di seberang. Suara pegawai salah satu outlet di kantin tersebut yang menanyakan pesanan, menjadi background panggilan telpon Eira.


"Em tapi ... Duh gimana ya,,, saya akan mencoba kesitu dalam 8 menit" jawab Eira setengah ragu, bisa gak dia melewati pagar orang yang dibuat Dr Sam.


Nata menyadari keraguan Eira tapi enggan bertanya dan peduli. Well... perempuan ini cukup menarik. Dan cukup. Nata tidak ingin melanjutkan keribetan berurusan dengan perempuan lagi, setelah tadi saat perjalanan ke RS, Mery, road manager Silvia menelpon, mencoba mengkronfontasi siapa perempuan yang mengangkat telpon. Karena Silvia membatalkan semua janji pekerjaannya, bad mood karena telpon tadi dan memilih pulang. Mery sungguh tidak suka jika cuan nya harus berkurang hari ini.

__ADS_1


"Baik saya tunggu di depan outlet bubur ayam Nyak Dien, saya masih memakai pakaian yang sama seperti tadi pagi." jawab Nata menjelaskan, kemudian menutup telponnya. Dia sedang menunggu pesanan bubur ayam untuk makan siang bersama sang nenek.


Sementara Eira masih mencari cara bagaimana agar dia mendapat ijin keluar dari ruangan tersebut.


Dan benar saja , ketika Eira sudah berada di luar ruangan, seorang perawat langsung berjalan keluar dari nurse station. Menghampirinya.


"Nona...." suara perawat tersebut tertahan.


"Iya , saya tahu. Dimana dr Sam?" tanya Eira paham situasinya.


Eira ikutan menengok mengikuti arah yang dimaksud oleh perawat Rani.


"Ada apa?" tanyanya to the point ke Eira.

__ADS_1


Eira menunjukan hp yang dibawanya sambil menggoyang goyangkan.


"tadi pagi hp ku tertukar dengan orang asing. Dan sekarang kami berencana bertemu di kantin RS" terang Eira


"biar aku saja yang menukarkan" sambar dr Sam. Dia benar benar cucu yang patuh pada perintah neneknya. Tidak membiarkan Eira hilang dari pandangan.


"Tidak bisa dok, 10 menit lagi anda ada jadwal operasi" sela perawat Rani


"Tenang, saya tidak akan kemana mana, dan setelah menukar hp saya akan kembali. Tas yang isinya kartu identitas dan barang pribadi saya masih di ruangan nenek" terang Eira meyakinkan.


"Owh .... Okay.... Baiklah, Biarkan Rani mengantarmu" kata dr Sam


"Dokter....saya bukan anak kecil"

__ADS_1


"okay okay, pergilah" kata dr Sam akhirnya sambil mengangkat kedua tangannya ke atas. Menyerah.


__ADS_2