Pilihan

Pilihan
Tidak "cukup"


__ADS_3

Nata sudah melihat jam tangan di tangan kanan nya untuk ketiga kalinya. 8 menit yang entah. Air mineral 600 ml tandas. Pesanan bubur ayam nya pun sudah selesai, tapi perempuan tersebut belum juga kelihatan.


Hampir dia menelpon kembali perempuan senyum manis tersebut, tapi kemudian matanya menemukan sosok perempuan rambut sebahu itu berada di pintu masuk kantin RS. Kepalanya mengikuti gerakan matanya, mencari sesuatu. Nata reflek mengangkat tangannya. Dan perempuan itu mengangguk dan tersenyum. Nata speechless. Mata nya enggan beranjak dari sosok perempuan tersebut, sedangkan tenggorokannya sibuk menelan saliva.


"Mohon maaf, saya terlambat. Saya terlibat urusan yang aneh dan benar benar diluar kendali saya" kata Eira menjelaskan sambil menarik kursi untuk dirinya, duduk di depan Nata.


"Ini hp anda" kata Eira merogoh tasnya dan mengambil hp kemudian meletakkannya di depan Nata.


Nata, untuk beberapa saat masih terdiam dan menikmati saliva nya sendiri yang terteguk pelan. Awalnya emosinya memuncak, seorang Nata yang pantang terlambat atau menunggu, harus menunggu seseorang yang tidak dikenalnya, dia ingin memarahi wanita di depannya tersebut. Tapi ketika wanita itu akhirnya tersenyum kepadanya ketika dia mengangkat tangan untuk memberitahu posisinya, kemudian berjalan anggun menuju arahnya dan akhirnya duduk di depannya, Amarahnya menguap begitu saja.


"Ini hp anda" jawab Nata kemudian dan meletakkan hp Eira di sebelah Hp nya. Di atas meja di depannya.

__ADS_1


Eira terlihat buru buru mengambil hp nya, kemudian membuka hp nya.


"Anda tidak mencoba untuk membuka isi hp saya kan?" todong Eira menelisik. Mengingat hp nya tanpa sandi.


Nata berdehem sebentar kemudian menjawab. "Saya pikir , saya ataupun anda paham, apa itu privasi". Datar dan ambigu. Mengingat Nata pun tidak ingin ketahuan jika dia sudah membuka galery Eira hanya karena senyuman di wallpaper Eira.


"lain kali, sebaiknya hp anda dipasang sandi, untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan" imbuh Nata.


Eira mengangguk menyetujui pendapat Nata. Hening dengan pikiran mereka masing masing. Nata memecah kesunyian dengan tawaran yang pada akhirnya di sesali tapi dia syukuri.


Eira mengangkat kepalanya menatap mata Nata, meyakinkan dirinya sendiri bahwa pertanyaan tersebut memang ditujukan kepadanya.

__ADS_1


"Saya?" kata Eira menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, anda sudah makan? Karena saya belum makan karena menunggu anda" Nata kembali bertanya dan menjelaskan apa maksud perkataannya.


"Oh... Maaf. Saya benar benar mint maaf karena telah menyia nyiakan waktu berharga anda. Saya tahu anda sibuk. Saya minta maaf" jawab Eira tulus. Dia tahu siapa laki laki di depannya. Tentu saja dia tahu, betapa berharganya waktu luang pembisnis muda di depannya tersebut.


"tunggu disini" kata Nata tanpa menunggu jawaban Eira. Meninggalkan pesanan bubur, hp dan kunci mobil di atas meja.


Mata Eira mengekori Nata. Ternyata dia kembali ke stand Bubur ayam. antara mau meninggalkan barang berharga Nata, atau tetap disana dengan resiko di jemput paksa oleh DR Sam. Eira memilih tinggal, karena perutnya juga lapar.


"Temani saya makan, karena saya lapar sekali saat ini" Kata Nata sambil menyerahkan semangkuk bubur ayam di depan Eira.

__ADS_1


"Maaf merepotkan anda, tapi kebetulan saya juga lapar." kata Eira sambil meraih sendok di samping kanan mangkok. Mengelapnya kemudian membaca doa dan akhirnya menyendok penuh bubur ayam tersebut.


Urutan kegiatan tangan Eira tak lepas dari pengamatan Nata. Termasuk makan bubur tanpa diaduk. Seperti dirinya.


__ADS_2