Pilihan

Pilihan
Aayaaanggg


__ADS_3

Pagj ini Eira bangun karena ada sesuatu yang terasa berat ada diatas tubuhnya. Mencoba menyadarkan diri dan mengingat sedang dimana. Sebuah tangan berada di atas tubuhnya, sedang pemilik tangan masih dengan dengkuran lembut khas seseorang yang masih lelap dari tidurnya. Eira menengok kirinya, mendapati Nata masih terlelap, tidur menyamping menghadap dirinya. Bantal sudah tidak ada diantara mereka karena berpindah ke kepala. Eira spontan membalik selimut yang menyelimuti dirinya. Pikiran Eira traveling,Dan bernafas lega karena ternyata semua bajunya masih utuh.


Eira meletakkan tangan Nata di bantal yang tadinya dia pakai. Langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah itu turun ke dapur. Belum ada penghuni rumah yang muncul. Eira turut membantu para ART untuk menyiapkan sarapan, walaupun sebenarnya sudah di cegah untuk tidak usah membantu. Eira ngeyel, dia hanya ingin menyiapkan sarapan untuk suaminya saja sebenarnya. Nasi goreng favorit Nata.


Hampir pukul 7 pagi, dan belum ada penghuni rumah satupun yang turun. disaat semua sarapan sudah siap, Eira kembali ke kamar. Membangunkan bayi besarnya.


Nata masih terlelap dengan memeluk bantal, belum berpindah posisi.


"Mas bangun, sarapan dulu" bisik Eira sambil mengelus pipi Nata. Nata belum bergerak. Eira kembali mengelus pipi Nata, setelah agak lama Nata bergerak. Pindah posisi.


"Mas bangun" kembali Eira mencoba membangunkan Nata.


Tangan Nata meraih tangan Eira di pipinya. Masih dengan posisi mata terpejam.

__ADS_1


"Jam berapa Yang"


"jam 7, bangun yuk, sarapan" ajak Eira


"aku baru tidur habis subuh tadi Yang..." pengakuan Nata


"loh mas kenapa? Sakit? Demam?" tanya Eira spontan mengecek dahi Nata dengan telapak tangannya. Normal, tidak demam.


"terima kasih ya" kata Nata sambil menggeser posisinya ke posisi duduk. Berhadapan dengan Eira.


"Untuk?" tanya Eira


"Untuk... Em...entah , aku hanya ingin mengucap kata itu pagi ini ketika aku bangun, dan melihat senyum mu" kata Nata jujur tapi terdengar seperti gombalan pagi. Hampir saja Eira bersemu, tapi kemudian seolah tersadar.

__ADS_1


"yuk ah bangun, kesiangan gak enak sama keluarga yang lain" Eira beranjak. Enggan menanggapi Nata. Tapi tangannya di tahan Nata.


"bangunin, gak bisa nih" Nata merengek. Baru kali ini Eira benar benar melihat Nata mirip anak kecil. Manja.


Eira mengalah. Kembali mendekat ke Nata dan menarik tangannya. Tapi Eira justru terjatuh ke pelukan Nata. Saat itu dia sadar kalau rambut Nata belum sepenuhnya kering dan masih bau shampo.


"pelukanmu nyaman Ra, di sini saja ya, gak usah sarapan" bisik Nata di pucuk kepala Eira. Ajakan itu ditanggapi lain oleh Eira.


"lho...mas sudah mandi? Rambutnya masih basah" kata Eira mendongakkan wajahnya ke Nata. Dan muka imut itu benar benar membuatnya ingin menerkam Eira.


"kan gara gara kamu Ra" kata Nata yang akhirnya beranjak dari kasur dan melepas pelukan Eira. Dia tidak mau mandi lagi kali ini, dan memilih kabur dari Eira.


"kok bisa mas" Eira yang benar benar polos tak paham arah pembicaraan kemana, masih saja mengekor Nata, memberondong pertanyaan yang membuatnya tak paham. Taoi hanya mendapat jawaban kran menyala dari balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2