
Nata tertegun. Senyumnya hilang seketika. Bukannya di data yayasan yang di intip tadi perempuan ini masih single. Apakah datanya salah, atau perempuan ini memalsukan identitas.
Nada dering yang tadi pagi Nata dengar, kembali berbunyi. Eira mengangkat telpon di hp nya
"ya halo"
"saya masih di kantin makan, ini sudah selesai. Saya ke atas sekarang" jawaban Eira yang terdengar nyaring ditelinga Nata.
"saya di cariin. Saya pergi sekarang. Terimakasih untuk makan siangnya" kata Eira langsung berlalu pergi. Meninggalkan Nata yang masih merenung tentang status Eira.
Eira langsung menuju kamar nenek jasmine. Sesampainya di ruangan tersebut, sang nenek sudah bangun dengan posisi tempat tidur dinaikkan. Sedangkan disebelahnya duduk Dr Sam, berbincang dengan nenek jasmine.
"apakah saya mengganggu" kata Eira canggung. Setelah membuka pintu kamar.
"sini" ajak nenek jasmine untuk mendekat.
Eira menarik kursi penunggu di samping bed nenek jasmine kemudian duduk mendekat.
"kamu tahu, aku nyaris kena serangan jantung, saat bangun kamu sudah tidak ada dikamar" omel nenek jasmine ketika Eira sudah meletakkan badannya di kursi. Eira hanya meringis mendengar omelan nenek jasmine.
"Andaikan hp saya tidak tertukar, saya akan memilih kabur. Tidak bisakah tanda tangan berkas tadi pagi di cancel saja?" jawaban jujur Eira
Dr Sam menyentil dahi Eira pelan. Eira melotot ke dr Sam. Entah kenapa baru kenal 2 hari saja, terasa begitu akrab dengan dr Sam. Seperti dengan saudara sendiri.
"Kamu pikir menikah itu main main?" kata dr Sam
__ADS_1
"habisnya saya menyesal kenapa tadi pagi menyetujui untuk menikah" jawab Eira jujur
"Sini peluk nenek" Nenek jasmine merentangkan kedua tangannya meminta Eira mendekat. Eira mendekat dan memeluk nenek jasmine.
"kamu itu anugrah terindah buat nenek sayang. Jangan pernah menyesal dengan apa yang kamu pilih. Nenek yakin ini adalah jalan terbaik yang diberikan tuhan. Nenek tahu kamu sebatang kara di dunia ini, " lanjut nenek jasmine. eira ingin melepaskan pelukannya tapi dicegah nenek jasmine. Eira penasaran, darimana nenek jasmine tahu tentang Eira.
"semoga setelah kamu menjadi cucu nenek, kamu lebih terjaga, meskipun keluarga tidak utuh, tapi nenek berjanji nenek dan suamimu, cucu nenek, akan menjadi keluargamu dan melindungi mu dengan sepenuh hati"
"ingat pesan nenek, dipilih atau memilih hanyalah sebuah pilihan, tapi bertahan pada pilihan adalah bentuk tanggung jawab yang sesungguhnya. Nenek memilihmu dan nenek bersyukur kamu menerima itu. Dan itu cukup buat nenek. Semoga kalian berdua bisa hidup bahagia bersama dan segera hadir cicit nenek"
Nenek melepas pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Eira. Air mata Eira menggenang. jadi seperti inikah memiliki keluarga. Terasa hangat di hati. Dan tidak merasa sendiri lagi. Eira lupa tentang protes penyesalannya tadi.
"tapi nek, saya belum kenal cucu nenek, kecuali cucu nenek yang nyebelin ini" kata Eira serak menahan tangis sambil menunjuk dr Sam. Cucu menyebalkan nenek.
Nenek jasmine tertawa keras mendengar kata kata Eira.
"Saya kabur" jawab Eira spontan. Yang membuat menek jasmine semakin terbahak bahak.
Moment tersebut tak lepas dari jepretan Dr Sam, yang kemudian mengirimkan beberapa fotonya ke Nata.
'lo gak penasaran siapa yang bisa ngebuat nenek tertawa selebar ini?'
'yakin, lo gak mau ketemu istri lo... Kalo gak mau, buat gua saja. Meski gak cantik cantik banget, tapi dia menyenangkan'
Tulis dr Sam bawah kiriman foto.
__ADS_1
Nata sedang menunggu pesanan bubur baru, ketika hpnya berbunyi. bubur yang dipesannya tadi sudah dingin.
Dahinya mengernyit, semakin penasaran siapa perempuan yang di jodohkan neneknya untuk menjadi istrinya.
Nata bergegas menuju ruang rawat sang nenek. Kiriman pesan dari dr Sam hanya dibacanya. Enggan untuk meladeni candaan dr Sam.
Sampai di kamar rawat, hanya sang nenek yang tengah serius menonton tayangan tv.
"Nek, Nata bawain bubur kesukaan nenek" kata nata tanpa permisi. Setelah meletakkan bubur di meja makan. Nata langsung merebahkan badannya di sofa, sambil melonggarkan dasi melepas jasnya dan kemudian menggulung lengan kemejanya.
"Sam kemana" lanjut Nata
"Visit katanya" jawab nenek acuh masih fokus ke tv
Terdengar suara gemericik dari kamar mandi yang membuat nata bertanya pada sang nenek.
"siapa yang di kamar mandi?"
"istrimu"
"istri?, ah... Aku lupa... Nek bisakah di cancel saja pernikahan tadi pagi?"
"Gak!" jawab nenek ketus. Bersamaan dengan dibukanya pintu kamar mandi.
Semua mata tertuju pada Eira yang keluar dari kamar mandi. Eira tertegun karena matanya langsung tertuju pada Nata. Nata sendiri langsung bangun dari sofa.
__ADS_1
"es campur warna warni" kata Nata pelan