Pilihan

Pilihan
Penasaran


__ADS_3

Eira masih di rumah sakit setelah tanda tangan dokumen pernikahan absurd yang buat oleh ibu jasmine. Beliau belum mengijinkan Eira kemana mana sebelum cucunya bertemu. Ah... Sekarang dia harus memanggilnya nenek. Itu perintah ibu jasmin tadi, setelah Eira resmi menjadi menantu keluarga ibu jasmine. Perintah itu juga ditegaskan oleh Kevin. Yang diketahui Eira sebagai pengacara keluarga. Orang yang ditugaskan untuk mengurusi segala hal agar impian nenek jasmine untuk menikahkan cucunya dapat terwujud.


Eira duduk di sofa dan mulai menyalakan TV karena gabut. Nenek jasmine sudah tidur akibat pengaruh obat. Karena tidak ada kegiatan Eira menyalakan TV. Tidak tahu apa yang ingin dia tonton, hanya menggonta ganti channel tv.


Lelah dengan remote dan TV Eira merogoh hp nya di tas, tanpa mematikan TV . Hanya mengecilkan volumenya saja. Sebagai teman agar tak merasa sendirian pikir Eira.


Setelah meraih hp nya, Eira Mencoba menyalakannya tapi ternyata ada sandi untuk membuka. Eira merasa aneh karena hp nya tidak pernah dia pasang sandi. Ribet dan lama kalau versi efisiensinya. Dan kenapa wallpaper hp nya berubah. Seharusnya ada foto Eira di sana. Bukan sebuah bentuk kenarsisan. Hanya sebagai inisial saja kalau itu memang hp Eira. Eh tapi hak tiap pemilik hp kan mau dipasang apa wallpaper hp pribadinya.


Eira yang tadinya mengantuk, langsung terjaga dengan denyut jantung yang mulai meningkat.Jangan jangan hp nya tertukar. Dia mulai merunut meng flash back perjalanannya dari tempat ngontrak sampai RS. Ingatannya terhenti saat dia tidak sengaja menabrak orang di lobi RS tadi.


Karena hp tidak bisa dibuka, Eira membuka panggilan darurat. Lalu memencet nomer nya sendiri. Panggilan terhubung, tapi belum terangkat. Setelah dering ketiga baru terdengar terangkat.

__ADS_1


"Halo selamat pagi. Saya yang tadi pagi anda tabrak di lobi RS. Mohon maaf sepertinya hp saya tertukar dengan hp anda" cerocos Eira terburu. Kemudian hening beberapa saat tidak ada jawaban. Eira sampai melihat hp tersebut masih terhubung atau tidak, dan ternyata menit terhubungnya masih berlanjut. Eira kembali meletakkan hp di telinganya.


"lalu" jawaban singkat yang Eira dengar dari seberang.


"Mohon maaf, bisakah anda kembali ke RS atau beritahu posisi anda sekarang, saya akan kesana." Eira melanjutkan.


"Saya masih ada meeting dan akan kembali ke RS setelah makan siang. Bersediakah menunggu" jawaban dari seberang yang membuat Eira cukup lega. Bukan apa, jika diharuskan kemana mena, jujur Eira belum paham dengan ibu kota. Harua meraba dulu. Bukan takut, Eira seorang perempuan petualang dan mandiri. Buktinya dia suka sekali berpindah kota hanya demi mengikuti surat tugas dari yayasan.


setelah melakukan panggilan Eira masih mengamati hp tersebut. Sebenarnya tidak sepenuhnya mirip. Karena ternyata merk hp mereka tidak sama . Hanya warnanya saja yang sama. Hitam.


Eira masih mengamati sampai beberapa saat, hingga sebuah panggilan membuatnya terkejut. Nada dering nya mengingatkan pada nada deringnya sendiri. Kali ini dengan judul berbeda. Kiss the rain.

__ADS_1


Eira mengangkat panggilan tersebut. Telinganya geli ketika mendengar suara merayu dari seorang perempuan di seberang.


"Halo Nata Sayang,,, aku sedang live di pagi pagi bubar ini......"


"Selamat pagi, Saat ini Nata sedang meeting, silahkan hubungi lagi nanti" potong Eira kemudian menutup telpon sepihak. Eira sudah gerah dengan nada suara dari seberang.


"oh jadi yang punya hp ini bernama Nata" batin Eira. sesat kemudian dia meletakkan hp dan menutup mulutnya sendiri, takjub. Karena saat ini TV di depannya menayangkan pagi pagi bubar dan Nata adalah orang yang di gosipkan dekat dengan Silvia. Dan Silvia saat ini duduk bersama host pagi pagi bubar.


"OMG" Seru Eira tanpa sadar.


"Jadi aku tadi pagi tabrakan dengan pacar Silvia dan barusan di telpon Silvia" batin Eira.

__ADS_1


"Mana pacar Silvia ganteng banget aslinya" kembali Eira berdialog dalam hati.


__ADS_2