
Nata memarkirkan mobilnya asal. Membukakan pintu untuk Eira dan menarik tangannya masuk ke lobi gedung kantornya.
Pegangan tangan pertama kali sejak mereka resmi menikah. Gedung terlihat sepi. terlihat satu dua orang lalu lalang di lobi. Waktu menunjukkan pukul 08.02. Para pegawai sudah berada di pos nya masing masing.
"Kamu tunggu sini bentar, nanti tak suruh Bryan segera turun" setelah mendudukkan Eira di sofa lobi, Nata segera ke resepsionis, memberi pesan agar OB dapat memberi air minum pada Eira. Nata langsung naik ke ruangannya.
Resepsionis heboh, mereka saling berbisik di belakang meja. Bahkan berita tentang pak bos yang membawa perempuan ke kantor menjadi topik hangat di forum kantor. sayangnya tidak ada yang bisa mengambil foto, karena si wanita tersebut terlihat sibuk memainkan gawai ditangannya. Hanya siluet wanita dengan rambut pendek yang bisa ditangkap kamera.
Eira mengangkat kepalanya dan mengucapkan terimakasih ketika seorang OB membawakan sebotol air mineral pesanan Nata tadi. Kemudian kembali memainkan hp nya.
Eira sedang memberi kabar ke bu Maya bahwa dia tidak bisa ikut memberi salam pada anak didiknya. Kebiasaan di TK tiap datang, para guru sudah siap di depan gerbang untuk menyambut anak muridnya. Semacam serah terima murid dari orang tua ke guru. Bu Maya belum menjawab pesan yang dikirimnya. Eira berjanji bahwa dia tidak akan telat masuk ruang kelas, hanya telat tidak ikut menyambut di gerbang.
Eira masih sibuk memainkan hpnya sambil menunggu balasan bu Maya, ketika Bryan datang memberi salam dengan sedikit membungkukkan badannya.
"Bu, mari saya antar" kata Bryan
Eira segera beranjak dari kursinya. Air mineral botol yang belum disentuhnya , di sambar halus oleh tangan kirinya. Kakinya mengekor, mengikuti Bryan. Bryan membukakan pintu belakang untuk Eira.
"saya duduk di depan saja,"
"gak papa, saya gak gigit"
__ADS_1
"bukan anda yang gigit, tapi bapak, tuh yang punya mobil" jawab Bryan jujur.
"ya gak papa, asal kamu gak cerita saja sama tu yang punya mobil" jawab Eira
Bryan akhirnya membukakan pintu depan.
"tolong agak di gas ya. Sudah telat, tapi tetep harus hati2" kata Eira sambil mengunci seatbelt
"siap bu, tadi bapak juga pesan, gak boleh lecet. Istri sama mobilnya" jawab Bryan sambil nyengir.
Sepeninggal Eira, resepsionis heboh, apalagi kalau bukan pak OB yang kena sudak para ciwi ciwi gatda depan. Mo ngepoin ke security yang jaga pintu, security gakbisa diganggu. Lagian security nya jutek, gak ramah untuk dunia per kepo an.
"cantik gak pak kalo dari dekat?" tanya Dira, salah satu dari resepsionis.
"cantikan mana sama silvia putri?"
"cantikan sana tapi menang ini, pokoknya mah, enak aja dilihat. Dandanan juga gak menor. Natural kalo kata orang orang. tanya aja yang tadi sempet papasan."
"kira kira siapanya pak bos ya?"
"kam ceweknya si silvia kan ya?
__ADS_1
"di infotainment sih gitu, tapi aslinya kan gak tahu"
"orang yang dulu pernah dibawa ke kantor akhirnya juga gak jadi kan?"
"siapa siapa?"
"duh lupa"
" itu lo yang sekarang jadi model internasional, dulu kan sering dibawa kesini juga"
"Ana maksud kamu"
"Iya, dulu kan rame banget di beritain kalo mereka mau nikah juga, tapi akhirnya beritanya hioang sendiri tanpa tahu jadi nikah atau enggak"
"Iya, dulu heboh banget. Ceweknya kan juara pertama ajang pencarian model gitu"
"trus gak jadi kenapa? "
"ya gak tahu, dibilang beritanya hilang gitu aja, trus pak bos juga gak bawa bawa lagi tu cewek kemari"
"jadi ceweknya pak bos berapa?"
__ADS_1
"ya gak tahu"