Pilihan

Pilihan
Ayangggg


__ADS_3

Nata turun sarapan beriirangan dengan Eira di sampingnya. Sementara meja makan sudah penuh, penuh dengan menu dan semua kursi hanya menyisakan 2, untuk Nata dan Eira.


"ceileh.... Yang baru nikah.... baru bangun.... Mana masih bau kamar mandi pula" Sam kumat dengan keisengannya. Nata yang melewati Sam menjitak kepala Sam pelan.


"Makanya buruan kawin, enak tau" Nata menjawab dengan santai pancingan Sam.


Nata menarik kursi buat Eira. Kemudian duduk di sebelahnya.


"Nek tu liat tu.... Nata nek" Sam merajuk ke neneknya.


"kamu mau di cariin istri juga kaya Nata?" tantang Nenek jasmine.


"enggak Nek , nanti saja " Sam langsung menggeleng.


Mbak Endah , salah satu ART yang ada di rumah terlihat tergopoh menuju meja makan.


"Nyonya Rianti, ada non Ana di depan, nyari nyonya"


Semua orang menghentikan kegiatannya. Bahkan Nata belum sempet menyendok sarapannya. Eira yang masih tetap berkegiatan, menyendok nasi goreng ke dalam piring nya setelah sebelumnya menyiapkan nasi goreng di piring Nata.


Rianti hendak beranjak, tapi nenek jasmin mencegahnya.


"Ana, sepupu Sam" tanya nenek.


"Iya Ma, semalam baru balik katanya ada kerjaan di sini, makanya tak suruh mampir" jawab rianti.


"oh ya udah, ajak sarapan sekalian" jawab Nenek, kembali sibuk menikmati sarapannya. bubur ayam. Ada 3 menu di meja makan, bubur ayam, nasi goreng dan sandwich isi.

__ADS_1


"Endah siapin kursi satu lagi, taruh sebelah Rianti aja" kata Nenek , sementara Rianti beranjak menemui sang tamu.


Nata menghembus nafas berat tapi kemudian kembali fokus ke piringnya. Hal tersebut tak lepas dari pengawasan Sam. Sam menjadi cctv untuk setiap polah Nata, sementara Eira masih sibuk menata sarapannya.


"kamu yang buat nasi gorengnya Yang..." komen Nata setengah berbisik tapi cukup di dengar semua orang yang ada di meja makan. Dia baru saja menyendok satu suapan tapi benar benar hafal masakan istrinya. Semua mata fokus ke Nata.


"Eira masak" tanya nenek heran. Semua mata fokus ke Eira menunggu jawaban Eira. Eira mengangguk.


"iya nek, tadi bangunnya kepagian, trus inget mas Nata doyan sama nasi goreng buatan Eira, jadi ikutan masak di dapur" kata Eira menjelaskan.


Sam yang mendengar hal tersebut langsung protes.


"Nek.... Harusnya Nenek kenalin Eira ke Sam nek. Ini nasi gorengnya enak banget. Beneran" kata sam mulai ceriwis. Dan ayahnya Sam yang biasanya diam ikut nimbrung.


"kamu buka resto aja, pasti laku ini, banyak yang suka."


"tu kan Nek... Pak laksana yang biasanya gak pernah komen , mengakui kok" kata Sam menggebu gebu.


Melihat Nata dan Sam yang mau memulai keributan , Eira langsung mengusap lengan Nata pelan, agar Nata menghentikan polahnya. Nenek hanya tertawa pelan melihat tingkah dua cucunya, sementara Ayah Sam, tuan Laksana terlihat menambah nasi gorengnya.


Sang tamu datang dan menghentikan keributan tersebut. menyapa seluruh anggota keluarga dengan anggun, bahkan sempat cipika cipiki dengan Sang nenek. Ana memang sudah seperti keluarga di rumah ini, sejak dulu. Meskipun nenek tidak merestui hubungan Ana dan Nata, tapi Ana selalu di terima dengan baik di rumah tersebut.


Eira sedikit terkesiap melihat Ana yang saat ini sudah duduk depannya. Di sebelah tante rianti. Bukan apa , Ana adalah perempuan di foto yang ada di laci Nata. Tiba tiba hatinya terasa sedikit nyeri. Sedikit menengok ke Nata yang terlihat masih asik menikmati nasi gorengnya. Eira kembali mengamati perempuan cantik semampai di depannya.


"oh ya.... Ana... Kenalin, di depan kamu ini Eira, istrinya Nata" kata Nenek setelah selesai berbasa basi dengan Ana.


Eira terlihat beranjak dan mengulurkan tangan, di sambut dengan uluran yang sama oleh Ana. Sam lagi lagi menjadi pengamat sosial, memperhatikan Nata yang terlihat tidak peduli.

__ADS_1


Nata, masih sibuk menata hatinya. Menyibukkan diri dengan menikmati nasi gorengnya. Masih enak di lidah namun kenikmatan itu sedikit rusak oleh kedatangan Ana. Dia mungkin sudah melupakan Ana, tapi ada sisi hatinya yang mengingat, bagaimana Ana pernah tinggal di sana sekian lama.


"mari sarapan " ajak Eira.


"Nasi goreng ini enak banget, tuh yang masak istrinya Nata" kata Sam ikutan promo.


"oh aku pilih sandwich aja," kata Ana mengambil sandwich dan di letakkan di piringnya. Makan dengan anggunly


"Beruntung ya Nata dapat istri yang pinter masak" kata Ana yang lebih seperti sarkastik.


"Dikenalin sama Mama" jawab tante Rianti


"Iya...biar ada yang ngurusin, kasian dia sendirian mulu" jawab nenek ngecounter kata kata Rianti, nenek paham pembicaraan akan diarahkan kemana.


"Nenek aku juga sendirian" Sam ikut meramaikan suasana. paham kalau dia tidak ikut pasti ada adu mulut antar emak disini.


Sementara Nata yang biasanya langsung nyaut ketika Sam mulai bersuara kali ini memilih diam, dan menyelesaikan sarapannya.


"sudah selesai Ra, yuk balik kamar" kata Nata setelah melihat piring Eira sudah bersih.


"kok kamar sih mas, kan ada tamu. Kata Eira setengah berbisik. Meja makan masih ramai dengan kelakar Sam.


"itu tamu tante Rianti." kata Nata yang kemudian menggandeng tangan Eira.


"mas" Eira masih canggung jika kemesraannya dengan Nata harus dilihat orang lain seperti ini.


"Nek, kami balik kamar dulu, mau olahraga, bikin cicit nenek" kata Nata cengar cengir sambil berlalu, tanpa peduli tatapan satu meja menuju ke mereka. Sementara Eira menutupi wajahnya dengan tangan sebelah.

__ADS_1


"kami duluan Nek, om , tante , sam dan Ana" kata Eira yang tangannya sudah di tarik Nata.


Rianti dan Ana terlihat saling berpandangan.


__ADS_2