PINTU NO.7

PINTU NO.7
Eps. 9 - Hadiah special


__ADS_3

Tidak terasa sekarang sudah berada di awal maret. Hubungan kami juga sudah berjalan 7 bulan.


Walaupun masih seumur jagung, tapi kami tetap menikmati gaya pacaran kami dari waktu ke waktu. Sebelumnya Fito pernah berjanji akan menemuiku dihari ulang tahunku. Tapi setiap aku menanyakan soal itu, dia suka marah dan ujung ujungnya kita selalu bertengkar. Jadi demi kenyamanan bersama, aku tidak mau ngebahas soal ini lagi.


Masalah yang sangat sensitif.


"ciee yang bentar lagi ulang tahun"


"masih lama sayang, baru aja tanggal satu"


"Neng mau kado apa dari aa"


Jujur sih sebenernya kado yang paling indah adalah pertemuan. Tapi aku coba menahan keegoisanku.


"Neng pengen boneka sayang, biar kalo neng kangen aa, cukup peluk boneka itu"


"Yaudah aa kasih neng uangnya aja ya sayang"


"Aa emang punya uang? kan uang aa pas pasan terus dikirim tiap bulan buat biaya adik aa kuliah"


"Gapapa sayang tenang aja, ada ko. Tapi maaf ya aa gabisa kirim uang banyak"


"Sebelumnya makasih banyak ya sayang"


Aku tersenyum kecil, diapun mengangguk pelan dan membalas senyumanku.


"Kalaupun aa gak ngasih kadopun gapapa sayang, aa ingat hari ulang tahun neng pun, neng udah lebih dari seneng"


Fito membalas dengan senyuman hangat, dan dia bilang.


"Aa sayang sama neng, neng jangan tinggalin aa yah"


"Rugi sayang kalo neng ninggalin cowo sebaik aa"


Dan malam ini hujan turun cukup deras. Selama ditangerang, aku baru kali ini merasakan dinginnya susana malam, tangerang memang panas, jangankan siang, malampun tidur tanpa memakai kipas angin kaya tidur di depan api unggun.


"Neng"


"Iya sayang"


"Coba deh rambutnya taikin ke atas"


Aku sudah bisa menebak, paling dia mau cium.


Lalu akupun menaikan rambutku yang sedikit berfoni.


"Emuuuaaaaaah"


Dia menciumku, mendekati bibirnya ke arah kamera


"I love you"


Aku tersenyum lepas dan membalas ciumannya dan kami saling pandang diantara empat mata.


"Neng kalo nanti ketemu sama aa neng mau di bawain hadiah apa?"


"Pastinya aa lah hadiah terindah buat neng"


Fito tersenyum lebar


"Selain itu?"


"Mmmh apa yah"


Aku masih berfikir


"Bekantan mau gak?"


"Lah ko bekantan. Gamau ahh"


Fito tertawa lebar


"Siapa tau neng minta bekantan, nanti aa karungin"


"Gak lucuuuuu"


Aku manyun


"Yaudah mau apa"

__ADS_1


"Neng pengen baju Kalimantan"


"Itu belinya harus ke kota sayang. Nanti deh aa coba lihat lihat ya sayang"


Akupun mengangguk.


"Ukuran M ya sayang"


"Hiyaa sayang. Kalau ada rezeki sama gelang khas kalimantan juga aa kasih"


"Gelang kalimantan kaya gimana tuh sayang?"


"Dulu aa pernah punya, tapi sekarang gelangnya gatau kemana"


"Yaudah pokoknya neng pengen gelang sama baju aja yah"


"Cium dulu doong"


Fito mendekatkan pipinya ke kamera


"Emmmuuuuuuaaaaaachhhhh"


...*****...


Pagi hari di kota tangerang. Aku bekerja lebih semangat dari biasanya. Gajiku memang kecil dan tidak masuk UMR, tapi aku bersyukur karena masih mendapatkan pekerjaan.


Kiki dan aprilpun sudah jauh jauh hari pulang dari Jawa, katanya sayang kalau harus meninggalkan pekerjaan.


Di social media, gempar menceritakan tentang adanya penyakit baru yaitu virus covid 19, atau yang di kenal dengan corona. Lockdown dimana mana, tidak sedikit juga nyawa melayang karena penyakit ini. Kebanyakan korban meninggal dari china, karena memang dari negara itu awal mula virus itu datang. Bosku yang memang sudah sedikit berumur sangatlah panik mendengar berita itu. Setiap pulang dari luar, dia selalu bawel dan menyarankan semua karyawannya untuk memakai masker, nerima uang harus cuci tangan pakai sabun, dan intinya parno akan penyakit covid itu berlebihan.


"Setiap bertemu pembeli jangan lupa masker nya pakai, dan langsung cuci tangan. Ujang kalo habis ngantar kue ke DPR langsung mandi ya, ganti baju"


Setiap hari instruksinya seperti itu dan lama lama kamipun bosan mendengarnya.


Jam 12 siang, aku sudah pulang dari kerjaan. Aku pulang duluan ke villa, karena memang kiki dan april ada rencana mau pergi belanja dulu ke BP.


Tiba di villa, aku langsung mandi dan rebahan.


Fito nelfon..


"hay sayang"


"udah pulang yah"


"iya nih sayang, aku baru selesai mandi"


"sayang jaga kesehatan ya disana, lagi rame virus covid nih. Kabarnya sudah masuk indonesia"


"Iya sayang, aa juga hati hati disana. Kalau ada orang yang batuk, flu, jaga jarak ya sayang"


"Iya sayang pasti. Neng juga kerjanya jangan lupa pakai masker. Oh ya sayang, kirim no rekening ya, aa mau kirim uangnya sekarang"


"Aa, emang ada uang?"


Aku bertanya lagi.


"Ada ko sayang, neng tenang aja yah"


Aku diam, sebenernya gak tega. Aku tau gajinya juga di kalimantan gak besar, dia harus kirim ke kampung juga buat biaya adiknya. Ditambah biaya hidup dikalimantan lumayan tinggi juga


"Neng pesen aja dulu bonekanya dari sekarang ya, neng pilih mau boneka yang mana"


Akupun langsung mencari boneka yang besar tapi murah. Akhirnya aku dapat boneka beruang berukuran besar dengan harga yang tidak terlalu mahal. Kalau gak salah 187 ribu plus biaya ongkir. Fito pun mengirimku uang 200 ribu.


"Maaf ya neng, aa gabisa ngasih banyak. Cuman segini yang bisa aa kasih"


Aku diam, mencerna setiap nada suaranya yang halus dan membuat hati siapapun yang mendengarnya tersentuh. Itulah yang aku rasakan. Dalam kondisi keuangan yang pas pasan, dia masih sempat menyisihkan sebagian uangnya untukku. Butuh ribuan terima kasih untuk hal seluar biasa ini.


Tiga hari kemudian paket bonekapun datang.


"Makasih ya mas"


"iya sama sama mbak"


Akupun kegirangan paket sudah datang, kegirangan karena memang ini hadiah special dari laki laki yang aku sayang.


"Cie yang habis dapet boneka"


"Hehe iya nih pril, dari cowokku"

__ADS_1


"Enak yah yang punya cowo"


Sambung kiki. Aku tersenyum lepas. Aku langsung buka paketnya dan ternyata bonekanya lumayan besar. Boneka beruang warna cream sesuai pesanan. Aku langsung mengabari fito dan mengirimkan foto boneka itu.


"Waah bagus ya bonekanya sayang"


"Iya sayang, makasih yah"


Jawabku sambil peluk bonekanya.


Ada kenyamanan tersendiri setelah aku memeluk boneka ini.


"Nanti malam aa telfon ya sayang"


"Iyaa sayang"


Waktu menunjukan pukul 9 malam, aku menunggu fito nelfon. Tadi dia janji akan menelfonku malam ini.


Aku tunggu sampai jam 10 malam, tapi fito gak ada nelfon juga.


Aku coba telfon dia dan dia juga gak mau angkat telfonku. Jujur saja aku kesal


"Angkat"


"ko gamau angkat telfonku?"


"kamu kemana aja sih??"


Heningg......


Tak ada jawaban....


Karena masih diselimuti dengan rasa penasaran, aku terus menghubunginya tetapi tak diangkat juga. Kesalpun berubah menjadi khawatir.


Sudahlah karena memang tak ada jawaban, mungkin dia tidur pikirku.


Dan mataku sedikit mengantuk akhirnya akupun tidur...


Dan tepat pukul 00:00 fito menelpon.


"**K**emana aja sih, tadi bilang mau nelfon?"


Kataku dengan nada kesal


"Selamat ulang tahun sayangkuu"


Akupun diam. Jujur saja aku menangis. Dan lidahku mendadak kelu. Campur malu juga karena udah kesel duluan.


"Loh, ko yang ulang tahun malah nangis? sini mana mukanya, aa lihat"


Akupun mengarahkan wajahku, aku tersenyum dengan air mata yang terus menetes. Ini memang benar benar hari special buatku.


"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga panjang umur, disehatkan, dimudahkan rezekinya, semoga sayang terus sama aa, dan semoga kita bertemu dan berjodoh"


"Amiiin. Makasih ya sayang do'anya. Maafin neng udah marah tadi"


"Gapapa sayang, aa sengaja ga angkat telfon dan balas Chatt neng. Aa pengen ngucapin selamat ulang tahun tepat di jam dua belas. Karena aa pengen di hari special neng ini aa yang ngucapin duluan"


Aku menatapnya dengan penuh haru.


"Meskipun oranglain yang ngucapin duluan, tetaplah aa orang paling special di hidup neng"


Dia tersenyum lepas.


Ciri khas kumisnya yang tipis, betapa menunjukan bahwa aku tak akan pernah bisa melupakan senyumnya. Senyumnya akan selalu abadi di hatiku..


Terima kasih sudah menjadi penyemangat hidupku, terima kasih telah banyak membawa perubahan.


Pertama aku mengenalnya, memang tidak terkesan manis.


Sekarang, lebih dari sekedar manis.


Saat hadir di hidupku, aku mengira dia hanya laki laki biasa pada umumnya.


Ternyata tidak!!


Dia lebih dari sekedar manusia biasa.


Sekarang, aku sudah benar benar merasa takut kehilangan.

__ADS_1


__ADS_2