
Mei telah tiba. Masuk bulan mei jakarta terus diguyur hujan. Orang berlalu lalang memakai payung dan jas hujan. Aku duduk diatas bangku lantai atas villa sambil memandangi sekitar komplek.
Ternyata baru diguyur hujan segini aja jakarta sudah rentan banjir. Aku lihat orang nampak kesusahan menyebrangi setiap gendangan air.
Biasanya fito suka nelfon, tapi sekarang nelfonpun bertambah malam.
Setiap nelfon juga gak lama, paling cuman setengah jam.
Tapi aku masih sering membangunkannya setiap pagi.
Hanya bedanya sekarang tidak ada kabar terus menerus.
Jujur, malam ini rinduku semakin memuncak. Aku coba telfon dia. Dan ternyata ada di panggilan lain.
"Nelfon siapa dia malam malam begini?"
Batinku dalam hati.
Aku gak mau ambil pusing soal itu. Aku menyibukan diri dengan melipat baju baju yang sudah kering.
Lalu fito telfon.
"Hallo neng"
"Ya hallo"
"Tadi aa lagi telfon mamah"
"Oh yaudah gapapa"
"Kamu tidur, udah malam"
"Iya bentar lagi neng tidur ko"
"Yaudah, met malem ya sayang"
"malam"
Akupun tersenyum kecil. Ada rasa kecewa yang sangat dalam. Tadinya aku sangat antusias saat dia nelfon. Tadinya aku ingin bercerita soal kerjaku, soal kejadian di vila, dan bagaimana keadaanku. Tapi yasudahlah..
Hari demi hari aku lalui dengan kabar yang semakin minim. Aku jadi gengsi chatt dia duluan.
Setiap pagi, aku masih membangunkannya. Setelah itu tidak ada lagi kata penyemangat seperti jangan lupa makan, semangat kerjanya, dan hal hal lain yang membuat hubungan ini semakin dekat.
Dulu aku memang sempat menjauh karena hubungan yang tidak direstui.
Tapi apa dengan aku menjauh dia harus ikut menjauh juga?
__ADS_1
Hati wanita memang sulit untuk ditebak, dan bisa berubah dengan waktu yang cepat.
Dalam benakku, aku ingin hubungan ini terus diperjuangkan.
Ini awal dari masalah yang tak tau kapan akan terpecahkan.
Karena tak sanggup menahan rindu, akupun mencoba menelfon fito di jam 10 malam.
Jam 10 fito memang sudah pulang dari kerjanya. Tapi lagi lagi berada di panggilan lain.
Rasa cemburu, curiga mulai menjalari hati.
Pikiran buruk mulai bergelayut di pikiranku.
Aku chatt dia :
"Ko di panggilan lain terus? lagi nelfon siapa?"
".................."
"Ko aku nanya gak di jawab? Lagi nelfon siapa sih?"
"................."
"Okelah kalau memang aku mengganggu."
Hatiku seolah berbisik :
"Tidurlah,
Karena ketika kamu tertidur, kamu tidak akan merindukan siapapun, dan kamu tidak akan merasakan sakit.
Jangan lupa berdo'a, semoga segala hal yang terjadi hari ini, akan indah esok hari"
...********...
Keesokan harinya aku terbangun di jam 9 pagi. Karena memang hari ini aku libur.
Aku menyibukkan diri dengan bersih bersih di villa dan menyiram tanaman.
Ada satu bunga mawar yang mulai layu, aku coba mendekatinya lalu kemudian menyiramnya.
Bunga mawar seindah ini bisa layu kalau tidak ada yang merawat.
Bunga mawar ini seperti ditinggal oleh pemiliknya.
Lalu, aku bandingkan keadaan bunga mawar ini dengan hatiku. Nasibnya hampir sama.
__ADS_1
Tidak semangat dan rapuh karena pemiliknya sudah tidak merawatnya seperti biasa.
Tak terasa, air mataku menetes dan jatuh tepat di akar bunga itu.
Mawar itu semakin layu aku lihat.
Aku coba lihat HP, berharap ada pesan masuk dari fito. Tapi tidak ada..
Secepat inikah dia membuang rasa cintanya?
Semakin hari orang yang aku tunggu hanya untuk sekedar mendengar suaranya tak ada sama sekali. Dia benar benar sudah berubah. Aku sering check kontaknya. Aku lihat online. Tapi dia tidak ada menghubungiku atau mengucapkan selamat malam.
Aku merasa dianggap orang asing.
Dalam sunyinya malam, aku coba putar lagi lagu layang kangen yang pernah dia nyanyikan untukku.
Lirik demi lirik selalu aku dengarkan dengan penuh penghayatan.
Ada satu lirik yang membuat hatiku diracuni rasa rindu yang luar biasa. Yaitu :
"Hati mana yang sanggup menahan rindu, saat jauh tak mungkin nyenyak tidurku"
Begitulah kira kira.
Tanpa kabar darinya, selera makan mulai tak enak dan tidupun tak nyenyak. Aku tidak tau apa yang terjadi dengan hubungan ini.
Fito mendiamkanku selama beberapa hari. Hingga akhirnya akupun ikut mendiamkannya.
Aku memang tidak tahu bagaimana cara yang baik untuk menanyakan kabar. Sekedar say hay saja rasanya jari ini terasa berat mengetiknya. Pernah aku coba mengetik pesan untuk mengucapkan "selamat malam", tapi aku hapus lagi, aku takut dia tidak membalas pesanku atau pesanku dibalas dengan kalimat yang membuat hatiku kecewa.
Aku ulang lagi kenangan demi kenangan 8 bulan lalu. Ingin sekali rasanya aku melompat lagi ke masa lalu dan protes dengan apa yang terjadi saat ini.
Malam ini aku biarkan kepalaku terbenam dibawah bantal, tak lupa boneka yang fito berikan di hari ulang tahunku, selalu aku peluk. Tak terasa bonekapun sedikit basah karena air mata yang terus mentes.
Aku rindu candanya malam ini
Aku rindu senyumannya
Aku rindu kedua matanya yang selalu bersinar memancarkan sebuah hasrat rindu yang tidak bisa dibantah dengan apapun.
Aku merindukan semua hal tentangnya..
Aku menyadari ternyata aku sudah benar benar jatuh hati kepadanya..
Ya ampun serindu inikah hati ini?
Benar kata dilan, rindu memang berat......!
__ADS_1