PINTU NO.7

PINTU NO.7
PART 23 - HARI PERTAMA


__ADS_3

Satu pesan masuk dari nomor baru.


Dia menyapaku.


"Hay kelly"


Siapa nih? batinku


Lalu aku lihat foto profilnya.


Gak kenal juga, karena di foto orang itu memakai helm fullface dan motor ninja 4tax disampingnya.


Lalu kemudian nomor baru itu nelfon.


"Kelly ini aku marcell"


"Oh kamu, aku kira siapa. Sorry ya nomor kamu belum aku save"


"Santai aja lagi. Oh ya kell lagi dimana?"


"Di kosan cel, kenapa?"


"Jalan keluar yuk"


"Kemana?"


Tanyaku


"Nyari hiburan aja, kita ke caffe nonton live musik. Mau gak?"


"Wah boleh tuh"


Karena kebetulan bete juga di kosan. Anak 4 gatau pada kemana. Mereka menghilang dari tadi sore.


"Yaudah kamu siap siap dulu, 20 menit aku nyampe sana"


Telfon pun ditutup. Aku segera mandi, makeupan dan gak butuh waktu lama marcel pun datang.


Dia berdiri di balik pintu.


"Hei, udah siap?"


Tanya marcel dengan membuka helm nya.


Keren banget style nya.


Malam itu marcel pake kemeja kotak kotak hitam, celana jeans cokelat dan sepatu cats hitam begaris abu.


"Tunggu yah aku nyari masker dulu"


Kataku.


Marcel masih berdiri di ujung pintu. Dia juga gak berani masuk.


Setelah maskernya ketemu, akupun langsung pake sepatu, keluar dan mengunci pintu.


"Pada kemana mereka?"


Tanya marcel dengan melangkah menuruni anak tangga. Matanya masih tertuju ke kamar 8 dan 9.


"Gatau tuh, dari habis magrib emang lampunya mati."


Jawabku.


Di anak tangga terakhir, marcel membawa helm bogo berwarna merah. Dia memberikan helm itu padaku.


"Nih pake yah"


Kata marcel dengan memakaikan helm itu ke kepalaku.


"Thanks"


Jawabku


Marcelpun mulai menghidupkan motornya. Knalpotnya memang sedikit bising.


Lalu akupun naik.


Karena motor ninja memang tinggi, akupun memegang pundak marcel.


"Udah?"


Tanya marcel


Akupun mengangguk.


Dan berangkatlah sudah kami ke caffe.


Sepanjang perjalanan marcel bawa motornya santai.


Dia bilang kalo bawa cewe gasuka ngebut.


Dan jujur aja akupun suka parno kalo di bonceng dengan kecepatan tinggi.


Diperjalan marcel cerita kalau dia itu sudah 2 tahun jomlo karena trauma pernah ditinggal nikah ceweknya.

__ADS_1


Aku tidak menceritakan sedikitpun tentang masalaluku.


Bagiku masalalu adalah kenangan yang tidak harus diceritakan.


1 jam di perjalanan akhirnya kamipun menemukan sebuah caffe yang berada di jalan sudirman.


"Pesan aja kell pilih aja mau makan apa"


"Aku pesan milk shake aja"


Kataku dengan menulis menu


"Sama makanannya dong"


Marcel menyarankan.


Jujur aku gak berani pesan banyak makanan apalagi aji mumpung.


Aku memesan apa yang hanya aku sukai saja.


Tapi marcell memesan banyak makanan.


"Nanti jam 9 ada live musik. Aku paling suka nongkrong disini"


Kata marcel


"Ohya?"


Dan pesananpun datang.


Makanan yang marcel pesan itu berupa cemilan semisal kentang goreng, nugget, jamur chryspy dan minuman lain.


"Ko banyak banget?"


Tanyaku heran.


"Gapapa lah, kalo kurang gampang nanti nambah lagi"


Kata marcel.


Memasuki jam 9, pertunjukan musikpun di mulai.


Band dan penyanyinya memang tidak terkenal.


Malam itu ada sebuah band yang menyanyikan lagu Dewa19 (Kangen).


#Semua kata rindumu semakin membuatku, tak berdaya..


Menahan rasa ingin jumpa..


Percayalah padaku akupun rindu kamu, ku akan pulang


Ah sial, ko jadi inget fito sih..


Seketika marcel membuyarkan lamunanku.


"Eh, ko bengong sih? Ayo dimakan?"


"Ups sorry sorry, enak banget lagunya sih cel"


Kataku menepis.


"Ini juga termasuk lagu favoritku loh"


Kata marcel dengan mengaduk minuman menggunakan sedotan.


Aku mulai menikmati milkshake yang aku pesan.


"Cowokmu orang mana kel?"


"Aku gak punya cowo cel"


"Cewek semanis kamu jomlo? Gak yakin ah"


"Serius, gak ada yang mau samaku"


"Orang bodoh aja yang gak mau sama kamu"


Akupun terdiam. Lalu marcel melanjutkan


"Umurmu berapa kel?"


"Bulan maret kemaren aku nginjek 23. Kamu?"


"Aku 26"


Marcel mulai menikmati cemilan yang ada di depannya.


"Tadinya pintu no.7 itu mau aku isi, tapi kerjaaanku di rolling terus"


"Emang kerja gitu suka di rolling juga?"


Tanyaku


"Iyalah. Pertama penempatan di ciputat, 3 bulan kemudian pindah ke pamulang. Setelah setahun pindah lagi ke BSD, dan sekarang aku stay di Di Erafhone Jakarta"

__ADS_1


"Wah, adaptasi terus dong"


Kataku


"Nahiya, itu yang bikin males. Ketemu orang baru lagi"


Seketika kamipun diam menikmati alunan musik..


"Gimana, bandung dingin kan kel?"


"Selalu dingin cel. Emang kamu pernah ke bandung?"


Tanyaku


"Setahun lalu aku liburan ke bandung. Aku main ke daerah lembang dan ciwidey. Besoknya main lagi ke kawah putih"


"Betah gak disana?"


"Ga betah ah, dingin. Aku ga bisa tidur. Kaya kena hipotermia. Aku menggigil semalaman"


Akupun tertawa geli.


"Di bandung itu harus sedia jaket tebal dan selimut. Jangankan pendatang, aku aja kalau malam memang ga kuat kalo tidur gak pake selimut"


Kami masih terlalut dalam obrolan penuh canda. Marcel juga mengajakku liburan ke pantai bulan depan.


Aku sih manggut manggut aja soalnya memang gak bisa janji karena takut bentrok dengan kerjaan.


Jam 11 malam kamipun memutuskan pulang.


Marcel mengantarku sampai ke depan pintu kamar.


Aku lihat ojak dan joko lagi duduk di balkon.


"Hadeeh jalan jalan gak ngajak ngajak"


Ojak protes


Aku dan marcel ketawa aja.


Marcel memang kalem sih orangnya.


"Kel aku pamit pulang ya, sorry kalau malam ini kurang berkesan"


"Gapapa cel, santai aja. Aku seneng ko"


Dan marcelpun pulang.


Aku tidak langsung tidur, aku berjalan menghampiri ojak.


"Dibawa kemana lu sama si Marcel"


Tanya ojak kepo


"Pengen tau aja"


"Dibawa check in yah"


"Otak loooo ngeres mulu dih"


Kataku kesal.


"Marcel baik ko, dia orangnya kalem"


Sambung joko.


"Jak mata lu kenapa?"


Tanyaku heran. Mata ojak memang sedikit merah.


"Habis mabok dia"


Jawab joko.


"Udah gitu dia jekpot dan jekpotnya itu ke genting ibu kos lagi. Ibu kos kan marah marahnya ke gue. Tuh lihat dia WA gini"


Akupun membaca pesan dari ibu kos.


"Joko jangan buang pasir ke atas genting"


"Hah? ko pasir?"


Aku heran


"Ya saking banyaknya muntahan si ojak, ibu kos nyangkanya itu suara orang buang pasir"


Aku ketawa ngakak.


Ojak bersandar di tembok balkon. Wajahnya dingin merasa gak ada salah.


Maklum namanya otak gak sadar pasti ngerasa semuanya everyhing is fine....


Malam ini aku biarkan angin berhembus menerpa wajah.


Aku ingin semua berjalan sebagaimana mestinya.

__ADS_1


Dengan hadirnya teman baru di hidupku, otomatis lembar buku yang aku catat harus baru juga.


Buku lama biarkan tenggelam bersama kenangannya...


__ADS_2