
SENIN PAGI..
I DONT LIKE MONDAY!
Bukan hanya sekarang, dulu waktuku SD sampai SMA aku paling tidak menyukai hari senin.
Hari senin memang banyak sekali menyimpan masalah. Dimana harus ada upacara, mata pelajaran dengan guru yang galak.
Dan semua razia sekolah selalu terjadi pada hari senin.
Pagi ini, ada breeping di tempat kerjaku.
Kami semua berkumpul di salah satu ruangan produksi.
10 menit kemudian bos pun datang.
"Berita covid memang gak ada hentinya. Perusahaan banyak yang tutup. Aktivitas di DPR, Al-Azhar dan dan PT juga ditutup. Pesananpun otomatis berkurang"
Ibu bos menjelaskan. Dia membenarkan kacamatanya lalu kemudian melanjutkan.
"Kemungkinan ada yang akan dirumahkan dulu"
Jujur sih agak kaget, kalau aku diliburkan dulu kosanku gimana.
"Tapi kalian jangan khawatir, kalau ada pesanan banyak, ibu telfon kalian yah.
Mungkin yang saat ini ibu pekerjakan Ira, Atih dan Nita dulu. Minggu depan barulah di rollling. Ibu sudah mencatat kapan diantara kalian harus masuk lagi"
Kami mendecak kecewa.
Setelah semuanya selesai kami kembali ke kerjaan masing masing.
Aku melihat namaku yang tertulis di sebuah kertas yang di catat dan di tempel di mading.
Rupanya aku diliburkan selama 2 minggu lamanya.
Jujur sih gak kebayang 2 minggu tanpa pemasukan.
Kami semua gak protes soal keputusan ini, ya mau gimana lagi, memang dampak covid itu merugikan bagi sebagian orang.
Jam 12 siang, akupun pulang dari kerjaan.
Gak mampir kemana mana dulu, langsung ke kosan aja.
Tiba di kosan, anak 3 udah pada kumpul.
Joko, ojak dan yudi.
Dede gak ada, mungkin dia masih kerja.
"Heyyy kellyyyyyyy"
Teriak yudi di ujung balkon
"Oi"
Jawabku simple
"Ai oi ai oi, mau ikut bikin video klip gak?"
Kata ojak yang sudah dari tadi memegang camera SLR.
"Video klip apaan"
"Si joko mau bikin video klip coveran lagu timur"
"Oh dimana bikinnya?"
Tanya ku
"Diatas"
"Hah? diatas? Emang diatas ada tempat?"
Tanyaku dengan memandang ke atas
"Ada tempat toren. Tapi pemandangannya bagus"
"Jam berapa emang?"
Tanyaku
"Nantilah jam 4 sorean, sekarang masih panas"
Aku tengok joko, dia lagi nyisir rambut dikamarnya.
Joko sudah berdandan layaknya penyari reff.
Kalung panjang sampai pusar, kemeja pendek dengan kancing dibuka, Jam tangan ala ala oppa gangnam style. Tidak lupa topi hip hopnya.
Aku sedikit nyengir.
"Gayalooo"
Aku komentar
"Kenalin nih RADEN MAS JOKO"
Joko menepuk dada bangga.
Kami tertawa puas siang ini.
__ADS_1
Jam 4 sore, mereka sudah bersiap siap. Lalu mereka naik ke atas bangunan kosan dengan menggunakan tangga besi kecil.
Aku diajak naik, tapi baru aja naik ke tangga nomor satu, aku udah parno duluan soalnya lihat ke bawah tinggi banget.
Gak kebayang kalo jatuh hiiii ngeri.
Aku merinding.
"Gue gak ikut ah takut"
"Gapapa hayoo"
Yudi menarik tanganku. Aku melepas tarikan itu.
"Gak ah yud gue takut"
"Yaelah, lu jangan lihat ke bawah, kalo lihat kebawah yaiya ngeri"
Joko dan ojak sudah ada di atas. Aku pun memberanikan diri naik ke atas dengan memegang ujung celana yudi.
"Eh jangan narik celana gue, kalo melorot gimana?"
Sumpah ngakak banget, yang tadinya takut berubah jadi ketawa geli.
Dengan kaki bergetar, akhirnya akupun sudah naik di atas.
Aku lihat sekeliling pemandangan, woo sangat menakjubkan.
Gedung gedung terlihat lebih jelas.
Sore haripun indah apalagi malam hari.
Si ojak udah siap siap megangin kamera, gayanya udah kaya kameramen profesional dengan kepala yang miring kanan kiri.
Sedangkan yudi, dia memutar musik yang akan joko cover sore ini.
Kerjasama yang luar biasa..
Aku duduk di atas genting kosan lantai 3.
Aku bingung lihat tingkah mereka..
Aku ditarik sama joko dan diajak jadi model video klip.
"Gamau ah, males gue"
Jawabku.
"Udah lu pas jadi modelnya, celana lo udah pendek, rambut lo panjang. Udah gapapa. Lo pura pura jadi cewek gue"
Kata joko
"Heleh"
Aku ingat, waktu itu lagu yang joko putar adalah lagunya Shine of Black - Jang ganggu.
Jujur aku menolak ajakan joko, aku paling gak suka joget.
Apalagi di depan sana jalan raya, banyak yang jualan juga.
Dan otomatis diantara mereka ada yang liatin kelakuan kita.
Mereka aku biarkan dengan kesibukan dan tingkah konyolnya.
Aku sendiri asyik menikmati pemandangan kota Bintaro.
Tak lupa juga mengabadikan foto disini.
Semua kenangan dan foto bersama mereka masih aku abadikan sampai sekarang.
Memasuki sore hari, anginnya terasa segar menerpa rambut.
Misi merekapun selesai. Setelah itu mereka melihat hasil dari kerjanya.
"Wih cool banget ya gaya gue"
Joko memuji dirinya sendiri.
"Ini harus di edit dulu"
Kata joko dengan memperhatikan setiap durasi video.
"Yaiyalah harus diedit, gak diedit muka lo jelas banget itemnya"
Ojak meledek. Yudi ketawa ngakak.
"Banyolan lo kaya yang putih aja"
Tambah yudi.
Kami semua gak langsung turun, duduk duduk dulu sekedar meroko dan menikmati angin.
"Keliiii, celana lo pendek amat"
Ojak komentar
"Besok gue pake gamis"
Timpalku.
"Lu jadian ya sama si marcel?"
__ADS_1
"Jalan baru sekali juga, udah dituduh jadian"
Kataku.
Ojak memang kepoan orangnya.
"Yaelah gapapa kali. Lu kan cantik, marcel cakep juga"
"Iya tuh cocok"
Yudi ngacungin jempol.
"Eh bro, gue kan kemaren udah putus"
Ojak mengalihkan pembicaraan
"Terusss?"
"Iya gue mau nanya"
"Iya nanya apa?"
Tanya joko
"Jadi gini gue kan udah putus sama mantan gue beberapa bulan lalu, terus kemaren mantan gue ngajak balikan"
"Yaterus yang lu mau tanyain paan"
Joko mulai gak sabar
"Ini baru aja gue mau jelasin jangan dipotong dulu"
Kata ojak.
Aku, joko dan yudi diam, mendengar apa yang mau ojak ceritakan.
"Jadi gini bro, kalo gue pacaran terus putus, itu tanggal jadiannya nerusin apa ngulangin lagi dari awal?"
Jujur pertanyaan aneh yang baru aku dengar.
Lalu yudi jawab.
"Ya nerusin lah, kan pas pisah dihitung cuti"
Seketika kamipun tertawa lepas.
"Jangan lupa sekalian lemburnya juga"
"HAHAHAHAHAHHAHAHAHA"
Ada moment yang tidak akan pernah bisa dilupakan sore ini.
Moment dimana teman laki laki yang selalu menjaga teman perempuannya.
Moment yang tiada hari tanpa canda dan banyolan banyolan konyol khas mereka.
Kosan lantai tiga adalah kosan yang paling dibenci oleh ibu kos. Alasannya karena penghuninya yang menjengkelkan.
Ada suatu cerita yang gak mungkin bisa dilupakan.
Jadi begini, ibu kos pernah curhat sama aku kalo dia gak suka sama anak 4 itu.
Joko, dede, ojak dan yudi.
"Alasannya kenapa bu?"
Tanyaku
"Saya kan jualan kopi, jualan makanan, jualan gorengan, tapi mereka jajannya malah ke warung depan bukan ke saya. Gimana gak dongkol coba"
Mungkin yang ibu kos maksud itu warung bude.
Ibu kos menggerutu dengan nada betawinya yang kental.
Aku ketawa aja.
Ibu kos mulutnya emang cablak tapi hatinya baik.
Malam harinya aku menceritakan apa yang ibu kos keluhkan kepada mereka.
"Kalo kalian beli kopi ke ibu kos aja apa, dia juga kan sama jualan kopi sama mie rebus"
"Aduh kel, gue bukannya gak mau beli kesana, tapi kapok. Gue pernah pesen kopi airnya sampe satu gelas penuh"
Kata yudi
"Dan gue juga pernah pesen mie rebus airnya semangkok kaya sayur sop"
Tambah ojak
"Dan gue beli Air akua, dikasih air galon"
"Terakhir nih gue, pesen dadar telor, buseet asin banget"
Kata joko
Dan inilah moment moment kecil yang mungkin sampai sekarang masih segar dalam ingatan.
Anyway kenapa kenangan itu sangat indah?
Karena kenangan hanya terjadi 1 kali..
__ADS_1
Itu yang membuatnya indah..
Lanjuuuuuuttttt......