
Semenjak kejujuran itu, jujur aku jadi gak enak sama Marcel. Padahal marcel biasa biasa aja dan gak pernah ngebahas soal itu lagi.
Marcel masih sering main ke kosan, masih juga ngasih makanan dan aku bangga dengan sikap dewasa marcel.
Malam itu ada telfon masuk dari salah satu PT yang aku lamar.
Aku segera mempersiapkan kemeja warna putih polos dan juga celana hitam panjang. Jujur seneng banget ada panggilan kerja, akhirnya aku bisa melanjutkan mimpiku disini.
Dan benar kata marcel, interviewnya langsung di tangerang city. Malam ini aku tidur lebih cepat karena besok jam 8 pagi harus sudah tiba disana.
Keesokan harinya marcel menjemputku. Dia menunggu di depan gerbang.
"Udah?"
"Udah cell"
Dan kamipun berangkat.
Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan baru lagi setelah 1 minggu kena PHK.
Ini memang baru awal dari semuanya, belum pasti juga aku keterima atau enggaknya. Yang pasti aku bersyukur karena sudah melangkah dari nol.
Jarak dari kosan ke tangerang city memang lumayan jauh, pinggang terasa sakit juga.
Ditambah naik motor gede gini, kepalaku berasa mau copot karena terpaan angin yang cukup kencang.
Satu jam lamanya di perjalanan akhirnya kamipun tiba di tangerang city.
"Semangat ya kel, semoga lulus interviewnya"
"Aminn. Oh ya cel makasih juga yah udah nyempetin buat nganterin"
"Santai aja. Aku balik ya kel. Sorry gabisa nungguin soalnya aku masuk siang"
"Gapapa ko cel"
Dan marcelpun pulang.
Aku langsung menuju lantai 3.
Di group tertulis "Ruangan interview kelas A."
Sesampainya di ruangan itu, akupun langsung duduk di kursi yang kosong.
Disana memang sudah banyak pelamar kerja. Ada sekitar 30 orang.
Kami masih sibuk sendiri karena memang kami semua belum pada kenal satu dengan yang lain.
Tepat di jam 9, datang seorang trainer yang memperkenalkan dirinya.
Mereka berdua, yang satu Adit, dan yang satunya lagi Diana.
Kami masih dalam suasana diam mendengarkan apa yang sedang di bahas oleh trainer.
"Ini adalah sebuah perusahaan Handphone yang cukup terkenal. Penjualannya pun sudah masuk ke 30 negara. Kami memang sedang membutuhkan promotor untuk mengisi toko yang kosong. Kebetulan ada 20 toko yang kosong dengan masing masing 3 orang yang stay disana"
Kata seorang trainer berambut pirang dan berperawakan cukup tinggi. Lalu dia melanjutkan.
"Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang sudah ikut bergabung di team ini. Jika diantara kalian ada yang memenuhi syarat, bisa dipastikan kalian akan lolos menjadi bagian dari tim kami."
Akupun berdo'a dalam hati ya Allah semoga saja aku bisa lolos.
Setelah trainer memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang filosofinya, kami semua ditunjuk satu persatu untuk memperkenalkan diri.
"Oke, nama kalian bagus bagus seperti orangnya"
Kata trainer memuji.
__ADS_1
"Saya akan mengecek satu persatu lamaran kerja dari kalian yah. Kalau ada yang belum kumplit, saya suruh kirim ulang lagi lewat email"
Aku langsung refleks mengecek bagian demi bagian berkas yang aku kirimkan.
Huh syukurlah sudah kumplit semua.
Ada beberapa nama yang memang berkas lamaran kerjanya belum kumplit, mereka harus kirim ulang, dan parahnya ada yang harus merevisi bagian demi bagian isi surat lamaran.
Aku tidak termasuk, karena berkas yang aku kirim sudah sesuai syarat. Marcel sudah memberitahuku sebelumnya.
Setelah semuanya selesai, trainer mulai menjelaskan nama produk yang harus kami jual. Banyak sekali memang type nya, dan itu tidak cukup kami hapal dalam waktu sehari.
Kami disuguhkan penjelasan yang cukup rumit.
Yang pertama kenali dulu type Handphone, RAM, processor, resolusi kamera dan sfesifikasi lainnya.
Cukup melelahkan memang.
Tapi ini adalah nilai jual utama dalam memasarkan produk.
Dua jam lamanya kami mendengarkan apa yang dijelaskan oleh trainer, 3 jam berikutnya kami harus menjelaskan ulang tentang produk itu.
Nama kami diacak, dan sampai akhirnya namaku ditunjuk.
Jujur deg degan sih, tapi aku harus bisa.
"Perkenalkan nama saya kelly, saya akan menjelaskan keunggulan dari produk ini.
Ini adalah handphone type baru, seiring berjalannya tekhnologi, pastinya handphone juga memiliki keunggulan dari waktu ke waktu. Op* Re*no4 termasuk handphone canggih masa kini, dia sudah dilengkapi 4 kamera dengan resolusi 48MP, layar amoled, processor snapdragon720, RAM 8 dengan Internal 128 akan membuat hari harimu menyenangkan. Selain itu Ren*4 juga memiliki keunggulan yang tidak dimiliki handphone lain, diantaranya ada Aon smart sensor. Terima kasih"
Semua yang berada di ruangan memberikan tepuk tangan. Trainer bilang pembahasanku cukup memuaskan. Tidak lupa mereka juga mengacungkan kedua jempolnya tanda penghargaan.
"Wahh kelly hebaat!!"
Ada rasa kebanggan tersendiri setelah aku tampil dengan percaya diri. Akhirnya aku bisa menjelaskan, walaupun belum hapal sepenuhnya.
Tepat di jam 5 sore interview dan trainingnya selesai. Kami bersiap siap untuk pulang.
Aku langsung pulang ke kosan, di perjalanan pulang aku menggunakan kereta dari stasiun serpong sampai pondok ranji. Sesampainya di kosan aku langsung tidur dan sejenak merebahkan badan.
Huufftt lumayan capek juga yah.
Semoga saja aku lulus training berikutnya. Ya semoga saja....
...******...
Pagi hari yang indah, aku terbangun di jam 7 pagi.
Segera aku mandi, sarapan, tidak lupa juga make up.
Ini adalah training terakhir dan aku harus semangat. Ini juga adalah training penentuan lolos atau tidaknya.
Pagi itu marcel ada chatt, dia menanyakan soal interview kemaren, dan aku jawab Alhamdulillah semuanya lancar.
Marcel selalu mengikuti kegiatanku selama training, dia bertanya kesan apa yang di dapat selama training.
Dan aku jawab kesannya sangatlah memuaskan.
Jam 8:15 akupun sudah tiba di tangerang city. Orang orangnya masih sama, cuman hari ini kayaknya agak berkurang. Mungkin ada yang belum datang pikirku.
Sebelum dimulai, aku ke toilet dulu sekedar grooming, yah namanya juga jadi SPG modal utama adalah penampilan.
setelah itu akupun balik lagi keruangan.
15 menit kemudian trainer pun datang.
Trainer yang sekarang beda dengan yang kemarin, trainer hari ini keduanya laki laki. Namanya Adi dan Irfan.
__ADS_1
Pembahasan hari ini gak jauh beda dengan kemarin, menjelaskan tentang produk dan keunggulannya.
Hanya saja kali ini kita melakukan action menjelaskan produk kepada user. Dan trainer itu yang berperan sebagai user.
Lima jam pertama kita membahas soal produk. Kita dijejali sfesifikasi dan nilai jual. Selain itu kita juga harus hapal Type handphone baik dari brand sendiri ataupun kompetitor, karena takut suatu saat terjadi compare yang ditanyakan oleh costumer.
Enam jam berikutnya kita melakukan test tulis dengan 50 pertanyaan.
Dan dijam berikutnya kami harus menjelaskan secara individu kepada costumer. Yang dimana costumernya adalah trainer itu sendiri.
Sejauh ini memang cukup rumit. Dulu yang aku tau handphone itu hanya RAM dan KAMERA saja, tapi ternyata tidak. Mengenal kamerapun tidak cukup, karena dibalik kamera itu sendiri ada yang namanya resolusi, lensa dan lain lain.
Tapi aku senang, ada ilmu baru yang aku dapat selama training disini.
Selain ilmu, teman baru juga.
Dan ini adalah jam jam yang paling menegangkan sekaligus paling di tunggu tunggu.
Kami dipastikan lolos atau tidaknya hari ini lewat sebuah amplop putih.
Trainer sudah membawa amplop putih itu, jujur sih aku sudah tegang. Tapi aku berusaha tegang.
"Sekarang adalah jam penentuan. Kalian diterima atau tidaknya disini, tergantung dari cara kalian tadi mereview ulang, memahami produk dan juga antusiasme kalian di dunia marketing. Untuk yang lolos saya ucapkan banyak terima kasih, dan selamat sudah bergabung di tim kami. Dan untuk yang tidak lolos, kalian jangan berkecil hati, masih ada kesempatan lain yang menunggu kalian."
Teman teman yang lain ada yang mulai menunjukan kegelisahannya. Ada juga yang menunduk. Aku cukup yakin dslam hati, kalau aku keterima ya ini rezekiku, kalau tidak yasudah, masih banyak rezeki yang lain menanti.
"Oke, saya akan bagikan sekarang amplopnya. Tapi ingat yah jangan ada yang buka disini. Buka nya nanti saja dirumah. Karena tidak enak kalau nanti ada yang bahagia karena kelulusannya dan ada yang bersedih karena tidak lolos. Hargai teman kalian"
Kami semua mengangguk dan menuruti apa nasihat dari trainer yang bernama Irfan itu.
Lalu dia membagikan amplop itu dengan nama yang sudah tertulis di luar amplop.
"Santy"
"Novi"
"Riska"
"Andre"
"Farhan"
"Kelly"
Akupun berdiri dan langsung aku ambil amplop itu. Aku terus berdo'a semoga hasilnya tidak mengecewakan.
Setelah semua amplop itu di bagikan, kamipun duduk kembali di ruangan itu.
"Sekarang kalian boleh pulang, training hari ini sudah selesai. Yang lolos, nanti nomor kalian skan kami masukan ke sebuah group sesuai domisili masing masing yah. Kalian siap siap mulai terjun langsung ke lapangan. Sekian untuk hari ini dan terima kasih banyak"
Kamipun memberikan tepuk tangan kepada para trainer. Tidak lupa juga kami mengabadikan foto terakhir kebersamaan kami.
Aku langsung menyimpan amplop itu di dalam tas. Tadinya sih gatel nih tangan pengen buka, tapi aku coba tahan. Nanti di kosan saja aku buka amplopnya.
Training hari ini memang cukup lama. Training yang dilakukan dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore membuat otak cukup membludak.
Ditambah perjalananku yang cukup jauh dari tangerang city ke kosan.
Aku langsung pesan tiket kereta, dan beberapa menit kemudian keretapun datang.
Akupun naik dan untunglah ada kursi kosong.
Sepanjang perjalanan aku jadi inget kiki dan april. Aku ingat waktu dulu jalan jalan ke kota tua bareng mereka.
Terakhir kami kontekan waktu sama sama kena PHK. Kiki dan april memutuskan pulang kampung, mereka gak tinggal lagi di villa.
Kiki dan April adalah orang pertama juga yang menjadi pendengar setia soal curhatan aku tentang Fito..
__ADS_1
Hah, kenangan yang sangat indah..
Sekeras apapu aku berontak biar kenangan itu kembali, tidak akan pernah bisa, sebab waktu tidak akan pernah sedetikpun berjalan mundur.