PINTU NO.7

PINTU NO.7
Eps. 6 - Bosan jadi pengangguran


__ADS_3

Matahari pagi mulai menampakan pesonanya, pantulan cahayanya sedikit silau kejendela. Aku kernyitkan dahi dan duduk di kursi. Tarik nafas sejenak dan ngebatin


"Bosen juga ya jadi pengangguran, tiap bulan gak dapet uang, bangun siang mulu, pengen apa apa ga kebeli. Enakan kerja"


Lagi asyik asyiknya ngehayal, tiba tiba saudaraku datang, bella namanya. Badannya sedikit gemuk dan lucu juga.


"Pagi pagi itu mandi, bukan ngehayal"


"Ngehayal masa depan ya gapapa"


"Masa depan apaan? jadi pejabat iya"


"Apaan tuh pejabat?"


"Pengangguran jawa barat"


"Hemm, bawa apa tuh teh di plastik"


"Biasa, jengkol"


"Hadeh, kali kali ganti apa menu nya jangan itu mulu"


"ini makanan favorit, lebih enak dari daging ayam"


Memang orang satu ini doyan banget sama jengkol.


Seperti biasa, jam 12 siang fito selalu nelfon.


"Halo neng"


Fito menyapa dengan nadanya yang khas.


"Iya aa sayang"


"Lagi apa neng geulis"


"Lagi nungguin uda nelfon"


"Nungguin uda apa nungguin Adi?"


"Lah, adi kan lagi jualan ayam di pasar"


"Hahaa, ada ada aja kamu sayang"


Kami diam sejenak, membiarkan setiap detik durasi telfon.


"Oh ya sayang boleh aku kasih saran gak?"


"Apatuh?"


tanyaku dengan nada semangat


"Sayang, daripada kamu diem terus dirumah, mainan HP, tiduran dan main terus, mendingan kamu cari kerja deh"


"Aa, neng juga udah masukin lamaran kemana mana, tapi belum ada juga panggilan"


"Coba neng cari kerja di IG, FB, kerjaan daerah sana. Pasti banyak"


"Iya nanti neng cari ya"


"Maaf ya neng bukannya aa banyak ngatur, kalau kerja kan neng enak bisa dapat uang, bisa nabung juga kan buat masa depan"


"Iya sayang, neng juga udah bete kok nganggur mulu. Nanti deh neng coba tanya info loker ke saudara neng di Jakarta. Barangkali ada"

__ADS_1


"Nah gitu dong, semangat yahh"


Sejauh ini, dia cukup dewasa bagiku. Aku seperti terhipnotis olehnya. Bagaimana tidak, setiap kata yang dia berikan selalu mengandung kebaikan. Dan aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini.


Mendengar saran dan dukungan dari fito, aku jadi semangat mencari kerja.


Aku menanyakan lowongan pekerjaan kepada saudaraku yang kebetulan bekerja di jakarta.


Dan aku termasuk orang yang tepat dan beruntung saat itu.


Kebetulan ada lowongan pekerjaan di daerah tangerang selatan. Tepatnya daerah Bintaro. Kalau bisa aku harus kesana secepatnya.


Tidak ada interview dan langsung bekerja.


Dan, berangkatlah aku ke tangerang..


Tiba di sana, aku langsung bertemu dengan saudaraku Fahmi. Fahmi sudah lama berada di jakarta, dia bekerja di sebuah PT.


Aku sehari menginap di kosannya, dan besoknya fahmi langsung mengantarku ke tempat kerja.


Tiba disana, sudah ada 2 orang yang sedang menunggu dan membawa lamaran kerja.


Oh mungkin mereka sama sepertiku, melamar kerja disini.


Fahmi langsung pamit pulang lagi ke jakarta, karena dia masuk shift siang.


"Semangat ya sayang"


Pesan baru masuk. Siapa lagi kalau bukan dari Fito, kesayanganku..


"Iya sayang makasih ya, do'ain semoga semuanya lancar"


"Amiin sayang"


Aku belum tau kerja apa disini karena fahmi belum menjelaskan secara detail. Akupun menebar senyum kecil kepada 2 orang itu. Mereka perempuan, sempat berkenalan juga. Yang satu namanya April, dan satu lagi Kiki. Mereka orang jawa.


Bos pun datang, dia berperawakan kecil dan berumur sekitar 60 tahunan. Woo luar biasa, diumur segitu dia masih produktif dalam menjalankan usaha.


Dia menyuruh kami masuk. Yaa namanya juga melamar pasti gak jauh pasti dibobol dengan puluhan pertanyaan.


Alhamdulillah, kami semua diterima kerja disini.


Karyawannya memang sedikit, ada sekitar 10 orang. Awal kerja aku dihadapkan dengan adonan kue, menata kue dan pekerjaan yang mudah dulu. And then aku cukup menekuni pekerjaan ini.


Resiko kerja disini memang tidak boleh malas.


Kerja disini 2 shift. Shift paginya jam tiga pagi sampai jam dua belas siang, dan shift siang jam dua belas sampe jam sembilan malam.


Oh ya, bos dikerjaanku memang baik, selain baik Aku, april dan kiki di suruh tinggal di villa cendana yang ada di jalan kompas. Kamipun menuruti saja, karena memang kami juga belum mendapat gaji.


Kami langsung tinggal di villa. Villanya lumayan besar dan sudah tersedia banyak fasilitas disana. Tapi satu yang kami takutkan yaitu villa nya angker. Di halaman villa itu ada pohon sawo dan juga mangga. Lampu yang sedikit redup membuat suasana semakin horror.


"Ki, emangnya kamu gak takut tinggal disini?"


"Takut sih, tapi mau gimana lagi. Coba deh liat, ruang tamunya aja serem gitu"


"Aku gak berani kayaknya kalo mandi sendirian"


April menambahkan.


Kami tidak berani tidur di kamar, kami memang penakut dan selalu menyangkutkan semuanya dengan hal mistis.


Kami tidur di mushalla yang berada di lantai atas villa.

__ADS_1


Kalau kami mau mandi, kami turun dan kadang mandi bareng juga hahaha


Ketakutan kami juga tak cukup sampai sini, kami semua masuk shift pagi.


Jam 3 kami sudah bangun dan ke kamar mandi bareng bareng. Kami gantian mandi sambil salah satu menunggu diluar. Dan saking kami memiliki jiwa penakut yang luar biasa, naik tangga pun berebut paling depan. Katanya kalo paling belakang suka ada yang ngikutin.


Wah wah, halusinasi yang berlebihan.


Lama lama takut berujung paranoid.


Malam itu, aku sudah terlelap dari tidurku. Dikerjaan memang sedikit melelahkan karena pesanan yang terlalu banyak. Tapi aku bangun karena April berteriak. Malam ini memang kami tidak tidur di mushalla. Kami tidur di ruang tamu karena si kiki ngotot pengen nonton TV.


"Pril, kamu kenapaa?"


Aku kaget. April menutup wajahnya menggunakan telapak tangan.


"Ada yang nongol di jendela"


"What????"


Mataku sedikit melotot.


"Iya kell, aku juga lihat. Habis itu ada suara orang naik tangga juga"


Kiki menambahkan.


Aku diam sejenak dengan kepala yang masih pusing.


"Yaudah jangan dibahas, kita pindah aja keatas"


Akupun memberikan instruksi. April dan kiki menurut dan kamipun segera pindah ke mushalla atas.


Aku lihat April masih kaget, sepertinya sosok yang april lihat sangat menakutkan.


Tapi aku gak berani nanya soal itu.


"Jangan lupa baca do'a sebelum tidur. Villa ini memang angker"


Kataku sedikit memberi nasihat.


"Kemaren aku juga ngobrol sama Mbak nita soal villa ini, dan dia bilang emang villa ini banyak hantunya. Mbak nita, Tia, dan mbak Atih juga sempet ditawarin sama ibu bos buat nempatin nih villa, tapi mereka gak ada yang mau."


"Pantesan aja mas Adi memilih tinggal sama ibunya di camar"


Kiki menambahkan. Mas Adi adalah anak ibu bos.


Malam ini kami biarkan ketakutan ini meredam, waktu terus berjalan dan rasa ngantuk terus menjalari mata. Akhirnya kami tertidur dalam suasana ketakutan yang luar biasa.


DAN


Keesokan harinya kami menceritakan kejadian semalam kepada Ibu Bos dan karyawan lain.


Ibu Bos menyangkal semuanya.


"Itu perasaan kalian saja, di Vila itu gak ada hantu ko"


Kata ibu Bos. Kami semua diam.


"Dulu sebelum kalian tinggal di Vila itu, Dirman sopir ibu pernah tinggal disana selama setahun, gak nyeritain apa apa kok sama ibu"


Pernyataan Ibu bos berbanding terbalik dengan Karyawan lain.


Contohnya mbak Nita, mbak Atih dan mbak Yanti.

__ADS_1


Tapi kami lupakan saja kejadian itu semua, mungkin itu tanda perkenalan mereka sama penghuni baru.


Ya kalo memang hantu itu ngajak berkenalan, gak usah lama lama ya kenalannya.


__ADS_2