
Semenjak fito memutuskan hubungan ini, jarang sekali aku memegang HP, aku tidak mau jika terus berandai andai kalau dia bakalan nelfon bilang kangenlah, aku nyesel lah, atau kata kata bokis lain yang membuatku cukup berharap.
Aku menyibukan diri dengan bekerja.
Pulang kerja, aku habiskan waktuku untuk beristirahat.
Setiap tanggal 20 aku mendapat gaji ditempat kerjaku, rencananya setelah mendapat gaji, aku bakalan pindah kosan. Aku mencari kosan baru dan suasana baru. Tinggal divilla hanya akan menyisakan kenangan terus menerus. Dan aku selalu ingat fito pernah menangis karena aku ketakutan di villa. Semua hal yang berkaitan dengannya tidak semudah itu aku lupakan.
Sebelum masuk tanggal 20 aku mencari kos kosan. Kosan yang aku temukan tidak ada yang cocok karena suasananya.
Hingga akhirnya aku menemukan sebuah kosan yang strategis. Tempatnya lumayan jauh dari villa, tapi dekat dengan kerjaanku. Dan akupun memutuskan memilih kosan ini.
Kosan warna biru dengan tiga lantai.
Kebetulan ada yang kosong di lantai tiga dengan pintu nomor 7.
Kosannya lumayan besar dengan kamar mandi di dalamnya.
Biaya perbulannya 800ribu. Tanpa fasilitas, harus ngisi token sendiri, tapi gapapalah kalau bisa membuat hatiku tenang, karena tujuanku memang untuk ini.
Setelah melihat sekeliling kosan, akupun deal buat boking kamar ini.
"Aku bayar sekarang ya bu, besok aku mulai angkut barang"
"Ohiya semoga betah yah"
Kata ibu kosnya dengan logat betawinya yang khas
"Iya bu"
Akupun langsung kembali ke villa. Aku menceritakan ke Kiki dan april kalo aku gak bakalan tinggal di villa ini lagi.
"Sorry ya ki, pril"
Kiki dan april mendecak kecewa
"Alasannya kenapa sih kel? cuman gara gara diputusin jadi pindah tempat gini
"Gapapa, aku cuman pengen nyari suasana baru aja"
"Kel, putus cinta itu udah biasa. Jangan pindahlah aku mohon"
__ADS_1
Kata kiki
"Ki, aku gak mau ingat fito lagi. Setiap masuk vila ini fito terus yang aku ingat"
"Tapi kan kell dia belum pernah kesini. Jadi apa yang harus kamu ingat dari dia?"
April bertanya heran.
"Kenangannya"
Jawabku.
"Yaudah kalau itu keputusanmu, semoga betah ya. Besok kita bantuin angkut barang"
"yaudah makasih yah"
Selain pamit sama kiki dan april, aku juga pamit sama ibu bos.
"Kenapa pindah? kan udah enak disana"
"Iya maaf bu"
"Di villa kamu gak bayar kosan, sedangkan kalo kamu kos kamu harus bayar kosan, belum makannya juga"
Dan akhirnya bosku juga tidak memaksa, dia pasrahkan semuanya kalau itu mauku.
Keesokan harinya akupun pindah kosan. Sesuai janjinya april dan kikipun membantuku mengangkut barang. Barangku memang tidak terlalu banyak, jadi gak terlalu cape juga
"Haduh kel, kenapa harus dilantai atas sih dapetnya. baru sekali naik aja udah pegal"
Kata kiki sambil berdiri di ujung tangga
"Cuman ini yang kosong ki"
Lalu kamipun mulai berbenah membereskan kosan. Aku menyapu, kiki ngepel dan april menata barang. Setelah semuanya selesai, april dan kikipun rebahan di atas kasur yang baru saja aku beli.
"Enak sih kosannya. Adem"
Kata kiki sambil melihat sudut demi sudut kosan.
"Iya tapi harus siap siap aja capek naik turun tangga"
__ADS_1
"Gapapa diet juga sambil olahraga"
Kamipun tertawa lepas.
Setelah dua jam lamanya kiki dan april rebahan. Akhirnya mereka pamit buat balik lagi ke vila.
"Makasih ya ki, pril, sampe ketemu besok di kerjaan"
"Iya sama sama, sorry ya gabisa nemenin tidur pertama disini. Semoga betah ya"
"Iya kel, dan jangan pindah pindah kosan lagi. Inget"
April menambahkan
"Hiya hiyaa"
Dan merekapun pulang.
Kosannya lumayan besar, masing masing lantai memiki 3 kamar.
Ada balkon buat sekedar nongkrong.
Aku coba mengamati pintu nomor 8 dan 9. Tidak ada orang disana.
Hanya ada jemuran dan rak sepatu saja diluar.
Mungkin mereka pada kerja. Pikirku.
Dan hari ini amat sangat melelahkan.
Dan akhirnya akupun tertidur sampai pagi menjelang.
Fikiran tentang fito memang masih menerawang dikepala.
Biasanya jam segini aku bangunin dia buat kerja. Pokoknya banyak sekali hal hal lain yang membuatku cukup kehilangan.
Awal awal putus memang kaya gini. Apalagi posisi cewe selalu paling tersakiti.
Diputusin pas lagi sayang sayangnya gimana rasanya coba?
Tapi yaudahlah, awal putus cinta memang cewek dulu yang sakit, tapi lama lama suka berbalik..
__ADS_1
Aku tidak mendo'akan. Hanya saja aku pernah berpengalaman soal ini.
Cieeee pengalaman haha