
Sejak pertengkaran itu, keintiman kami semakin renggang. Fito semakin minim kabar. Nelfon di tengah malampun memang jarang.
Entah harus berfikiran positif apalagi, sementara IG nya terus aktiv dan WA pun selalu online.
Wanita mana yang bisa menerima perlakuan seperti ini.
Akupun semakin fokus dengan pekerjaanku. Aku tidak mau pekerjaanku berantakan hanya karena masalah kemarin.
Dimatanya aku memang anak kecil yang selalu merengek minta kabar.
Kepedulianku, rasa rinduku tidak pernah dia gubris.
Sekarang dia sibuk dengan dunianya.
Aku selalu mencoba memahami apa yamg menjadi masalahnya selama ini. Tapi apakah dia tidak berfikir kalau ada seseorang yang sedang menunggu kabarnya?
Pagi itu, aku habiskan waktuku untuk bekerja. Pulang kerja aku sibukkan juga dengan bermain game dan membersihkan villa.
Jujur, hati ini mulai terkena tekanan rindu..
Rindu yang saaangat dalam..
Setelah berhari hari menahan rindu, akhirnya fito ada menghubungiku.
"Kemana aja sayang, ko baru ngabarin"
Tanyaku sumringah, seolah tidak terjadi apa apa.
"Maaf ya, aa kemaren kemaren sibuk"
"Gak sempet ngabarin aku ya sayang?"
Padahal kemaren aku lihat dia online sampai jam 2 malam. Tapi aku coba tahan.
"Maaf ya, oh ya lagi apa nih"
Dia mengalihkan, seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan. Aku tidak mau terus menekan. Apapun yang terjadi dengan hubungan ini aku pasrahkan semua padanya.
"Aku lagi duduk aja nih"
"Oh ya main mobile legend yu, udah lama gak mabar. Bentar lagi turun seasons lohh"
"Gak ah, aku lagi gak mood sayang"
Sebenarnya aku menolak maen game karena memang aku kangen pengen ngobrol, pengen tau kemana aja dia selama ini sampe lupa ngasih kabar.
Ada kabarpun hanya seperti itu saja.
Tidak menjelaskan dia kemana apalagi meminta maaf.
Aku benar benar sudah merasa tidak dihargai.
Dan akhirnya diapun pamit main mobile legend sendiri.
Jujur sakit sih dikaya giniin. Fito yang aku kenal sangat berbeda dengan yang sekarang.
...*****...
Masih di pertengahan mei, tapi tiada hari tanpa hujan.
Sinyalpun mendadak hilang, aku coba mencari sinyal tapi tidak ada sinyal yang masuk.
Malam ini aku biarkan saja HP ku mati, walaupun tanpa kabar dari fito.
Keesokan harinya, aku langsung siap siap kerja.
Pesanan hari ini memang cukup banyak. Aku tidak ada waktu untuk bermain Handphone. dan sampe di jam 11 siang, ada pesan baru masuk dan itu dari fito.
__ADS_1
"Masih di kerjaan?"
"Iya, kenapa?"
"Yaudah nanti pulang kerja aku mau nelfon ya"
"Iya sayang"
Akhirnya fitopun ada nelfon.
Kerjaku jadi semangat sekarang.
Sampe kiki dan aprilpun merasa heran. Rasanya pengen banget cepet cepet pulang, jujur aku kangen bangeet pengen denger suara fito.
Dan akhirnya jam 12 pun tiba, waktunya pulang........
Tiba di villa, aku tak lupa makan, mandi dan mengabari fito kalau aku sudah pulang. Katanya tunggu sekitar 10 menit lagi. Yaudah aku pakai 10 menit itu buat rendem pakaian.
Dan benar saja HP ku bunyi, Fito nelfon.
"Hayy"
"Hay sayang, aku kangen banget"
Kataku dengan nada manja. Lalu dia tersenyum kecil.
"Lagi apa?"
"Neng baru selesai mandi, terus makan. Aa udah makan?"
"Udah ko. Oh ya aku mau ngomong"
"Apatuh sayang?"
"Maaf ya hubungan kita sampai sini"
"Kenapa? alasannya kenapa?"
"Aku gak mau nyakitin kamu terus menerus. Aku juga gak tau kapan bisa ketemu sama mu"
"Kamu janji untuk menemuiku pas aku ulang tahun belum kamu tepati, kamu janji menemuiku pas tahun baru gak kamu tepati juga, dan aku masih memaafkanmu sampai sekarang. Tapi kenapa kamu tega memutuskan hubungan ini?"
"Ini salah satu alasan kenapa aku minta putus"
"Apa kamu tidak menghargai penantianku selama ini?"
"Bukan tidak menghargai, tapi aku juga gatau kapan bisa menemuimu. Aku minta maaf"
"Bukannya dari dulu kita sudah berkomitmen untuk selalu sabar?"
Aku coba mengingatkan lagi soal itu.
"Yah aku tau. Tapi mau gimana lagi"
Fito diam. Hatiku terus bertanya kenapa, kenapa dan kenapa.
"Kalau masalah ini saja kamu minta putus, lantas masalah besarpun kamu pasti tidak akan sanggup melewatinya"
"Maksudnya?"
"Ah sudahlah.....!!"
"Soal orangtuaku?"
Fito menebak. Dan akupun mengangguk.
"Orangtuaku tetap tidak merestui hubungan ini"
__ADS_1
"Yah aku sadar aku siapa"
Aku coba menahan rasa sesak di dadaku.
Dan aku coba tahan air mataku yang rasanya sudah tak tahan ingin keluar.
Dan memang benar, sulit untuk ditahan.
Ah kenapa sih air mata selalu jujur.
"Aku minta maaf, aku bukan laki laki yang baik buatmu"
Aku diam. Selama ini memang kami minim kabar, aku kira kami memang disibukkan dengan pekerjaan. Tapi ada hal lain yang mungkin tidak bisa dia ungkapkan.
Aku tidak bisa menekan dan menintrogasi kenapa harus putus, alasannya kenapa, karena menurutku saat seseorang sudah memutuskan hubungan berarti sudah tidak ada cinta dalam hatinya.
"Yaudah kalau itu keputusanmu aku terima. Aku minta maaf kalau aku ada salah"
Dan hari ini kami sudah tidak ada hubungan apa apa.
Aku juga selalu introspeksi tentang hubungan ini, mungkin karena orangtuanya yang tidak merestui jadi dia lebih merelakan hubungan ini berakhir.
Aku coba terima semuanya walaupun hati ini sakit. Tadinya aku semangat saat dia bilang mau nelfon, aku kira dia bakalan bilang kangen dan hal hal lain yang membuat hati ini senang. Tapi yang dia katakan sangat jauh dari dugaan.
Akupun langsung mengganti nama kontaknya, yang tadinya "Sayangku" aku ganti menjadi "Fito".
Aku juga end chatt semua pesan lama yang tidak pernah aku hapus, tujuanku kalau aku merindukannya, aku selalu baca ulang chattnya.
Aku juga langsung menghapus semua foto yang berkaitan dengannya.
Tetapi ada satu barang yang masih aku jaga dengan baik yaitu boneka yang dia berikan waktu aku ulang tahun.
Aku pandangi boneka itu, aku sentuh dan kemudian aku peluk.
Aku menangis membenamkan mataku di boneka itu.
Walaupun aku dan fito belum pernah bertemu, tapi aku merasakan kehilangan yang luar biasa, rasa sakit karena dia putuskan tentulah amat dalam.
Tapi aku coba menahan diri dan cukup meluapkan semuanya lewat tangisan.
Dan hubungan kamipun ternyata berjalan 9 bulan lamanya.
Dari bulan Agustus sampai Mei.
Sulit memang menerima kejujuran pahit ini.
Perhatian kemarin
Kasih sayang yang dia beri
Tidak ada artinya saat hati ini tersakiti.
9 bulan menjalin hubungan tanpa pertemuan tidaklah mudah.
Tapi sangat mudah saat dia mengakhiri semua ini.
Hanya satu kata "putus", bisa membuat semuanya hancur.
Harapan yang kami bina, sudah pupus dengan semua keputusannya.
Kesabaran yang aku rasakan, sudah tercoret dengan rasa kecewa.
Bukan tidak menerima keputusan, tapi lebih besar rasa kecewaku..
Ah sudahlah, tiada guna menyesali apa yang sudah terjadi.
Anggap saja kejadian kemarin adalah pelajaran.
__ADS_1
Dan biarkan malam ini aku cukup kecewa dalam diam..