
Semenjak mengetahui rahasia cinta yang tidak direstui. Aku malas membahas soal itu lagi. Sekarang ada dua pembahasan yang membuat hubungan ini sensitif, yaitu pertemuan dan restu orangtua.
Jalani apa yang seharusnya dijalani.
Demi keamanan dan kenyamanan hubungan.
Oh ya guys, aku lupa kalau aku belum menceritakan soal ini.
Kita flashback dulu yah..
Cekidooot.... ------>
Awal oktober 2019
Bulan itu adalah bulan kelahiran Fito.
Fito berulang tahun pada tanggal 10.
Aku juga ingat, bulan oktober adalah gaji pertamaku.
Malam hari setelah pulang kerja, aku menyusuri kota bintaro dan mencari toko pakaian. Tetapi tidak ada yang buka, karena memang sudah malam juga. Jadi terpaksa aku pulang lagi ke villa
"Sayang, neng mau beliin kaos nih sama kemeja buat aa"
"Memangnya neng ada uang?"
"Kan neng habis gajian"
"Gausahlah sayang, mendingan neng pake aja dulu uang itu buat biaya neng disana"
"Gapapa ko sayang, oh ya headshet yang aa pake buat telfonan juga udah rusak kan?"
Setahuku Headshet yang fito pakai setiap telfonan yang satunya sudah tidak berfungsi.
"Iya memang gak nyala yang satunya"
"Yaudah, nanti neng sekalian beliin baju dan headshet buat aa yah"
"Makasih ya sayang. Oh ya boleh aa tanya gak?"
"Apa sayang?"
"Ko beliin aa baju sayang?"
Akupun tersenyum kecil
"Tanggal 10 kan aa ulang tahun?"
"Neng masih ingat kah aa ulang tahun tanggal 10? padahal aa baru satu kali bilang itu"
"Neng ingat ko sayang"
"Ya ampun neng, makasih banyak ya sayang. Neng perhatian banget sama aa"
"Gapapa ko sayang, lagian neng juga udah kerja kan sekarang"
Fito tersenyum kecil. Sampai sekarang senyuman itu selalu membekas di hati dan pikiranku.
Keesokan harinya aku minta antar kiki dan april buat beli baju. Kalau jalan sendiri aku takut soalnya pulang kerja memang malam terus sekarang.
Dan sampailah kami pada satu toko baju.
Baju di toko ini memang bagus bagus semua. Dan kayaknya ada satu baju yang cocok banget buat fito. Aku fotoin bajunya
"Aa suka ga baju ini?"
"Wah itu bagus sayang. Kalau bisa ukuran bajunya yang agak gede yang sayang?"
"Apatuh? L, XL apa XXL?"
"XL aja ya sayang"
__ADS_1
Dan akupun membeli baju berwarna hijau tosca dengan 3 kancing di depannya. Satulagi kemeja tangan panjang berwarna abu abu. Selesai membeli baju, aku, april dan kikipun langsung balik ke vila.
"Aa neng udah beli bajunya loh"
"Boleh aa lihat"
"Ini sayang bajunya"
Aku melihatkan bajunya ke fito, dan fito memujinya.
"Waah bagus banget sayang. Makasih ya sayang"
"Iya sayangku, oh ya sayang headshetnya neng lupa beli. Besok aja ya sayang sekalian aa kirimin alamat disana"
"Iya sayang"
Sebenarnya ada kebahagiaan tersendiri saat aku memberi hadiah ini ke Fito. Selain karena dia berulang tahun, hadiah ini juga adalah tanda terima kasihku buat dia. Karena selama ini dia jugalah yang selalu mendukung dan memberi semangat saat lelahnya menjalani aktivitas kerja.
Semua barang yang aku janjikan sudah komplit. 1 Headshet 1 kaos dan 1 kemeja. Aku kemas semuanya kedalam satu kotak dan aku langsung membungkusnya. Tidak lupa juga aku mencatat alamat tempatnya bekerja.
Waktu itu, aku sengaja menyimpan sebuah surat di dalam kado itu. Kira kira isinya begini :
*****
Menanti waktunya, menakar ruangnya. Telah bersemi diantara pikuknya harapan. Dalam diam, engkau telah menjawab semuanya.
Aku terpekur takzim..
Pada hati yang bisu penuh arti.
Aku luluh karena tak pernah kau gambarkan keindahan pelangi. Tapi dekapan senyum dan sergapan tatapmu, menjelaskan dan menuntaskan semuanya..
Aku mencintaimu..
Saat dimana rasamu adalah rasaku
*****
Sebenarnya banyak yang tidak fito tau saat aku akan mengirim paket. Aku belum paham betul daerah sini, aku coba berjalan kaki mencari kantor pos. Sepanjang jalan kakiku terasa pegal dan wajahku berkeringat. Apalagi siang hari tangerang panasnya bukan main. Tapi aku terus mencari kantor pos dengan tujuan supaya paketnya cepat tiba.
Akhirnya aku sudah menemukan kantor pos.
"Buat dikirim kemana mbak?"
Tanya seorang pegawai kantor pos
"Buat dikirim ke kalimantan"
"Oh bisa disebutkan alamat jelasnya?"
Akupun menyebutkan secara detail alamatnya.
"Oke mbak, biayanya sebesar 35ribu. Isinya itu 2 baju dan 1 headshet ya mbak"
"Iya betul mas"
"Baik ini struknya. Paketnya tiba paling lama 1 minggu ya"
"Oh ya, makasih ya mas"
"Sama sama"
Haaaaa, selesai dan akupun pulang..
Pulang dari kantor pos akupun memutuskan naik angkot. Karena lumayan jaraknya cukup jauh.
"Aa sudah neng kirim ya paketnya. Aa tinggal nunggu aja"
"Iya sayang, makasih banyak ya. Itu kenapa mukanya merah"
"Oh gapapa ko sayang"
__ADS_1
Kalau boleh jujur karena habis kepanasan karena mencari kantor pos.
"Jangan bohong deh, itu kenapa wajahnya merah gitu?"
"Ya maklum lah sayang kena panas"
"Ya ampun neng, kenapa sih gak nanti aja nunggu sore"
"Takut keburu tutup sayang kantor posnya"
"Yaudah neng istirahat dulu ya sayang. Kerjaan aa belum kelar. Nanti malam kita lanjut telfonan"
"Iya sayang. Love you"
Dan aku pun istirahat.
Oh ya guys, semua cerita yang aku kemas disini adalah cerita real alias kisah nyata. Gak ada yang aku tambah tambahin, ini semua sesuai dengan kisah yang kami jalani.
Ambil yang baik dalam kisah ini yah, dan injak saja yang buruknya gapapa ko hehhe...
Jangan lupa juga mampir ke kaskusku ya, dan baca setiap bagian demi bagian ceritanya..
OKE LANJUT -------->
Seminggu kemudian paketpun tiba di kalimantan. Fito langsung mengabariku. Dia bahagia menerima kado dariku yang tak seberapa itu. Dia langsung mencobanya. Tapi sayang kemejanya kekecilan.
"Sayang kemejanya kekecilan"
"Yaa, ga kepake dong"
Aku mendecak kecewa.
"Gapapa ko sayang, makasih banyak yah"
"Maaf ya sayang kalau hadiah dari neng kekecilan. Neng kan belum tau badan aa segimana"
"Gapapa sayang. Kemejanya tetep aa pake nanti pas aa kurusan"
"Huss, gaboleh gitu. Daripada mubazir kasihin aja ke adek aa"
"Iya gampang sayang"
Ada rasa bahagia yang tak terhingga saat aku memberikan hadiah itu ke fito.
Tapi aku merasa cemburu dengan baju itu. Why?
Baju itu cukup beruntung, dalam waktu seminggu sudah bisa bertemu dengan fito. Dicium, dipegang dan dipakainya..
Sedangkan aku, menyentuhnya saja butuh kesabaran dan penantian yang cukup lama.
Tapi gapapa, gak ada habisnya kalau aku terus mikir kesana, yang terpenting barang yang aku beri setidaknya bisa memberikan kehangatan untuknya..
"Ohya sayang, ada surat loh di bajunya. Coba aa baca deh"
"Wah masaa"
Lalu fitopun mulai mencari surat yang dimaksud. Lalu dia menemukan surat itu dan kemudian membacanya. Aku lihat matanya sedikit berkaca kaca.
"Makasih banyak ya sayang, baru kali ini aa ngerasain suatu hal yang sangat luat biasa. Aa bahagia miliki neng"
"Neng juga bahagia dapat cowo sebaik aa"
"Surat ini gak bakalan aa kemana manain. Surat ini bakalan aa simpan di dompet"
Fito melipat surat itu dan memasukannya ke dompet.
Semoga saja surat itu menjadi saksi betapa aku sangat mencintainya, surat itu juga akan menjadi bukti pernah ada namaku dihatinya.
Dan kita lanjut lagi ke part selanjutnya ya..
Come on ........
__ADS_1