PINTU NO.7

PINTU NO.7
Eps. 3 - Aku sayang kamu!


__ADS_3

Ada rasa senang yang tidak bisa diungkapkan setelah mengenal Fito. Setiap hari bahkan jam dia rutin memberiku kabar.


Aku bagaikan terkena candu.


Otakku selalu dihantui senyum di bibir tipisnya.


Ada semacam getaran di dalam hati saat dia mulai membanyoliku dengan candaannya yang khas.


Walaupun kenal belum cukup lama, aku merasa ada yang hilang walaupun hanya ditinggal bekerja ataupun tidur.


Hari hari yang aku lalui bersamanya mungkin belum terkesan manis.


Tapi setidaknya aku bisa memberikan waktuku walau hanya sekedar menemani dia makan, ngerokok dan juga tidur.


Jujur sih, baru kali ini aku ngerasain power semacam ini.


"Hay kelly"


Fito menyapaku dengan senyuman yang lebar.


"Ya hay juga"


Aku tersenyum kecil, rupanya vibes ku sampai ke hatinya.


"Kamu lagi apa?"


"Aku lagi duduk aja dikursi. Baru aja selesai makan. Kamu sudah makan?"


Sejauh ini memang yang kami tanyakan lagi apa, sudah makan apa belum, dan pertanyaan kecil lainnya.


"Nih lagi mau makan"


Dia mengeluarkan nasi bungkus, bungkusan yang sama tapi mungkin lauknya beda dengan kemarin.


"Yaudah makan dulu, nanti keburu jam dua loh"


"Jam 2 masih lama. Baru aja jam 12"


"Istirahatnya lumayan lama ya sampe dua jam"


"Iya lumayan lah. Biasanya 1 jam aku pake buat istirahat, dan 1 jam lagi aku pake buat tidur"


Fito membuka nasi bungkusnya. Lalu dia ambil sendok dan mengaduk makanannya.


"Makan sama apa itu?"


"Nih, aku makan sama nasi padang"


"Orang padang ga bosen apa makannya sama nasi padang mulu?"


"Hehe enggak lah, apalagi rendang aku suka banget. Kamu mau?"


Fito memotong rendangnya dan mengarahkan rendang itu ke kamera.


"Nih, buka mulutnya"


"Apaan sih"


Aku menutup mulutku.


"Ngapain mulutnya ditutup. Aku pengen suapan pertamanya ke kamu"


"Makasih sebelumnya. Tapi kan ga mungkin nyampe, yang ada kameranya nanti kotor"


Fito pun tertawa dan rendang itu dimakannya.


"Oh ya, kemaren kamu kirim video ya sama aku. Itu tempat kerjamu?"


"Iya itu tempat kerjaku. Aku kerja di pedalaman sawit"


"Hooo, kalau malam gak takut hantu?"


"Hantu sih udah gak aneh. Jadi temenku sehari hari"


Aku nyengir dan mulai merinding.


"Cerita dong aku pengen denger"


"Waktu itu aku kan pulang kerja"

__ADS_1


Fito mengambil tisue dan mengelap mulutnya. lalu kemudian melanjutkan.


"Udah gitu ada badan tinggi besar, berbulu, matanya merah, berdiri di dekat pohon sawit"


"Hiiiii, terus terus...."


"Yaudah gitu aja. Aku gak kaget, gak lari juga"


"Berani amat. Itu genderewo kali"


"Iya kali. Terus ada lolipop juga"


"Poc poc bukan?"


"Apaan tuh poc poc?"


Fito bingung


"Ituloh pocong"


"Ohh iya tuh pocong. Aku ketemu pocong itu di pertigaan waktu habis pulang beli minuman sama temenku"


Aku memang penakut. Denger ceritanya aja udah merinding apalagi melihatnya.


Jangan sampe dehhh!


Kamipun terlarut dalam obrolan seputar dunia hantu. Seneng sih bisa seintim ini sama dia. Orang yang dulu aku keselin karena nelfon terus, sekarang jadi partner ngobrol yang menyenangkan.


Aku mendengarkan caranya berbicara, aku juga melihat cara dia makan. Aku banyak menanyakan tentang kota padang, bahasanya, dan dia juga mengajakku bercanda dengan bahasa padang, aku balas lagi dengan bahasa sunda.


Dan kamipun tertawa karena memang tidak paham dengan bahasa masing masing.


Sebenernya sih pembahasannya gak jauh dari kemaren, masih gini gini aja. Monoton.


"Boleh nanya gak?"


"Apa"


"Umurmu berapa kell?"


"Aku 22, kamu?"


"Aku 28"


Aku menebak.


"Kamu mau gak panggil aku aa"


Aa adalah panggilan untuk kakak laki laki di sunda.


"Hah? ko aa?"


"Iya, kenapa ko kaget gitu?"


"Ya kaget aja, orang padang mau dipanggil aa, kenapa enggak uda aja"


"Enggak ah, aku maunya Aa gamau uda"


"Yaudah"


Akupun sedikit tertawa.


"Isssh malah ketawa terus"


"Haha, lucu aja.


Yaudah aku panggil kamu Aa ya sekarang, karena kamu juga kan lebih tua dariku"


"Setua itu kah aku?"


Akupun masih ketawa cekikikan


"Kamu mau dipanggil apa samaku?"


Dia nanya lagi.


"Apa aja deh, aku sih terserah kamu enaknya mau manggil apa"


"Aku panggil kamu neng ya"

__ADS_1


"isssh kenapa ko minta panggilan di sunda semua"


"Udah pokoknya sekarang kamu manggil aku Aa, dan aku manggil kamu Neng ya. Gaboleh di ganggu gugat"


Fito mulai ngotot dengan panggilan barunya.


"Ohiya, ko masih nanya aja soal umur?"


Tanyaku heran.


"Iya kan aa belum lihat KTP neng, jadi aa gatau umur neng berapa"


"Neng kelahiran 96 "


"Hiya neng lebih muda dari aa"


Sebenernya aku masih bertanya tanya, dari kemaren fito bilang ada sesuatu yang mau dia omongin.


Sampai sekarang belum tau juga apa sesuatu itu


Aku ngebatin dalam hati. Dia kemudian menjawab apa yang ada dalam hatiku, seperti ada kontak batin.


"Jadi gini neng ada sesuatu yang mau aa omongin sama neng"


"Apa tuh?"


"Aa sayang sama neng"


"Lah ko bisa?"


Sedikit kaget, karena memang kaget


"Iya gatau kenapa pokoknya aa ngerasa nyaman aja sama neng"


"Kita kan belum pernah ketemu?"


"itu ga penting. Intinya aku sayang sama kamu, aku nyaman sama kamu dan aku mau kamu jadi cewekku, apa kamu mau?"


"Sebelum aku jawab apa boleh aku tanya kamu dulu?"


"boleh lah, ayo mau tanya apa?"


"Agak aneh aja sih, kenapa ko secepat itu bilang sayang"


"Denger ya sayang, cinta itu tidak ada batasan jarak, umur dan status. cinta itu hak semua orang, dan semua orang juga mempunyai hak kepada siapa dia akan memberikan cintanya"


Aku diam, mendengarkan apa yang dia bicarakan. Layaknya motivator, lalu dia melanjutkan


"Aku tau ko pasti kamu bertanya tanya kenapa, mengapa, ko bisa. Tapi akulah yg merasakan semuanya. Sebelum aku mengenalimu, aku sering stalking semua fotomu, storymu, aku juga tau kebiasaanmu yang suka karaoke, dugem dan kebiasaan lainnya. Dalam hatiku bertanya, wanita ini sepertinya baik, dan aku bakalan merubah semua kebiasaan buruknya menjadi lebih baik. Itulah yang mendorongku ingin lebih dekat denganmu. Dan sejauh ini memang kamu itu ngangenin"


Aku tersenyum lepas dengan mata yang sedikit berkaca kaca, wanita memang mudah terbawa perasaan.


"Dan sekarang yang aa mau kita jalani hubungan ini dengan serius. Walaupun kita belum pernah ketemu. Kalau Tuhan mengizinkan, kita pasti bakalan ketemu. Yang penting kita jalani hubungan ini. Kamu mau kan jadi cewekku?"


Lalu akupun menganggukan kepalaku pelan, dibarengi dengan sebuah senyuman.


Dia juga tersenyum lepas sambil mencium keningku dari jauh.


"Seneng ga?"


dia nanya dengan suara yang penuh kelembutan


"Seneng banget"


"makasih ya sayang, mulai sekarang kita jadian. Dan jangan lupa juga panggil aku aa"


"Iya aa sayang"


Dan obrolan pun ditutup karena Fito pamit tidur. Seperti biasa, dia tidak mau mematikan telfonnya. Dan akupun menuruti apa maunya.


Sejauh ini memang nyaman sih kalau ngobrol sama dia. Dia gak ada nelfon pun seperti ada yang hilang.


Jika ditanya ingin apa aku sekarang?


Aku hanya ingin bahagia menjalani hidup yang semestinya.


Berhenti over thinking di malam hari, dan berhenti insecure tentang masa depan. Aku cukup berharap dalam do'a semoga hidupku baik baik saja.


I PROMISE, ONE DAY I WILL BE HAPPY...

__ADS_1


DAN.....


Hubungan ini aku pasrahkan semuanya kepada tuhan. Biar tuhan yang mengatur semuanya.


__ADS_2