
Sore hari di pertengahan Agustus. Udara cukup dingin dan langitpun mulai mendung, sepertinya sore ini akan turun hujan.
Dan benar saja, sore ini hujan turun cukup deras.
Aku langsung menutup jendela dan pintu kamar, soalnya kalau gak ditutup cipratan air hujan suka masuk dan membasahi kasur.
Aku langsung buat teh hangat, kebetulan ada roti juga.
Hemm, menambah aroma dan rasa nikmat sore ini.
Ceilehhh.......
Setiap jam bahkan menit aku selalu mengecek email, tidak lupa mencari info loker juga. Berharap dan selalu berharap semoga saja ada keberuntungan kali ini.
Seruputan teh pertama lumayan menghangatkan tubuh ini, hujan turun semakin deras sampai menghasilkan bunyi yang lumayan bising di telinga.
Kayaknya enak nih sambil musikan.
Akupun memutar musik yang secara otomatis disambungkan ke blootooth.
Lagu yang aku putar sore ini lagunya dewa19 kangen.
Pelan pelan aku ikuti lagu itu..
Kuterima suratmu tlah ku baca
Dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu akan hadirnya diriku
Di dalam hari harimu bersama lagi....
Kau bertanya padaku kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa melawan gejolak di dalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti
Saat bersama dirimu...
Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya
Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang
Melepas semua kerinduan
Yang terpendam.......
Wow, lagunya enak sekali epribadiiih..
Dan gak butuh waktu lama, ada orang buka pintu. Itu joko.
"Kel mau ikut ujan ujanan gak?"
Kepalanya nongol di balik pintu kamar.
"Hah? Ujan ujanan?"
"Iya ayolah"
"Dih kaya anak kecil. Engga ah, takut sakit gua"
"Gak bakalan, ayolah kita ujan ujanan bareng"
Joko memaksa.
"Siapa aja emang?"
"Biasalah..... anak 4"
"Emang untungnya apa sih ujan ujanan?"
"Udah ayok sini ikut sekalian kita pel balkon"
"Kalo gue sakit tanggung jawab yah"
"Udah tenang....."
Akupun tertarik juga dengan tawaran joko. Gapapa sih udah lama juga gak pernah ujan ujanan. Akupun langsung mengganti pakaian, pas keluar yudi, ojak, dede dan joko lagi asik main perosotan di lantai. Aku ketawa geli.
"Astaga, kaya anak kecil sumpah"
"Seru tau sini"
Aku masih berdiri di depan pintu. Melihat kelakuan konyol mereka. Lalu akupun berkacak pinggang.
"Jadi tujuan kalian hujan hujanan ini cuman buat main perosotan?"
"Iya mamah"
Jawab ojak geli.
Hujan semakin deras, balkon lantai 3 memang dipenuhi gendangan air. Aku di tarik sama ojak buat ikutan perosotan di lantai. Jujur aku pernah melakukan aksi konyol ini 15 tahun lalu.
Ojak melakukan perosotan yang cukup kencang sampai berhenti di ujung tembok.
Akupun duduk dan mengepalkan kedua betisku. Lalu punggungku di dorong sama dede.
Kaya maen skateboard hahaa....
__ADS_1
Ko bisa ya aku tertarik sama kelakuan mereka?
"Jadi ini yang lu maksud ngepel balkon ko?"
Kataku
"Iya ini, di pel pake betis"
Kami semua tertawa lebar. Sore ini cukup menyenangkan memang. Setelah 1 jam lamanya kita menikmati perosotan, hujanpun mulai reda. Kami balik ke kamar masing masing.
Segera aku mandi dan ganti baju. Setelah itu aku langsung ke kamar yudi.
"Yud, bagi kopilah"
"Tuh ada, seduh aja"
"Sekalian gue bikinin"
Ojak teriak dikamarnya.
"Kalo soal makanan denger mulu dia"
Kata yudi mencibir pelan. Akupun langsung membuka 2 bungkus kopi sachetan dan menuang air panas di dalam dispenser.
"Kel, gue boleh nanya gak?"
Tanya yudi
"Paan?"
Kataku dengan menyeruput kopi
"Lu jadian yah sama si marcel?"
"Ya ampuun, enggak"
"Jangan bohong"
"Astaga enggak"
"Jujur"
"Demi Tuhan enggak"
"Yakin?"
"Gue udah sumpah, emang kenapa sih?"
"Ya gapapa, belakangan ini gue perhatiin lu barengan mulu sama dia"
"Yah emang ada yang aneh kalo gue barengan terus sama dia? Marcel sama aja ko kaya lu lu pada"
"Bedanya marcel special dan kita kita original gitu yah"
"Emangnya martabak"
"Minggu depan kita mau pada liburan ke ujung genteng. Lu ikut gak?"
"Gak. Gak punya dana gua"
"Yaelah, dugem bareng, jalan bareng, ngopi bareng, emangnya pernah dimintain duit?"
Akupun nyengir lebar. Tiba tiba ojak datang.
"Mana kopi gue?"
Kata ojak dengan mengelap rambutnya menggunakan handuk.
"Tuh, lu kopi item aja, gue yang cappucino"
"Tambah item dong gua"
"Jiah, baru nyadar ya"
Yudi mencibir.
Kebersamaan kami terpotong karena suara adzan magrib. Kami bubar ke kosan masing masing.
"Thanks ya kopinya"
Kataku sambil berlalu pergi........
...*****...
Malam itu marcel ada nelpon, dia bilang mau kekosanku hari ini. Akupun mengizinkan.
Aku coba keluar kamar apakah anak 4 itu ada, dan rupanya kamar mereka masih tertutup rapat.
Berarti malam ini aku memang sendirian di kosan. Tapi untunglah marcel kesini.
20 menit kemudian marcel datang, malam ini marcel mengenakan kaos berwarna merah dan celana pendek hitam. Jujur sih baru kali ini aku lihat marcel pake kaos, biasanya marcel pake kemeja terus.
"Pada kemana mereka?"
Tanya marcel dengan membuka helmnya.
"Gak tau tuh, sepi gak ada mereka"
Kataku dengan melirik pintu kamar 8 dan 9.
"Nih aku bawain makanan buat kamu"
"Wah, thanks ya cel"
"Sama sama"
__ADS_1
Akupun menyimpan plastik isi makanan itu di dekat tembok balkon.
"Malam ini tumben dingin"
Kata marcel
"Iya kan tadi sore habis ujan cel. Deras banget lagi hujannya"
"Iya, tanah kusir juga sama kok hujan"
Katanya dengan tersenyum kecil.
"Dimakan dong makanannya"
"He, iya cel kalem aja. Masih kenyang nih"
"Oh yaudah buat malem aja makanannya"
Akupun mengangguk.
"Kel ada yang mau aku omongin..."
"Apa tuh?"
"Aku suka sama kamu?"
Jujur, aku gak kaget. Tapi lebih ke biasa biasa aja. Aku malas denger kata seperti ini lagi.
"Lah, kok bisa?"
"Iya aku suka sama kamu kel, emang aneh ya?"
"Ohh, yaudah kalo suka, makasih yah. Gak ko gak ada yang aneh"
"Loh loh, aku sayang sama kamu"
Marcel mulai merubah posisi duduknya. Dia menatap mataku pelan.
"Sayang sebagai apa?"
"Pokoknya bukan sebagai temen, bukan juga sebagai temen deket"
Aku kernyitkan dahi dan menaikkan alis kananku.
"Maksudnya?"
"Iya mau gak kita jalani hubungan ini?"
Akupun tersenyum kecil dan menunduk.
"Gimana? mau?"
"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu cel. Jujur untuk saat ini aku masih trauma"
"Trauma kenapa?"
"Dulu memang aku sempat punya pacar, tapi diputusin pas lagi sayang sayangnya. Sakit banget dan belum sembuh sampe sekarang"
"Apa kamu gak ngasih aku kesempatan buat nyembuhin luka itu?"
Akupun diam. Ada ambisi di matanya.
"Apa cuman gara gara kamu disakitin sama satu cowok kamu jadi mati rasa sama cowok lain?"
"Bukan begitu cel, aku gak mau kecewa lagi. Aku gak mau tumbuh luka baru"
"Jangan sugesti dulu kel. Ingat gak semua laki laki sama"
"Yah aku tau"
"Terus apa yang membuat kamu harus menyendiri terus?"
"Ingin berusaha memperbaiki diri dulu cel. Masih banyak yang kurang dalam diriku"
"Apa tidak boleh aku ikut berusaha memperbaiki dirimu? dan kamu juga memperbaiki diriku? kita gak sempurna"
"Ya aku tau cel"
"Jadi kamu gak mau kita jalani hubungan ini?"
"Kita berteman aja ya cel. Kamu tetep special ko"
Marcelpun tersenyum.
"Yaudah gak papa. Yang penting aku sudah jujur kalau aku sayang sama kamu"
"Terima kasih banyak kamu sudah sayang sama aku. Terima kasih atas perhatiannya juga. Aku gak pernah lupain kebaikan kamu. Dan aku harap jangan gara gara masalah ini kamu jadi marah sama aku"
"Aku bukan anak kecil ko. Ini sudah menjadi konsekuensi dalam menjalin hubungan. Berani jatuh cinta, berani juga jatuh sakit"
"Aku minta maaf, aku memang pengecut. Aku gak berani jatuh cinta lagi"
"Gak papa kok kel. Yaudah makan dulu makanannya, keburu dingin gak enak"
Marcel membuka plastik makanan itu. Aku menatap pelan mata marcel. Maafkan aku ya cel sudah mematahkan bunga mawar yang mulai tumbuh, maafkan aku sudah membuat hatimu kecewa.
Tapi lebih baik aku memberi keputusan dati sekarang daripada nanti.
Jujur, kecewa karena ditinggal fito masih saja membekas. Aku tidak pernah tau mengapa bisa seperti ini. Padahal bertemu saja aku belum pernah. Menjalin hubungan pun hanya 9 bulan.
Tapi kenapa luka yang fito beri masih saja menganga.
Apa karena aku masih penasaran dengan sosok aslinya?
Entahlah, yang jelas aku sudah tidak cinta lagi sama fito.
__ADS_1
Harapan untuk bertemu pun sudah tidak ada..
Tapi efek dari itu semua, masih membekas sampai sekarang.