PINTU NO.7

PINTU NO.7
Eps. 5 - Salah paham


__ADS_3

Sejauh ini hubungan asmaraku dengan fito baik baik saja. Yaa masih hangat hangat kue lapis wkwkwk....


Belum ada masalah yang membuat kami harus cemburu, marahan dan percikan percikan lainnya. Kebanyakan sih lebih ke kangen aja.


Kami harus sabar menahan rindu, gak boleh iri kalo liat temen ketemu pacarnya, harus saling percaya dan juga setia.


Tapi waktu itu ada satu kejadian yang membuat fito cukup marah.


Malam itu fito bilang ada lembur di tempat kerjanya, dan akupun pamit main ke kosan temenku. Fito mengizinkan dan akupun berangkat.


"Mau makan apa kel, aku beliin nih"


tanya temenku Doni. aku kenal dia cukup lama, aku main ke kosannya sekalian ngobrol soal lowongan pekerjaan.


"Gausah don masih kenyang. Oh ya don masih kerja di PT. S*nbe?"


"Masih kel, nanti bulan depan buka loker tuh S*nbe kel, masukin aja lamarannya"


"Iya don. Aku juga udah masukin lamaran ke PT. Roh*o, Indofo*d, tapi belum ada yang nyantol satupun"


"Yaudah yang sabar, nanti juga bakalan ada yang ngena ko"


Doni memberikan semangat.


"Siapa cowok kamu sekarang?"


Doni mengalihkan pembicaraan.


"Cowokku orang jauh don"


"Wah, dimana tuh?"


Doni penasaran


"Kalimantan"


"Gilaa, jauh banget kell. Kenal dari mana?"


"Biasalah kenal lewat dunia virtual haha"


"Udah ketemu belum sama dia?"


Doni tanya lagi. Kali ini dia mengambil rokok sebatang lalu kemudian menghisapnya.


"Belum sih"


"Gimana caranya itu pacaran tapi belum pernah ketemu?"


Doni mengeluarkan asap rokok dimulutnya.


"Yagitulah, panjang ceritanya"


"Yaudah deh semoga langgeng, dan semoga cepet juga dapat kerja"


Doni mendo'akan.


"Kalo cewek kamu orang mana sekarang?"


Tanyaku


"Haha aku baru aja putus kel"


"Sama yang kemaren itu? yang pake kerudung?"


"Hiyaaa"


"Kok bisa putus? kenapa?"


"Dia ketauan selingkuh"


"Waduh? parah bener ya tuh cewek"

__ADS_1


Kataku ikut kesal


"Yaudah sih gapapa, justru aku bersyukur, berarti dia bukan yang terbaik"


Doni mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Kami terlarut dalam obrolan seputar masalalunya dan pekerjaan.


Dan memang udah lama juga kita gak ketemu jadi banyak banget yang diomongin.


Lagi asyik ngobrol, fito nelfon. Dan aku angkat


"Hallo sayang"


Kataku


"Ya hallo, kamu dimana itu?"


Suara Fito mendadak tinggi tanpa aba aba.


"Aku lagi di kosan temenku"


Aku mencoba tenang.


"Coba lihat"


Aku perlihatkan area kosan doni lewat video call, tak lupa Doni nya juga.


"Kamu berdua disana?"


"Iya aku berdua sayang"


"Aku mau kamu pulang. Aku gamau tau!!"


"Sayang jangan salah paham dulu, ini temenku Doni. Tadi kan aku udah minta izin sama kamu"


"Aku gak mau tau pokoknya malam ini kamu pulang! Dan nanti pas aku telfon tapi kamu belum di rumah juga, liat aja nanti!"


Fito pun langsung menutup telfon. Gak seperti biasanya juga fito marah kaya gini, nadanya juga sedikit mengancam. Oke aku yang salah, dan aku menyalahkan diriku sendiri.


"Don, sorry ya jadi begini, cowok aku salah paham. Padahal tadi dia udah izinin ko"


"Iya kell santai aja, dia cemburu kali"


"Aku juga gatau, ga kaya biasanya juga dia kaya begini"


"Yaudah deh kapan kapan lagi maen kesininya, sekalian ajak cowokmu itu"


Akupun tersenyum kecil.


"Yaudah yu don anterin aku pulang"


"okeyy"


Demi kenyamanan bersama akupun pulang kerumah diantar sama Doni. Jarak antara kosan Doni dan rumahku memang lumayan jauh.


HP bunyi lagi, dan aku angkat. Agak dongkol sih, maen ke kosan temen udah minta izin pula, tapi udah kaya pesakitan terus terusan diintrogasi.


"Kamu dimana?"


"ini aku lagi dijalan sayang"


"masih belum nyampe juga?"


"Belum sayang, sabar yaa"


"Kamu sama dia ngapain aja sih dari tadi dikosan?"


"Ya ampun, ko ngomongnya gitu?"


tut...tut..tut..

__ADS_1


Fito mematikan telfonnya. Kali ini aku merasa bodo amat. Dia mau marah, kesel, ga nelfon lagipun terserah dia. Aku malas berantem. Dan kali ini aku menganggap dia seperti anak kecil.


Akupun sudah tiba dirumah, tapi fito belum ada juga nelfon. Lalu hapeku bunyi. Satu pesan masuk dan itu dari fito.


"Maksud kamu itu apa berduaan di kosan sama cowok?"


"Tadi bukannya aku udah minta izin ya sama mu?"


"Aku kira kamu bukan main ke kosan cowok"


"Gini aja deh kamu sayang gak sama aku?"


Tanyaku dengan nada sedikit tinggi.


"Kalau aku gak sayang gak mungkin aku cemburu"


"Intinya kalau kamu sayang, kamu harus percaya sama aku"


"Gimana aku bisa percaya sedangkan kamu di kosan berdua sama cowo"


"Kelihatan sama matamu gak aku lagi ngapain sama dia?"


"ya mana aku taulah, yang aku liat kan kamu lagi berdua sama temenmu di kosan"


"Yang kamu lihat itu saja kan?"


"Ya"


"Yaudah, berarti aku sama dia gak lagi ngapa ngapain"


"Aku gak percaya!!"


"Yaudah terserah deh, aku malas debat. Kalau kamu ga percaya yaudah. Yang penting aku udah jujur"


Kesal sih sebenernya dituduh yang enggak enggak. Dan untuk kesekian kalinya aku malas balas chat dan juga angkat telfon. Lebih baik aku maen game aja.


Bukan menghindar dari masalah, tapi lebih menghindari pertengkaran yang nantinya bakalan berujung ke kata "yaudah, terserah, oke, sip, dan kata kata simple lainnya".


Seperti ada ikatan batin juga, kalau aku gak mau angkat telfon dan balas chatt, pasti dia cari aku di game. Dan bener aja kan, dia chatt aku lewat game.


"Oh jadi gini yah, gak mau angkat telfon, gamau balas chatt tapi online di game. Maumu apa sih?"


"Kamu lagi mens ya? marah marah mulu kerjaannya"


"Aku cowo, gamungkin aku mens! Masalah tadi belum kelar, angkat telfonku dan matiin gamenya"


Okelah akupun menuruti maunya dia. layaknya boneka santet manggut manggut aja dia ngomong apa.


"Aku kesel, aku kira kamu gak main ke kosan cowo"


"Yang penting aku ga ngapa ngapain kan sayang"


"Iya mana aku tau"


"Iya kalau gak tau makannya jangan so tau"


Aku merendahkan nada kalimatku


"Gak minta maaf lagi"


Sungut fito


"Yaudah sayangku, aku minta maaf ya, aku salaah"


Dipikir pikir jiwanya kaya kebalik sama aku. Malam ini dia cerewet banget dan membuat naluri kewanitaanku mulai meledak meledak.


"Yaudah aku maafin. Lain kali kalo mau maen lagi kekosan cowo ga bakalan aku izinin"


"Iya iyaa"


Hemm, beginilah hubungan jarak jauh kalo gak saling percaya. Pasti keluar tuduhan tuduhan gak jelas. Ginilah gitulah, kalau saja ada Undang undang dan pasal tentang percintaan, mungkin aku sudah dituntut ke pengadilan dengan tuduhan ke kosan gak bilang bilang.

__ADS_1


Hahhahaaaaa tapi aku tetep sayang kok..


I LOVE YOU .......


__ADS_2