
Sudah hampir 1 minggu aku ngekos disini, tapi belum akrab juga dengan tetangga sebelah. Paling cuman sekedar senyum atau manggut kalau papasan diluar atau ketemu di tangga kosan.
Maklum kami perantau semua yang waktunya selalu dihabiskan untuk bekerja.
Setahuku kosan dilantai 3 itu penghuni ceweknya cuman aku doang.
Dan 4 orang lainnya laki laki.
Aku mengamati setiap orang yang datang ke lantai 3.
Dan kosan lantai 1 setiap aku pulang kerja selalu saja rame bahkan suaranya selalu terdengar sampai keatas.
Paginya pun suka ada cewe yang baru pulang kemudian dianter sama cowoknya.
Paling habis ehem ehem wkwkwk..
Setelah mengamati semua pergerakan yang ada dikosan ini, aku cukup ambil kesimpulan kalo kosan ini memang bebas.
Bener kata si kiki, dibilang gak bebas atau
"Selain muhrim dilarang masuk" itu cuman formalitas saja. Biar warga taunya ni kosan gak ada yang macem macem atau istilah lain nya kumpul kebo.
And then hidupku masih gini gini aja, belum banyak temen.
Sore harinya aku ngerasa bete. Akupun duduk di balkon sambil nyoba nyoba rokok dan main game favoritku. mobile legend.
Tiba tiba ada yang SKSD
"Main game ML juga mbak "
"Iya mas"
Jawabku dengan dibarengi senyuman.
"Yaudah mabar yu, kebetulan kita juga kurang 1"
Buat yang belum tau, main game ML itu harus 5 orang.
Dan setahuku mereka ada 4 orang.
Ditambah aku 1 akhirnya pas jadi 5 orang, dan kami pun mabar alias main bareng.
Kita mabar di kamar samping.
Kosan no 8.
"Asli mana mbak"
Tanya cowo yang agak putih, kurus dan lumayan tinggi.
Dia namanya Yudi.
Dia asli padang dan dia sudah paling lama disini.
Sampai sekarang kita memanggilnya pak ketu, alias ketua di kosan ini.
Selain paling lama, paling tua juga umurnya, sekitar 30tahunan.
By the way denger kota padang jadi inget sama Fito.
"Jangan panggil mbak, panggil aja kelly"
"Oh kelly yang buat bedak itu ya"
Joko menyambung.
Lah ini orang ko tau bedak kelly yah, apa jangan jangan dia suka make bedak kelly.
Akupun ngebatin sambil fokus main game.
Joko orangnya asyik.
__ADS_1
Dia kost di kamar nomor 9. Bareng rojak, orang pertama yang aku tanya pas hilang baju.
"Laaah bang lu fokus sama bedak kelly jadi lu mati kan tuh"
Kata Dede, dia satu kamar bareng yudi.
Rojak sama joko dan aku doang yang sendiri.
Dan kamipun tenggelam dalam game mobile legend.
Sampai gak kerasa magrib pun tiba.
Dan kami pun bubar kembali ke kosan masing masing.
Seiring berjalannya waktu, akupun semakin akrab dengan mereka.
Yudi, joko, rojak dan dede.
Gak ada panggilan "mas dan mbak lagi".
Bahkan kamipun memanggil nama masing masing dengan panggilan khas.
Seperti Rojak jadi jeki
Joko jadi koko
Yudi jadi bangyud
Dan Dede jadi yaman, karena kepanjangannya Dede Nuryaman.
Tidak bisa dipungkiri, ternyata kebahagiaan itu bukan hanya karena uang dan cinta saja.
Tapi dengan sosok yang sedang berada di dekat kita yang biasa disebut dengan "teman".
Yang bisa menciptakan suasana dengan baik, dan saling respect satu sama lain.
Seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya, aku ngekos di kosan lantai 3.
Lampu kota di malam hari terlihat sangat indah, bahkan bulan pun terlihat lebih indah dari biasanya.
Aku menikmati malam itu dengan sebatang rokok. Kadang aku berfikir, kedepannya aku ini mau jadi apa, hidup bebas jauh dari keluarga membuat apa yang dulu belum pernah aku dapatkan bisa aku dapatkan sekarang.
Aku bukan wanita yang baik baik, tapi beginilah aku.
Hidupku mencari kebahagiaan bukan kesedihan yang selama ini terus dirasakan.
Aku lihat kamar temenku yang 4 itu nampak sepi.
Mereka belum pada balik dari kerjanya.
Seperti yang aku tahu,
Yudi kerja jadi security di kebon jeruk, dia pulang 2 hari sekali, dede kerja di era*fhone, bedul kerja di bengkel dan joko kerja di bank.
Mereka belum pulang dari kerjanya.
Suara motor Ninja terdengar jelas dengan knalpotnya yang bising. Tak lama setelah itu datang seseorang menaiki tangga.
"Jam segini udah nongkrong di balkon"
Sapa seseorang. Wajahnya masih belum terlihat jelas karena memang lampu di tangga agak gelap.
Aku perhatikan wajahnya, dan itu yudi.
"Iya nih yud lagi nyari angin. Baru balik yud?"
"Iya nih kell"
Dia menarik nafas pelan lalu duduk di sampingku.
"Yud yang banyak lampu dan gedung itu jakarta kan?"
__ADS_1
Aku tanya yudi sambil menunjuk lampu gedung yang kerlap kerlip ditengah malam.
"Iya itu jakarta kel. Lebih tepatnya Palmerah dan kebayoran"
"Hooo...."
Aku mengangguk pelan.
"Emang lu udah berapa lama kel di bintaro?"
"Belum lama ko, paling sekitan 5 bulanan"
"Hemm pantesan. Kalo kamu?"
Aku balik nanya.
"Jangan bilang AKU KAMU lah, aneh gue dengernya"
Logat padangnya terdengar sangat jelas.
"Lah, terus apa?"
"LU GUA aja"
"Gaenak lah yud, terdengarnya agak kasar"
"Gapapa. Nanti juga terbiasa ko dengan kata lu gua"
"Yaudah"
Akupun menurut. Jujur sih selama di jakarta ini aku belum pernah ngomong lu gua.
"Yang lain belum pada balik yud?"
"Paling mereka nongkrong dulu. Yaudah kel gue ke kamar dulu ya. Gerah nih mau mandi"
"Oke yud"
Duduk di balkon memang menyenangkan. Tapi lama lama pinggang terasa sakit. Akupun balik ke kamar.
Di kamar, aku coba putar musik Layang kangen..
Sumpah malam ini jadi kangen Fito..
Aku duduk dan bersandar di tembok kamar. Kenangan demi kenangan terus memenuhi ruang otakku.
Sampai akhirnya lagu itu pun selesai.
Nufi wardhana memang penyanyi lagu Cover. Covernya kebanyakan lagu didi kempot.
Karena merasa bosan dengan lagu layang kangen, bukan bosan sih tapi lebih ke malas aja soalnya suka ingat Fito.
Akhirnya akupun menemukan lagi lagu Nufi Wardhana yang berjudul Banyu Langit..
Aku resapi bagian demi bagian liriknya.
~ SUARA ANGIN, ANGIN YANG MEMBUAI HATI
~ INGATKANKU PADAMU YANG KU SAYANGI
~ KU MENANGIS TETESKAN AIR MATA INI
~ LAMA TAK JUMPA WALAUPUN HANYA DI MIMPI...
Liriknya selalu pas dengan kondisi hati. Malam ini fito hadir lagi di ingatanku setelah berusaha melupakannya..
Ah sudahlah...
Dia juga baik baik saja ko tanpaku...
Dulu aku sempat berfikir kalau aku dan fito adalah dua orang yang sama sama takut kehilangan..
__ADS_1
Tapi kepergiannya memang sudah direncanakan..